
"pa kasihan Vino" ucap Nera,
"biarin saja, papa merasa curiga dengan dia"
"dia orang baik pa"
"kok kamu malah belain dia, kamu kan baru kenal sama dia"
"terserah papa deh" kata Nera sambil meninggalkan papanya,
papa Nera menghela nafasnya,
Nera masuk ke kamarnya dan melihat ponselnya, biasanya Andi sering chat dulu, tapi Nera tidak melihat chat dari Andi sama sekali, Nera berpikir pasti Andi masih marah dengannya gara-gara kejadian kemaren, Nera mencoba chat Andi dulu,
P
Andi
Ada apa ra
Kamu masih marah sama aku
enggak kok
aku tahu ini salahku
aku minta maaf ya ndi
iya Ra aku maafin kok
makasih ndi
__ADS_1
kata terakhir itu, Andi tidak menjawabnya lagi, Nera berpikir kenapa Andi berubah, dari kata di chat biasanya Andi selalu chat dulu atau sering kasih kata sayang, tapi ini malah tidak ada sama sekali, Nera takut kalau Andi akan membencinya.
*
ke esokan harinya, bertetapan hari libur Nasional Nera menghabiskan waktunya untuk menggambar di taman dekat rumahnya, dia menggambar anak anak kecil bermain dan pemandangan yang ada di taman,
setelah menggambar cukup banyak, Nera pun balik ke rumahnya saat berjalan mulut Nera ada yang menutupnya, dan badan Nera ada yang memegangnya dari belakang, Nera tidak bisa berteriak dan bernafas, mata Nera lama kelamaan menjadi buram dan tertutup, Nera tidak sadarkan diri, ternyata yang melakukan itu kepada Nera yaitu Ardan,
"Nera maafin aku, aku terpaksa ngelakuin ini"
ucap Ardan, lalu memasukkan Nera ke dalam mobilnya, Andi membawanya ke kamar hotelnya saat dalam perjalanan, Nera membuka matanya, dan melihat dia sedang berada didalam mobil, dia melihat ke arah depan dan melihat ada seorang cowok sedang menyupir,
"siapa kamu" ucap Nera lemas,
Ardan melihat ke arah kaca atas dan melihat Nera sudah terbangun lalu Ardan memberhentikan mobilnya di pinggir jalan yang sepi,
lalu dia menoleh ke belakang,
Nera terkejut melihat wajah Ardan yang tersenyum,
"kamu"
"iya ini aku"
"kenapa aku ada disini" ucap Nera,
Ardan membuka sabuk pengaman dan keluar dari mobilnya, Nera melihat Ardan lalu masuk ke belakang mobilnya dan menutup pintu mobilnya, Nera sangat takut apa yang mau dilakukan Ardan ini,
"gak usah takut, aku akan membuatmu bahagia" ucap Ardan dengan senyuman,
Ardan langsung membuka kancing baju Nera, seketika Nera menyingkirkan tangan Ardan,
"apa yang sedang ka-" ucapan Nera berhenti karena Ardan langsung mencium bibir Nera,
Ardan mengelus paha Nera, lalu mencium cium leher Nera,
Nera juga tidak bisa menghelanya dia juga merasakan kenikmatan, tapi Nera berusaha mendorong Ardan, tapi Ardan mencium bibir Nera lagi, Nera menangis,
"hentikan.. sudah.." teriak Nera,
Baju Nera di buka Ardan, dan nafsu Ardan tidak terkendali, Ardan *** remas dada Nera, seketika Nera terkejut, dan langsung menampar pipi Ardan,
"aku sedang hamil" teriak Nera,
Ardan pun kaget mendengar ucapan Nera barusan,
"apa tadi" ucap Ardan melihat wajah Nera yang menangis,
"aku sedang hamil, kamu puas" ucap Nera marah,
Nera langsung mengancing bajunya kembali,
"kamu hamil anak siapa" ucap Ardan,
"aku tidak tahu" kata Nera sambil menangis,
__ADS_1
Ardan berpikir apa jangan-jangan Nera hamil anak ku, karena Nera tidak mungkin melakukan hubungan itu, karena dia sangat polos, kecuali diperkosa saya,
"apa kau hamil anakku" ucap Ardan,
"apa"
Nera kaget,
"apa maksudmu bicara seperti itu"
"kamu ingat waktu kamu kecelakaan di tabrak mobil, lalu saat di perkosa di dalam hotel"
Nera sangat ingat kejadian itu, karena dia tidak akan pernah melupakannya.
"itu adalah ulah ku" ucap Ardan,
Nera menatap Ardan dengan wajah terkejut,
plaakk
Nera menampar pipi Ardan,
"cowok keterlaluan kamu, berrati dugaanku benar, ternyata selama ini, kamu yang sudah memperkosaku"
"Nera"
"aku benci kamu" teriak Nera marah, lalu keluar dari mobil Ardan,
"Nera Nera" ucap Ardan sambil memegang tangan Nera,
"lepas"
Nera melepaskan tangan yang dipegang Ardan,
"aku akan bertanggung jawab" ucap Ardan keras,
Nera cuman terdiam kaku, dia juga masih bingung ini anak siapa, atau juga ini anak dari perampok itu atau Ardan, dia juga tidak tahu, kalau Ardan tanggung jawab, dan ini bukan anaknya melainkan anak dari perampok itu, apa dia akan menerimanya,
"aku akan jujur, bilang ke orang tuamu kalau kau hamil karena aku" ucap Ardan
"tidak usah" kata Nera datar,
lalu Nera berlari meninggalkan Ardan,
Ardan tidak mengejar Nera, tapi cuman melihat nya,
"gue berhasil"
kata Ardan di dalam hatinya sambil tersenyum miring,
🎭
***huwaa niat Ardan ke Nera apa ya, apa jangan jangan Ardan cuman manfaatin Nera atau benar-benar akan bertanggung jawab.
tunggu episode berikutnya!
tekan tombol like di bawah ini
__ADS_1
👇🏻***