Nera Story

Nera Story
part 32


__ADS_3

Nera bersama keluarga kecil nya tengah makan malam bersama di meja makan,


Ting tung


suara bel rumah terdengar,


"biar mama saja yang buka pintunya" ucap mama segera berjalan ke arah pintu rumah, dan saat membukanya betapa kagetnya mama Nera melihat Andi didepannya,


"Andi tumben kesini, mau ketemu sama Nera?" tanya mama Nera,


Andi menganggukkan kepalanya sembari tersenyum,


"Nera nya ada Tante?"


"oh ada kok dia lagi makan di meja makan, kamu masuk dulu gih" ucap mama Nera,


"duduk sini Ndi" lanjutnya, lalu Andi duduk diruang tamu,


mama Nera masuk ke dalam untuk memanggil Nera yang sedang makan bersama ayahnya sekarang,


"Nera kamu dicari Andi tuh" ujar mama,


"ha? Andi kesini ma?" sahut Nera terkejut,


"iya itu ada di ruang tamu, kenapa kamu kayak kaget gitu Ra ketemu Andi, kayak Andi orang asing saja"


"e-enggak papa kok ma"


"yaudah buruan kesana kasihan Andi nunggu lama, sama ini bawakan dia minum air putih" kata mama Nera sambil menyodorkan segelas air putih ke Nera.


Nera berjalan ke ruang tamu dan melihat Andi tengah melihatnya sambil tersenyum gembira, tapi Nera memutar bola matanya malas,


"ada apa?" tanya Nera datar,


"aku mau bertemu denganmu Ra, kamu duduk dulu"


Nera tidak mengangguk dan tidak berbicara dia langsung duduk di depan Andi,


"Nera apa kamu masih marah sama aku" tanya Andi,


"menurutmu?"


"kalau kamu masih marah sama aku, aku mohon Ra maafin kesalahanku, aku janji aku gak akan berbuat seperti itu lagi Ra"


Nera masih bingung hatinya memilih antara memaafkan atau tidak, tapi dia juga ingin memaafkan kesalahan Andi, karena Nera tidak mau yang namanya masalah akan bertambah panjang kalau tidak diselesaikan dengan cara memaafkan satu sama lainnya,


"aku akan membantumu apapun yang kamu minta Ra, asalkan kamu mau memaafkan aku"


"aku tidak mau Ra kalau aku harus kehilanganmu, aku terlalu mencintaimu, aku benar gak bisa hidup tanpamu" lanjut Andi,


Nera mengangguk pelan,


"iya Ndi aku maafin kamu"


ekspresi Andi yang tadi sedih berubah senyum kebahagiaan,


"kamu benar memaafkan aku Ra?" tanya Andi menyakinkan,


Nera tersenyum,

__ADS_1


"iya Ndi benar kok"


"te-terima kasih Ra, aku senang banget, berarti hubungan kita seperti dulu lagi kan"


Nera mengangguk sembari tersenyum, Nera berpikir semoga dengan ini Andi terakhir untuk membuat kesalahan.


*


sebagai tanda diberi maaf, Andi mengajak Nera untuk jalan jalan ke mall sekalian membeli perlengkapan untuk calon bayinya.


"oh ya Ra, jadi gimana waktu cek ke dokter, apa anak kita sehat sehat saja?" tanya Andi,


"alhamdullilah kok Ndi anak kita sehat kok"


Andi tersenyum,


"jadi calon anak kita ini jenis kelaminnya apa?"


"perempuan"


"ha perempuan? benar"


Nera mengangguk,


"yes aku memang suka banget anak kecil perempuan lebih kelihatan lucu dan imut, pasti anak ini mirip sama mamanya yang cantik ini" ujar Andi sambil mencubit kecil pipi Nera,


Nera tertawa kecil,


"Andi bisa aja".


mereka berdua memasuki toko perlengkapan bayi, Nera memilih baju yang lucu untuk calon bayinya, dan Andi membeli perlengkapan bayi seperti popok, bedak dan lain lain,


"Andi sini deh" ucap Nera, segera Andi berjalan ke arahnya,


Andi menunjuk baju yang berwarna pink tersebut,


"lucu ini Ra, lebih kelihatan perempuannya"


"hm tapi yang ini juga lucu Ndi, aku suka dia duanya"


"yaudah kamu beli dua duanya saja"


"yah tapi aku bawa uang sedikit"


"hey yang beli in semua ini aku lah Ra, kan sebagai calon suamimu dan juga sebagai calon ayah"


"makasih ya Ndi".


setelah membeli, mereka berdua membayar di kasir, tak lama dari itu Nera dan Andi keluar dari tokoh tersebut dan ingin membeli makanan terlebih dahulu sebelum pulang,


"kita makan apa Ra enaknya?" tanya Andi,


Nera mengayunkan mulutnya,


"kita makan nasi goreng 69 saja"


"yaudah ayok"


"eh bentar tapi kamu mau gak?"

__ADS_1


"kalau kamu suka, aku juga ikut suka" ujar Andi menggoda,


Nera terbawa perasaan, mukanya sekarang memerah.


ditengah perjalanan Nera dan Andi bercanda gurau.


Vino yang tengah berjalan tiba tiba melihat Nera dan Andi didepannya, dia tidak mau merusak hubungan Nera dan Andi saat ini, karena mereka berdua pasti sedang jalan jalan, dan kalau Nera memanggilnya Andi akan marah kepada Vino,


"aku harus gimana, apa aku berbalik badan, atau menyapa Nera dulu terus pergi" batin Vino bingung,


Nera gak sengaja melihat Vino,


"ha Vino" ucap Nera bahagia,


"h-hai Ra" sahut Vino gugup,


Nera melangkahkan kakinya ke arah Vino menghiraukan Andi,


"Vino sedang apa disini?"


"a-aku sedang membeli makanan Ra, kalau kamu?"


"oh kalau aku sedang membeli perlengkapan bayi Vin, sama Andi"


Vino melihat ke arah Andi, tapi tatapan Andi begitu tajam, dia tahu kalau Andi marah dengannya,


"ini Vin aku membeli baju" ujar Nera sambil menunjukkan didalam plastik yang sudah ia beli,


"terus ada bedak, popok, parfum, baju bayi" lanjut Nera, sementara Vino mencoba melirik ke arah Andi, Andi yang geram menunjukkan tangan yang dia kepal ke arah Vino, Vino yang melihatnya terkejut,


"Ra Nera" panggil Vino,


sontak Nera mendongak ke wajah Vino,


"lain kali kita bicara lagi ya, sekarang aku lagi buru buru"


"loh kamu mau kemana Vin?"


"aku mau bertemu dengan temanku, dia sekarang sudah menungguku di luar" sahut Vino terpaksa bohong,


Nera langsung sedih, sebenarnya dia ingin bertemu dengan Vino lama, tapi kali ini Vino harus pergi,


"yaudah ya Ra, aku pergi dulu, dadah" kata Vino sembari pergi meninggalkan Nera,


Nera yang masih melihat Vino dari belakang,


"Udah Ra, kita pulang yuk" suruh Andi sambil memegang pundak Nera,


Nera mengangguk lalu melihat sekilas badan Vino yang lama kelamaan menghilang dari hadapannya, Nera cemberut.


Photoshoot





🥀

__ADS_1


**Tim siapa nih kalian, tetap Tim Nerandi atau Vinera??


👍🏻💬**


__ADS_2