Nera Story

Nera Story
part 34 (Tamat)


__ADS_3

2 hari berlalu, Nera dan anaknya diperbolehkan untuk pulang, karena Nera lahiran dengan normal.


setelah sampai di rumah, Nera bersama orang tuanya dan Andi masuk ke dalam dengan Andi menggendong anak Nera.


Nera duduk di kursi ruang tamunya karena dia masih terasa sakit paska melahirkan buah hatinya, di ikuti Andi duduk disebelah Nera dengan membawa Kei.


"Kei lucu banget ya kayak mamanya" ujar Andi,


Nera tertawa kecil,


"kan Kei anak aku"


"sayang mama ke atas dulu ya mau bersihkan kamar mu dulu" sahut mama Nera, dan Nera menganggukkan kepalanya.


"tapi aku lihat-lihat Keisyah matanya sipit ya" ujar Nera yang menatap dalam Kei dalam gendongan Andi, sontak Andi menoleh ke arah Nera.


"di keluarga sini gak ada yang matanya sipit banget kayak Kei, rata-rata matanya bundar semua, matanya mirip siapa ya kira-kira?" lanjut Nera yang masih bingung dengan fisik anaknya,


Andi seperti pemikiran Nera, entah siapa yang matanya mirip dengan Kei, lalu Andi teringat dengan kejadian dulu.


"apa matanya mirip dengan ayah kandung Kei" ucap Andi yang membuat Nera terkejut,


"iya bisa jadi" ujar Nera yang sekarang sedih karena sampai sekarang dia belum menemukan siapa ayah kandung dari anaknya tersebut.


Andi yang melihat Nera tengah bersedih, membuat dia merasa bersalah,


"Nera kamu gak usah sedih, sekarang anggap saja aku adalah ayah kandung dari Kei"


Nera menatap kembali wajah Andi lalu tersenyum tipis,


"iya Ndi"


**


beberapa menit kemudian Andi menaruh Kei ke dalam tempat tidur, karena dia sudah pegal menggendong Kei berjam-jam, memang ini masih permulaan untuk menjadi ayah, nanti kalau terbiasa Andi akan bisa menggendong Kei lebih lama lagi.


tok tok tok


suara ketokan pintu, Andi segera membukanya, dan melihat Vino sekarang ada dihadapannya.


"ngapain kamu kesini?" tanya Andi dingin,


"gue mau ketemu sama Nera dan Kei"


dari dalam Nera melihat Vino di balik pintunya,


"Vino sini masuk" panggil Nera yang membuat Vino dan Andi melihatnya,


Andi pun tidak menyuruh Vini masuk tapi langsung berjalan ke arah Nera di ikuti Vino dari belakang nya.


Vino melihat Kei sudah tertidur di tempat tidur di samping Nera, lalu Vino duduk didepan Nera dan Andi,


"ada perlu apa Vin kamu kesini?" tanya Nera,


"ini aku bawakan kamu jajan sama susu buat Kei" ujar Vino sambil memberikan nya kepada Nera,


"ya ampun Vin gak usah repot-repot bawa ini" kata Nera yang tidak enak hati dengan Vino,


"gak papa ini buat hadiah terakhir kalinya" ucap Vino yang membuat Nera terkejut,


"terakhir kalinya, maksutnya?"


Vino menghela nafasnya,


"tolong panggilkan mama dan papamu ke sini Ra"


"oh baik, mama.. papa.. ini dipanggil Vino" teriak Nera, lalu datanglah kedua orang tau Nera,


"ada apa manggil-manggil" ucap Mama Nera,


"Vino mau ketemu sama kalian"


"oh Vino ada apa ya manggil kita" mama dan papa Nera duduk di samping Vino,

__ADS_1


"s-saya mau ngomong sesuatu Om Tante"


"mau ngomong apa?"


"memang ini berat buat kalian semua percaya, tapi saya tidak bisa menutup rahasia terbesar saya ini, saya sudah siap untuk tidak hidup didunia asalkan Nera tetap bahagia"


"apa maksutnya ini Vin?" tanya Nera yang begitu penasaran dengan ucapan Vino,


Vino merasa deg deg an setengah mati, dia harus bertanggung jawab untuk kesalahan yang sudah dia perbuat terhadap Nera selama ini,


"j-jadi saya selama ini sudah membohongi kalian semua, s-saya itu orang jahat, saya tidak pantas hidup didunia ini"


mereka semua terdiam, menunggu kelanjutan dari ucapan Vino yang masih terpotong,


"s-saya itu... adalah... seorang perampok yang sudah memperkosa Nera" ucap Vino yabg sekarang kepalanya menunduk kebawah pasrah kalau dia harus dipukul i oleh ayah Nera atau juga Andi,


semua terkejut dan terdiam seribu bahasa, Nera merasa dunia ini tidak ada artinya bagi nya, Vino adalah perampok selama ini dia cari, Nera masih tidak percaya ucapan dari Vino,


"j-jadi kamu yang memperkosa aku waktu dulu" tanya Nera yang masih setengah hati untuk percaya,


"iya Ra, maafkan kesalahan ku dulu, aku sudah merusak harga dirimu, aku sudah khilaf akan kejadian ini, kalau kamu benci aku silahkan Ra, aku sudah bersedia untuk menerimanya"


"K-KENAPA KAMU MELAKUKAN HAL ITU KE AKU VIN, SELAMA INI AKU MELIHATMU SEPERTI ORANG YANG SANGAT BAIK TERHADAPKU, TAPI KENAPA KAMU GAK BILANG DARI DULU, SEBELUM ANAKKU LAHIR" Bentak Nera yang sangat marah, lalu mengeluarkan air mata beningnya,


Vino sangat bersalah,.


"Maafkan aku Ra, aku memang sangat jahat, aku sudah membohongi mu selama ini, maafkan aku Ra, aku salah"


Andi merasa geram atas perbuatan Vino selama ini, lalu Andi berdiri, menarik kra baju Vino dan menghantam pipi Vino dengan tangannya, di ikuti papa Nera yang memukul perut Vino.


sedangkan Nera masih tidak percaya dengan Vino, Vino yang selama ini dia kenal orang yang sangat baik terhadapnya, selalu menjaganya, tapi dibalik ini semua Vino mempunyai hati yang busuk.


papa Nera segera menelfon polisi untuk datang ke rumahnya.


mama Nera menutup mulutnya melihat Vino di pukul oleh Andi dan suaminya, segera dia duduk di samping Nera yang masih melamun dan tidak melihat Vino yang terus terusan di pukul oleh Andi dan papanya.


"Nera" panggil mama nya,


"memang ini berat buat kamu menerima ini semua Nera, tapi ingat saat kamu ada musibah, disitu selalu ada Vino yang membantumu, Vino sekarang sudah mengakui kesalahannya, jadi buat apa kita dendam kalau ujungnya akan membuat kita semakin jahat, kalau kita dendam terus menerus apa bedanya kita dengan penjahat"


Nera menatap kedua mata mamanya, lalu melihat kembali Vino,


"hentikan!!" ucap Nera yang membuat Andi dan papanya menoleh ke belakang melihat Nera,


Nera berdiri dan melihat Vino sudah babak belur di pukul terus oleh papanya dan Andi,


"aku tahu Vin kalau kamu itu tidak mau mengakui kesalahanmu, karena kamu ingin berbuat kebaikan bersama ku dulu, untuk merubah sifat mu dulu"


Vino tersenyum bahagia,


"makasih Nera kamu sudah memahami perasaanku"


lalu datanglah polisi ke dalam rumah Nera,


"ada yang bisa saya bantu"


"pak tangkap dia, ini adalah perampok waktu 9 bulan yang lalu merampok rumah saya beserta memperkosa anak saya" jelas papa Nera,


polisi tersebut menganggukkan kepalanya lalu membawa Vino keluar dari rumah Nera,


"tunggu" ucap Nera yang membuat polisi yang membawa Vino berhenti dan menoleh ke belakang,


Nera berjalan mendekati Vino,


"Vino sebelum itu aku sudah memaafkan mu, dan aku juga berterima kasih untuk selama ini yang kamu perbuat terhadapku, meski kamu sudah melecehkan ku, tapi kebaikan mu selama ini tidak bisa untuk aku balas sama sekali, kamu terlalu baik terhadapku Vin, kamu selalu menjagaku dimana pun dan kapan pun aku berada, kamu selalu menghiburku di saat aku sedih dan lain-lain"


Nera mengeluarkan air mata nya lagi,


"kebaikanmu itu tidak bisa dihitung Vin, makasih untuk selama ini, sampai anak kita lahir ke dunia kamu selalu menjaga nya, maafkan aku Vin, aku belum bisa membalas kebaikanmu selama ini denganku"


Vino merasa sangat sedih melihat Nera yang menangis terhadapnya,


"ini semua kesalahanku Ra, aku sudah membohongimu selama ini"

__ADS_1


"kebohongan mu itu bukan berarti jahat, tapi buat kamu bisa merubah sifatmu yang dulu, aku tahu Vin"


Vino juga mengeluarkan air matanya,


"yang penting anak kita sudah lahir di dunia dengan selamat Ra, itu sudah waktu yang tepat untuk aku berpisah, sekarang berganti untuk Andi yang menjagamu setelah aku, makasih Ra, kamu yang sudah bikin aku berubah" Vino mengusap air mata nya, lalu polisi membawa lagi Vino yang mau masuk ke dalam mobil polisi,


"tunggu dulu" ucap Nera, yang kini mata ke dua nya bertatapan kembali,


"aku ingin memelukmu untuk terakhir kalinya" ucap Nera, lalu Vino mengangguk mengiyakan ucapan Nera, Nera segera memeluk erat tubuh Vino.


"makasih Vin, makasih untuk selama ini"


"sama-sama aku juga makasih"


lalu keluarlah mama Nera sambil menggendong Keisyah, Vino melihat nya,


"Kei" ucap Vino, Nera lalu melepaskan pelukan nya,


Nera berjalan ke arah mama Nera dan menggendong Kei dan membawanya ke arah Vino,


"apa kamu tidak mau melihat kei terkahir kalinya" ucap Nera,


Vino melihat wajah mungil Kei untuk terakhir kalinya, lalu dia mencium kening anaknya,


"selamat tinggal Kei, ayah akan selalu merindukan Kei"


Vino menatap Nera kembali,


"jaga anak kita dengan baik ya Ra"


Nera menganggukkan kepalanya sambil meneteskan air matanya,


Vino menatap Andi,


"Andi tolong jaga Nera dan Kei selama aku tidak ada"


Andi juga merasa kasihan terhadap Vino, dia juga merasa bersalah atas perbuatannya selama ini, Vino yang selalu menjaga Nera saat dia tidak ada.


Andi menganggukkan kepalanya,


"iya Vin"


lalu Vino masuk ke dalam mobil polisi, dan membuka kaca mobil, sambil melihat Nera untuk terakhir kalinya, Vino mengeluarkan air mata nya tidak tahan untuk meninggalkan Nera jauh.


"Ra jangan lupa dengan pesan-pesanku tadi" ucap Vino, Nera mengusap air matanya lalu menganggukkan kepalanya.


"iya Vin, jaga dirimu juga disana"


"I WILL ALWAYS LOVE YOU FOREVER" ucap Vino lalu mobil polisi berjalan meninggalkan rumah Nera.


Nera melihat mobil itu terus berjalan di hadapannya sambil menangis tidak tahan dengan keadaannya sekarang, Vino selamanya tidak akan bertemu dengan nya, yang dilihat hari ini adalah hari terakhir Vino ada di mata Nera.


Andi memegang pundak Nera,


"udah Ra kita sekarang akan membuka lembaran baru lagi ya" ucap Andi,


Nera melihat kembali jalanan yang sudah tidak ada lagi mobil yang membawa Vino,


"aku tidak akan pernah lupa untuk kebaikan mu Vino selama ini, Makasih"


mereka semua masuk ke dalam rumah nya, dan Nera berharap semoga kedepannya kehidupannya akan selalu bahagia terhadap semua pengalaman dimasa lalunya.


❣️


TAMAT


*selesai juga cerita dari Nera Story, tunggu novel-novel baruku lagi yang akan segera datang.


Terima kasih.


😘*


by : itsblue

__ADS_1


__ADS_2