
Vino bosan sedari tadi berjalan terus mencari udara segar, Vino masih bingung mencari pekerjaan, ternyata mencari kerja itu susah gak sebanding dengan memetik daun di pohon pendek, Vino mencoba bertanya solusi kepada Nera, karena menurut dia Nera adalah salah satu obat dia untuk tidak menjadi orang yang lemah.
Vino melangkah kan kakinya ke depan rumah Nera,
"permisi Nera" panggil Vino dari luar pagar,
dan yang keluar adalah mama Nera,
"eh Vino, ada apa kesini" ucap mama Nera sambil berjalan ke pagar,
"saya mau bicara sama Nera te"
mama Nera membuka pintu pagarnya,
"oh kebetulan Nera sekarang masih keluar"
"ngomong ngomong keluar kemana te?"
"katanya mau ke pesta nya temannya, dan dia juga mendadak banget berangkatnya"
"dia bilang berangkat sama siapa?"
"katanya sih teman perempuannya pakai mobil"
Vino merasa curiga, karena Nera pergi mendadak ke acara pesta temannya,
"perasaan saya juga gak enak dari tadi, soalnya Nera saya hubungi tidak diangkat"
"em tolong Tante saya boleh minta nomornya Nera"
mama Nera mengambil hp nya di dalam saku celananya,
"ini nomornya"
Vino mengetik nomor Nera ke hp nya, lalu dia mencoba melacak nomor Nera dari GPS, dan akhirnya ketemu Nera berada di dalam sebuah rumah yang kawasannya jarang di lewati orang, Vino pernah melewati daerah itu,
"te ini Nera sedang berada di sini" ucap Vino sembari menunjukkan hpnya ke arah mama Nera,
"ini dimana Vin?"
"ini di kawasan jalan Merpati, ini kawasan yang jarang di lalui orang te, dan kawasan sini gelap tidak berpenghuni, lalu cuman ada satu rumah kecil di daerah situ, Nera berada di rumah itu te"
"apa? tapi masak pesta temannya berada di situ? itu tidak mungkin"
"Tante jangan khawatir, aku akan mencari Nera sampai ketemu"
"tolong Vin, temukan anak saya satu satunya itu"
"baik te, aku pergi dulu, permisi" Vino langsung bergegas pergi untuk mencari Nera,
*
__ADS_1
sementara Nera masih terikat di kursi,
"kamu benar benar jahat Man" ucap Nera,
Manda menoleh ke belakang,
"kamu bilang aku jahat, kamu salah, yang benar itu kamu yang jahat"
"tolong Man lepaskan aku, aku mau pulang" Nera melucurkan air matanya,
"cih, cengeng banget jadi orang"
Manda melangkah ke arah Nera, seketika badan Nera bergetar karena ketakutan, Manda langsung menarik rambut Nera,
"aahh sakit" teriak Nera kesakitan,
Manda mengeluarkan pisau dari saku celananya dan memperlihatkan kepada Nera, Nera yang tubuhnya bergetar dengan keringan yang bercucuran dan sesak nafas campur aduk dalam satu badan Nera,
"setelah aku menghabisi mu, hidupku akan kembali normal"
"jangan Man.. aku mohon.."
Manda tertawa terbahak bahak,
"kenapa kamu gak mau mati dulu? karena kamu ingin mengambil Ardan dari ku?"
"aku sama sekali.. tidak ada.. niatan.. seperti itu.."
"apa aku langsung percaya dengan kata kata mu itu?"
"kamu sudah siap?" tanya Manda,
"jangan Man.." teriak Nera dengan memejamkan matanya,
saat pisau itu melayang ke perut Nera, tiba tiba..
Brraaakkk
pintu depan di dobrak oleh Vino, Manda dan Nera melihat ke arah Vino, Vino pun terkejut melihat keadaan Nera seperti itu,
"Nera" ucap Vino,
Manda berdiri dan menjulurkan pisaunya ke arah Vino,
"siapa kau, berani beraninya datang ke sini"
"kamu tidak perlu tahu siapa aku, karena aku ingin membawa Nera pulang"
"cih, tidak segampang itu, kalau kamu membawa Nera pergi, pisau ini akan melayang ke perutmu"
Vino bingung dia harus berbuat apa, lalu Vino melihat ke arah Nera, wajah Nera sangat ketakutan dengan sesak nafas yang besar melihat ke arahnya, Vino sangat tidak tega melihat Nera di siksa,
__ADS_1
lalu datanglah Ardan di depan pintu rumah kecil itu, Ardan melihat sekelilingnya,
"Manda ternyata kamu di sini" ucap Ardan, mata Ardan pun tertuju kepada Nera yang lemas terikat di kursi,
"Ardan kenapa kamu ada disini?"
"Nera? kenapa ada Nera disini, apa yang kamu lakukan kepadanya" ucap Ardan kesal,
ini kesempatan buat Vino untuk melepaskan ikatan Nera, setelah Nera berhasil lepas dari ikatannya lalu berdiri,
"makasih Vin" ucap Nera,
Manda melihat Nera yang sudah terlepas dari ikatan, Manda langsung berlari ke arah Nera untuk membunuhnya dengan pisau, Nera dan Vino terkejut, lalu Vino mendorong tubuh Nera ke samping lalu terjatuh dan jrus
perut Vino kena pisau dari Manda, Manda membuka lebar mulutnya, dia tidak sengaja, yang asli dia ingin membunuh Nera tapi hasilnya tidak,
"Manda" teriak Ardan,
Manda langsung berlari ke arah pintu belakang, Nera terkejut melihat Vino terluka,
"Vino" teriak Nera langsung berlari ke arah Vino,
"Vino kamu terluka"
"agh.. aku tidak papa Ra"
"kamu harus segera ke rumah sakit"
Ardan melangkah kakinya ke arah Nera dan menarik tangan Nera untuk pergi,
"hey lepas! apa yang kamu lakukan"
"biarin saja dia, ayo kita pulang, kamu pasti di cari orang tuamu"
"aku harus nolong dia"
"tidak papa gak usah"
Ardan menarik paksa tangan Nera,
"lepas gak"
Plak
Nera menampar pipi Ardan,
"dia teman ku, dia yang sudah menolong ku, dan kamu gak berhak ikut campur urusanku, memang kamu cowok jahat, se enaknya saja membawaku pulang, dan membiarkan temanku kesakitan di sana" ucap Nera marah
"aku akan selalu benci kamu" ucap Nera dan berlari menuju ke arah Vino,
"Vino kamu harus tahan ya, habis ini ke rumah sakit" Nera sangat khawatir melihat ke adaan Vino seperti ini.
__ADS_1
❣️
like dan comment nya guys, kadang saya butuh penyemangat dan cerita ini dihargai. karna nulis itu ngga gampang guys ✓