Nera Story

Nera Story
part 19


__ADS_3

paginya, Nera pergi ke kelas Andi, tapi Nera belum menemukan Andi dikelasnya, mungkin Andi belum datang, saat berjalan kembali ke kelasnya dia bertatapan dengan Andi, tapi Andi tetap berjalan, Nera mencegah Andi,


"Andi tolong dengarkan aku dulu"


"nanti saja Ra, aku masih capek"


"Andi plis, aku tahu kamu pasti marah sama aku, tapi ini semua gak seperti kamu lihat"


"gak seperti aku lihat gimana Ra, jelas jelas aku lihat kamu pelukan sama cowok lain, apa aku bisa tidak mempedulikan itu semua"


"iya.. aku berpelukan sama cowok itu, tapi ada maksut tertentu ndi"


"sudah Ra aku gak mau bahas lagi"


Andi pergi meninggalkan Nera, seketika Nera menangis tersedu sedu karena Andi salah paham kepadanya,


Nera masuk ke kelasnya, dan Lisa melihat Nera menangis,


"Nera kamu kenapa" ucap Lisa,


Nera tidak tahan dia langsung memeluk sahabatnya itu,


"Ra cerita sama aku ada apa"


"Andi salah paham sama aku Lis"


Lisa melepaskan pelukannya,


"salah paham apa memangnya"


"jadi kemarin waktu kamu nganterin aku ...(Nera menceritakan kejadian kemaren bersama Ardan itu)"


"ya ampun Ra berarti yang hamilin kamu itu teman papamu sendiri dan kamu berpelukan sama cowok itu"


"iya"


"ya jelas Andi marah Ra, kan tiba tiba kamu berpelukan sama orang yang belum dikenal Andi"


"tapi aku kasihan juga sama Ardan Lis, karena Ardan sudah mengakui perbuatannya, dan dia ingin memelukku terkahir kalinya itu"


"sebaiknya kamu bilang ke Andi kalau ini salah paham, oh ya dan jangan lupa bilang kalau yang menghamili mu itu si cowok teman papamu itu, siapa namanya, Ardan"

__ADS_1


"aku yakin kalau Andi akan membantumu Ra dengan masalah ini"


"baik Lis makasih ya pendapatnya"


"iya sama sama" ucap Lisa dengan tersenyum,


"tapi Lis aku belum yakin kalau ini anak dari Ardan"


"maksut mu, kan jelas jelas yang memperkosa kamu dia"


"tapi sesudah itu kan ada lagi yaitu perampok itu Lis"


"oh iya ya aku lupa dengan perampok itu, kamu sudah menemukan dia"


Nera menjawabnya dengan menggeleng gelengkan kepalanya,


"tapi kalau menurutku yang terakhir itu lah yang menghamili mu"


"berarti si perampok itu Lis"


"menurutku sih gitu Ra"


*


bel istirahat sekolah pun berbunyi, Nera mencoba pergi lagi ke kelas Andi untuk menjelaskan kesalapahaman ini,


Nera melihat Andi sedang membaca buku sendirian di kelasnya,


"Andi" ucap lembut Nera,


Andi pun menoleh ke arah sumber suara itu, dan melihat Nera sedang berdiri di pintu kelasnya, Nera pun nyamperin Andi dan duduk di depan dia,


"Andi aku mohon, aku mau meluruskan kesalapahaman ini"


Andi cuman terdiam tidak berkata apapun,


"jadi si cowok itu adalah orang yang sudah pernah memperkosaku"


"apa" Andi terkejut,


"jadi anak ini adalah anak si cowok itu"

__ADS_1


"iya ndi, dan waktu aku cerita ke kamu saat aku diculik dia juga orangnya"


"kurang ajar"


Andi mengepal kedua tangannya,


"Andi tapi dia sudah minta maaf ke padaku atas kesalahannya, kamu kan juga pernah bilang akan selalu membantuku apapun masalahnya, dan kamu juga menerima anakku ini meski bukan anak kandungmu" ucap Nera sedih,


"kenapa kamu gak memukul dia Ra"


"aku gak tega bisa memukul siapapun ndi"


"kamu jadi wanita terlalu baik Ra, makannya aku gak bisa jauh dari kamu"


Andi pun berdiri dan memegang kedua tangan Nera untuk berdiri,


"Nera maaf aku sudah salah paham sama kamu"


"gak papa ndi aku ngerti kok"


Andi terlalu sayang kepada Nera,


"terus waktu kamu berpelukan sama cowok itu"


"iya jadi dia mau berpelukan sama aku atas tanda terima kasih aku kepada dia yang sudah memaafkannya, dan dia bilang kalau ini tanda pelukan terkahir untuknya"


"Ra aku akan selalu menjagamu tanpa bantuan siapapun, karena aku akan menjadi suami yang baik kepada mu dan juga anak mu"


Nera mengeluarkan air mata mendengar ucapan Andi,


"makasih ndi" ucap Nera,


lalu mereka berdua berpelukan, mereka mampu menguatkan satu sama lainnya jadi hubungan mereka akan terus berlanjut.


πŸ₯€


***kesalapahaman nya sudah beres guys


like like likeπŸ‘πŸ»


πŸ‘‡πŸ»***

__ADS_1


__ADS_2