
"Nera coba lihat ini, lucu gak" ucap Lisa sambil menunjukkan foto baju bayi ke Nera di ponselnya,
"ih iya lucu banget Lis"
"oh ya btw anakmu ini cowok apa cewek Ra?"
Nera juga belum tahu kalau anak nya cewek atau kah cowok, karena dia sudah lama tidak ke dokter,
"aku juga belum tahu Lis, soalnya belum ke dokter"
"nanti malam kamu ke rumah sakit saja Ra, buat tahu kelamin anakmu apa, dan sekalian aku mau beli in anakmu baju lucu lucu, soalnya aku tuh suka banget dengan anak kecil"
Nera mencubit pipi Lisa,
"iya iya bawel"
"semoga saja perempuan biar aku bisa nge kuncir rambutnya, pakai baju rok mini, pakai sepatu kecil yang ukurannya kayak pukis, ih gemas"
"sebenarnya ini anak kamu atau anak aku sih, kok yang rempong kamu"
Nera dan Lisa tertawa,
"tapi kalau cowok juga gak papa Ra, nanti kelihatan keren, dan juga ngelindungi mamanya ya kan"
Nera menjawabnya dengan menganggukkan kepalanya sembari tersenyum,
tok tok tok
"eh Ra ada yang ngetok pintu, aku bukain ya" ucap Lisa segera membukakan pintu kamar Nera, dan datang lah ke dua sahabat Lisa dan Nera,
"Halo Lisa" teriak Hani dan Dara,
ini foto mereka ber empat.
Lisa, Hani, Dara, dan Nera
Nera yang masih duduk di kasurnya penasaran siapa sebenarnya yang ada di balik pintu bersama Lisa, dan mereka berdua masuk ke dalam kamar Nera dan betapa terkejutnya Nera melihat kedua sahabatnya datang,
"Hani Dara" ucap Nera,
"Nera" ucap Hani langsung berlari ke arah Nera dan memeluknya,
"kita kangen sama Nera" ucap Dara,
"aku juga kangen banget sama kalian"
Lisa, Hani, Dara dan Nera sudah berteman sejak SMP, meski Hani dan Dara berbeda sekolah dengan Nera, tapi mereka semua masih sering chat di Whatsaap.
mereka semua melepaskan pelukannya,
"kita terakhir bertemu waktu kita makan bareng di cafe ya"
"iya itu saja sudah 7 bulan yang lalu"
pandangan Hani menuju ke arah perut Nera,
"jadi kamu beneran hamil Ra"
Nera menundukkan kepalanya,
__ADS_1
"iya Han"
"kita sudah dengar cerita dari Lisa, kami turut sedih Ra" kata Dara,
"kamu yang sabar ya Ra"
"iya makasih teman teman"
"guys gimana kalau kita jalan jalan ke butik?" ucap Lisa membuat mereka bertiga menatapnya,
"oh iya boleh juga ya, penting kita semua masih kumpul kayak gini" ujar Dara,
"oke deh yuk capcus" kata Hani segera berdiri,
"tapi, aku masih malu untuk keluar, takutnya ada yang tahu kalau aku sedang hamil"
mereka terdiam sejenak,
"kita pilihkan baju buat mu yang gak terlihat sedang hamil Ra, gimana?" ucap Lisa,
"boleh juga sih"
mereka bertiga sedang memilih milih baju Nera yang ada di lemarinya.
**
setelah sampai di butik, Nera dkk memilih baju yang mereka suka,
"Nera Nera ini baju nya kayaknya cocok deh buat kamu" ucap Hani memberikan baju yang dipilihnya buat Nera,
"eh iya ini bagus Ra" ucap Lisa,
Nera mengangguk lalu berjalan ke arah ruang coba,
saat hendak memasang kancing baju, Nera berusaha untuk mengancing baju di depan perutnya, tapi hasilnya tidak bisa, perut Nera terlalu besar untuk baju ini, dan hasilnya tidak cukup,
Nera bersandar di tembok dan meratapi nasibnya, cairan bening keluar dari matanya membuat Nera menangis tersedu sedu, usianya yang terlalu muda untuk menjalani hidupnya ini membuat dia sangat putus asa, dia rindu masa remajanya, sering temannya memberikan baju pilihannya selalu cocok di badan Nera, tapi kali ini tidak cocok karena perut Nera sudah membesar,
"kenapa aku jadi begini ya Tuhan"
gumam Nera,
tak lama dari itu Nera keluar dari ruang coba,
"gimana Ra cocok gak?" tanya Hani,
Nera menggelengkan kepalanya,
"bukan karena modelnya jelek, tapi tidak muat di badanku"
"ah masak sih, kamu kan kurus, baju besar gini gak muat sama kamu" ucap Dara,
Lisa menyenggol tangan Dara,
"Nera sedang hamil, perutnya yang besar teman teman"
mereka semua lupa kalau Nera sedang hamil, Nera lagi lagi mengeluarkan air matanya,
tangan Dara memegang pundak Nera,
"Ra kamu jangan nangis maafin aku, aku lupa Ra"
__ADS_1
"ini bukan salahmu, ini salahku karena aku gak bisa jaga diri dengan baik"
"Nera sudah, aku tahu kamu pasti kuat menghadapi semua ini, kamu jadilah wanita yang kuat jangan lemah" ucap Hani menyadarkan Nera,
"iya Ra kita juga akan selalu membantumu, kapan pun dan dimana pun, kamu masih punya banyak orang disekitar yang masih sayang sama kamu" kata Lisa,
"kita sayang kamu Ra" ujar Dara lalu sembari memeluk Nera, di ikuti Lisa dan Hani.
**
setelah membeli baju, mereka bertiga pulang menaiki mobil Dara,
"guys mau dengerin lagu K-Pop gak?" ucap Dara,
"wih boleh juga, lagu dari Twice saja" kata Hani,
"yang apa judulnya" tanya Lisa,
"Feel Spesial, karena Nera merasa spesial buat kita, ya kan" jawab Hani,
Nera tersenyum bahagia,
segera Dara menyalakan lagu tersebut,
*You make me feel special
sesangi amuri nal jujeoanjhyeodo
apeugo apeun maldeuri nal jjilleodo
nega isseo nan dasi useo
That?s what you do
Again I feel special
amugeosdo anin jonjae gatdagado
sarajyeodo moreul saram gatdagado
nal bureuneun ne moksorie
I feel loved I feel so special*
semua bernyanyi kecuali Nera yang cuman mendengarkan suara mereka,
"Ra ayo nyanyi" suruh Lisa disampingnya,
"enggak kalian saja"
mereka melanjutkan nyanyinya, sementara Nera melihat teman temannya yang masih bisa bahagia, dari pada dia yang masa remajanya sudah hancur seperti ditelan bumi,
"semoga kalian semua selalu bahagia, jangan seperti aku"
Batin Nera.
🥀
*yang sabar ya Nera😢
tinggalkan Comment dan like nya👍🏻💬*.
__ADS_1