
9 bulan sudah kandungan Nera, saat ini Nera masih menunggu kelahiran sang buah hatinya, dia sangat takut, bagaimana dia lahiran besok? gak ada yang nemenin kecuali orang tuanya, dalam setiap ibu hamil pasti disampingnya ada suami, tapi bagi Nera tidak ada.
saat Nera pergi ke kamar mandi untuk mandi, lantai di kamar mandi agak licin karena sebelumnya dia membersikan kamar mandi.
saat satu langkah masuk ke dalam kamar mandi nya, Nera sudah tidak seimbang untuk berdiri, dan Nera terjatuh dari kamar mandi,
"aahh.. sakit..." teriak Nera, yang membuat kedua orang tuanya berada di bawah mendengar teriakan Nera, segera papa dan mama nya berlari ke atas untuk melihat apa yang sedang terjadi pada anak satu satunya,
papa Nera membuka pintu kamar Nera tapi hasilnya Nera menguncinya dari dalam,
"ma gak bisa dibuka pintu nya" ucap papa Nera gugup,
"Sayang kamu ngapain nak.." teriak mama Nera yang sangat khawatir kepada putrinya,
"Aahh.. sakit mama.. sakit.." meringis Nera dari bilik pintu,
"papa dobrak pintu nya saja, Nera dalam bahaya, cepat!!" sahut mama Nera yang sangat panik,
dan papa Nera mencoba mendobrak pintu kamar Nera sekuat badannya.
didalam kamar Nera memegang perutnya yang merasa sangat sakit, dan betapa terkejutnya dia melihat cairan merah begitu banyak mengalir di kaki Nera, Nera sekarang sudah tidak tahan lagi, nyawanya berasa setengah hilang, dia cuman pasrah kepada Tuhan.
saat papa Nera mendobrak pintu, dan akhirnya pintu Nera terbuka, segera kedua orang tuanya yang panik tersebut masuk ke dalam dan mencari Nera,
"Nera kamu dimana?" panggil mama Nera yang masih panik,
"sakit ma.." teriak Nera dari dalam kamar mandi, segera mamanya berlari ke sana dan melihat Nera duduk di dalamnya dengan cairan merah yang ada di kaki Nera terus semakin banyak,
mama Nera berlari sambil berteriak,
"NERA"
mama Nera berada tepat di samping Nera,
"Nera kamu kok bisa begini"
"aku habis kepeleset ma, aahh sakit.."
mama Nera menoleh ke arah suaminya,
"pa cepat panggilkan ambulan"
papa Nera menganggukkan kepalanya,
"iya ma" segera papa Nera berlari ke bawah untuk mengambil ponselnya,
__ADS_1
"sayang kamu tahan sebentar ya" ucap mama yang mencoba menenangkan Nera,
"sakit banget ma.. aku sudah gak tahan.." meringis Nera yang menahan sakit di perutnya.
^^
saat berada di rumah sakit, Nera di bawa dengan kasur roda, untuk menuju ruang bersalin,
"Nera kamu tahan ya, mama ngerti kamu pasti bisa melewatkan ini semua" ucap mama Nera,
saat Nera masuk ke ruang bersalin, kedua orang tuanya dicegah oleh suster untuk tidak masuk,
papa dan mama Nera menunggu diluar, sambil terus berdoa kepada Tuhan untuk lahiran Nera,
"ya Tuhan semoga Nera dan anaknya selamat, semoga Nera lahirannya lancar, amin" batin mama Nera.
tak lama dari itu mama Nera menghubungi Andi dan juga Vino untuk menemani Nera, lalu beberapa menit kemudian datang lah Vino,
"Tante jadi Nera sekarang lahiran?" tanya Vino,
"iya Vin, doain Nera dan bayinya selamat ya"
"iya Tante pasti"
"ya Tuhan berikan anakku dan Nera bisa selamat ke duanya amin" batin Vino berdoa.
"paman Tante gimana kondisi Nera sekarang" ucap Andi,
"dia sekarang masih melahirkan Ndi" jawab papa Nera.
oweekk
suara tangisan bayi dari dalam terdengar, semua yang ada diluar merasa sangat legah dan bersyukur karena bayi Nera selamat,
tak lama kemudian keluarlah dokter dari ruang bersalin,
"Dokter gimana kondisi putri saya sama cucu saya" tanya mama Nera,
dokter Kirana tersenyum bahagia,
"Alhamdulillah kondisi putri dan cucu anda baik-baik saja, mereka berdua selamat"
"Alhamdulillah syukurlah" ucap mama Nera bersyukur, semua yang mendengarnya sangat bahagia.
termasuk juga Vino, anaknya sekarang sudah lahir didunia, dan Nera juga selamat, saat ini Vino tersenyum bahagia, dia gak sabar melihat anak kandungnya tersebut.
__ADS_1
"jadi kita boleh masuk dok?" tanya Andi,
dokter Kirana mengangguk,
"boleh, yaudah saya permisi dulu ya" ucap dokter Kirana lalu pergi, semua masuk ke dalam ruang bersalin untuk melihat Nera dan anaknya.
mereka semua melihat Nera menggendong bayinya dengan wajah bahagia,
"Nera Alhamdulillah kamu selamat sayang" ucap mama Nera lalu mencium kening putrinya,
"selamat ya Ra, sekarang kamu sudah jadi ibu" kata Vino begitu bahagia,
Nera tersenyum,
"iya Vin sama-sama"
"Ra boleh lihat wajah anakmu" ujar Andi,
"boleh, ini" Nera memberikan wajah anaknya kepada semua orang yang ada disitu,
mereka semua melihat anak Nera yang begitu lucu dan menggemaskan,
"cantik Ra kayak mamanya" ujar Andi,
Nera tertawa kecil,
"bisa saja kamu Ndi"
Vino melihat wajah anaknya sendiri, entah kenapa hatinya senang tapi ada yang kurang,
iyah Vino baru ingat kalau dia belum berkata jujur tentang dirinya melecehkan Nera, cuman masalah itu yang belum terselesaikan sampai saat ini,
"apa aku bilang sekarang, penting semua sudah berkumpul semua disini, ah nanti saja kalau Nera sudah pulang, aku gak mau membuat senyuman Nera melihat anaknya menjadi pudar karena aku" Batin Vino,
"mau di namain siapa Ra?" tanya mama Nera,
"aku mau namain dia Keisya ma, atau juga bisa dipanggil Kei" ucap Nera,
"iya Ra mama setuju, namanya bagus" sahut mama Nera,
"nama anak Nera sekarang kei" ucap mama Nera kepada Andi, Vino dan juga suaminya, mereka semua menganggkukkan kepala nya.
🥀
like and Comment ya buat Nera yang sudah lahiran😊
__ADS_1
👇🏻💬❣️