
Nera dan Vino masuk kedalam taxi untuk pulang, ditengah perjalanan Vino angkat bicara,
"Ra sebaiknya kamu jangan bertengkar dengan Andi" ucap Vino,
"Andi dulu yang mulai Vin, dia sekarang jadi pemarah seperti tadi, aku gak suka lihat Andi seperti itu"
"kan kita bisa selesaikan masalah ini dengan baik baik, aku jadi gak enak sama hubungan kamu dengan Andi, ngiranya aku yang menjadi orang ke tiga diantara kalian"
"enggak Vin, kamu malah yang selalu membantu masalah yang selalu aku hadapi sendiri, dimana masalah ku muncul di situ ada kamu, dan sampai sekarang aku belum bisa membalas bantuan mu"
Vino tersenyum bahagia,
"tidak Nera, aku membantumu dengan ikhlas, cukup membalas bantuan ku dengan senyuman bahagia yang kamu miliki saja itu sudah lebih dari cukup"
Nera terharu dengan ucapan Vino ini, yang membuat hatinya merasa tenang,
"aku tidak salah memilih teman seperti mu Vin, kamu begitu baik denganku, makasih ya"
ucap Nera sambil tersenyum.
setelah beberapa menit perjalanan akhirnya Nera sudah sampai di rumahnya, tapi Nera agak terkejut melihat ada mobil yang terparkir didepan rumahnya,
"mobil siapa ini Ra?" tanya Vino,
"aku juga tidak tahu Vin, tapi mungkin ini mobil teman mamaku, paling mama sudah pulang ke rumah" ujar Nera,
Vino menganggukkan kepalanya pelan,
"Udah ya Ra aku pulang dulu, sana kamu langsung masuk terus istirahat ya" sahut Vino dan segera masuk ke taxi, Vino membuka kaca mobil dan melambaikan tangannya ke arah Nera, Nera pun membalas lambaian tangan Vino.
Nera memasuki rumahnya dan sambil memanggil mamanya,
"Ma.. mama.. Nera sudah pulang" ucap Nera sambil mencari cari mamanya,
"mama mu belum pulang" ucap seseorang dari belakang Nera, sontak Nera menoleh.
betapa terkejutnya dia melihat Ardan sedang duduk di kursi ruang makannya,
"k-kenapa bisa kamu berada disini" ucap Nera ketakutan,
"rumah ini kan sebelum kamu tinggal adalah milikku jadi aku punya kunci rumah ini" ucap nya sambil berjalan ke arah Nera,
__ADS_1
Nera yang masih takut dengan Ardan berjalan menjauhinya ke belakang, dan punggungnya menatap tembok,
Ardan membulatkan bola matanya setelah melihat perut Nera yang besar,
"kamu hamil?" tanyanya,
"bukan urusanmu" judes Nera,
"sekarang aku mohon kamu keluar dari sini" lanjut Nera,
"sudah lama kita tidak bertemu kamu semakin galak, bumil yang cantik dan polos sepertimu memang tipe idaman cowok" ucap Ardan mengelus pipi Nera yang halus, segera Nera menyingkirkan tangan Ardan yang menyentuhnya,
"kenapa memangnya Ra? habis ini kita akan menikah dan anakmu ini adalah anakku juga ya kan?"
"TIDAK" teriak Nera,
"ini bukan anakmu" lanjut Nera semakin keras,
"kalau bukan anakmu, lalu anak siapa ini"
"kamu gak usah ikut campur urusanku, sekarang kamu pergi dari sini Ardan" sahut Nera,
Ardan memegang pundak Nera,
Nera melepaskan tangan Ardan yang memegang pundaknya,
"AKU BILANG KELUAR ARDAN" teriak Nera, tapi tiba tiba Nera merasa pusing dan matanya ber kunang kunang.
bruk
Nera pingsan pingsan tapi untungnya Ardan cepat memegang badan Nera agar tidak terjatuh ke lantai, segera Arda mengangkat Nera dan menaruhnya di kursi ruang tamu,
"maaf aku Nera, kamu sampai pingsan seperti ini, aku gak mau ninggalin kamu, aku cinta kamu Ra, makannya aku gak mau pergi dari sini" ucap Ardan,
Ardan melihat mulut Nera yang kecil ingin segera menciumnya,
"aku coba mencium bibir mu Ra, aku sudah tidak tahan"
dengan cepat Ardan mencium bibir Nera yang kecil itu, tapi saat belum menciumnya baju Ardan ada yang menariknya dari belakang,
brak
__ADS_1
pukulan keras di pipi Ardan sehingga Ardan sampai terjatuh di lantai, Ardan melihat ke arah cowok yang berpakaian seragam sekolah,
"siapa kamu?" ucap Ardan sambil memegang pipinya yang sakit karena pukulan tadi,
"aku pacar Nera, beraninya kamu ingin mencium Nera" ujar Andi dengan wajah yang menghantam Ardan lagi,
"cih bocah, kamu gak pantas pacaran dengan Nera" ucap Ardan,
"kurang ajar"
Andi langsung memukul terus wajah tampannya Ardan, Nera yang terbangun karena mendengar suara pukulan dari Andi,
Nera terkejut melihat Andi sedang memukuli Ardan terus menerus,
"ANDI STOP" teriak Nera,
sontak Andi dan Ardan menoleh,
"kamu sudah bangun Ra" ucap Andi langsung berdiri,
"apa yang kamu lakukan dengan Ardan"
"dia ingin memcium mu Ra saat kamu tertidur di situ, jadi aku langsung mencegahnya dan memukulnya" ujar Andi,
Nera masih terbayang dengan Andi saat di rumah sakit itu,
"sekarang kalian berdua keluar dari sini, aku gak mau melihat kalian berdua"
"tapi Ra-"
ucapan Andi terpotong karena Nera langsung berbicara,
"kalau aku ngomong keluar sekarang ya sekarang" ucap Nera marah,
Andi tidak berbicara lagi, dia langsung keluar karena tahu kalau Nera masih marah kepadanya, dan juga diikuti Ardan.
🥀
maaf ya ceritanya kalau bosan.
mau lanjut gak ini?
__ADS_1
Comment ya.
💬👍🏻