Nera Story

Nera Story
part 16


__ADS_3

Nera berlari entah kemana, dia juga tidak tahu jalan ini, dia coba bertanya kepada orang yang ada di situ, dia melihat ada seorang cowok yang berjalan sendiri, dia nyempetin orang itu,


"permisi saya mau bertanya"


saat orang itu menoleh betapa terkejutnya Nera melihat Andi,


"Andi" ucap Nera,


"Nera" kata Andi terkejut,


Nera pun langsung memeluk Andi sambil menangis,


"Nera kamu kenapa ada disini" ucap Andi,


"aku.. aku.. diculik"


"apa" kata Andi dengan melepaskan pelukan nya,


"siapa yang menculikmu"


"dia.. teman papaku"


"tapi kamu gak papa"


"aku gak papa kok, aku berhasil kabur"


lalu Andi memeluk Nera kembali, Andi sangat khawatir dengan Nera,


"yasudah aku akan antar kamu pulang" ucap Andi,


sebelum itu Nera harus berkata jujur kepada Andi, dia ingin masalah ini cepat terselesaikan, dia juga tidak mau terus-terus an berkata bohong terhadap Andi,


"Andi aku mau bicara dulu sebentar"


"bicara apa Ra, bicara saja"


"aku.. aku.. sekarang lagi.. ha.."


Andi tetap menunggu ucapan Nera,


"aku sedang hamil"


"ha"


Andi sangat terkejut, apa Nera sedang lagi bercanda, tapi tidak mungkin dalam kondisi Nera seperti ini tidak mungkin Nera lagi bercanda,


"maksudmu apa Ra" ucap Andi masih bingung,

__ADS_1


"iya ndi aku hamil, aku.. sudah pernah diperkosa"


Nera mengucurkan air matanya,


"maaf ndi selama ini aku selalu bohong sama kamu, karena ini"


"berarti waktu ada bekas merah itu, gara gara kamu diperkosa"


Nera menganggukkan kepalanya, Andi lalu memeluk Nera erat, dia juga salah paham terhadap Nera, dia berpikir Nera sudah tidak peduli dengannya tapi tidak Nera malah menyembunyikan masalah besar terhadapnya,


"siapa yang menghamilimu Ra"


"aku juga tidak tahu, waktu itu aku tidak melihat wajah orang itu"


Nera menangis tersedu sedu, ternyata Andi tidak marah terhadapnya,


"kamu pasti kecewa kan sama aku" ucap Nera,


"tidak sama sekali Ra, malahan aku kasihan terhadapmu, kenapa kamu gak bilang dari dulu"


"aku takut kamu malah meninggalkan ku, aku takut kalau kehilangan kamu, aku takut kalau kamu bakal kecewa, aku takut kalau kamu bakal marah ndi"


Nera menangis tersedu sedu, Andi melepaskan pelukannya,


ssttsstt


"sudah sudah Ra, aku kan sudah berjanji tidak akan pernah meninggalkanmu dalam kondisi apapun termasuk ini"


Andi terdiam, dia juga tidak tahu apa hatinya akan menerima anak dari orang lain ini bukan dari anaknya, tapi Andi terlalu cinta terhadap Nera dia juga tidak rela meninggalkan Nera dalam kondisi seperti ini, intinya Andi akan berusaha mencari siapa yang sudah memperkosa pacarnya ini.


"iya Ra aku akan menerimanya" ucap Andi,


*


setelah sampai di rumah Nera, ibu Nera keluar dan melihat anaknya bersama Andi,


"Nera" teriak mamanya sambil berjalan menuju Nera,


"kamu kemana saja Ra, mama telfon kamu gak diangkat angkat"


"aku dari taman ma, lagi menggambar dan aku gak bawa hp"


"oh lain kali kamu kemana mana bawa hp ya"


"baik ma"


"eh Andi ayok masuk dulu"

__ADS_1


"enggak usah tante aku balik dulu soalnya ada keperluan"


"yaudah kalau gitu"


"permisi tante, Nera"


"Andi" ucap Nera,


"makasih ya"


lalu Andi menjawabnya dengan tersenyum dan mengangguk kepalanya,


Andi keluar dari rumah Nera dan menaiki sepedanya, dan didepannya ada Vino yang kaget melihat Andi keluar dari rumah Nera, Vino menunggu cowok itu pergi dari rumah Nera, setelah pergi Vino langsung berjalan depan rumah Nera, Vino sangat deg-deg an dia agak takut dengan papanya, Vino mendodok pagar Nera,


"iya bentar" ucap mama Nera sambil membuka pagarnya,


"eh Vino, kenapa kesini ada perlu sama Nera" ucap mama Nera,


"enggak kok Tante, ini aku mau ngembalikin baju om yang kemaren"


"oh gak usah repot repot, kamu ambil saja tidak papa"


"tapi saya di suruh om buat ngembalikin baju ini"


"ya ampun memang suami saya keterlaluan, yasudah saya ambil ya" kata mama Nera dengan mengambil baju di tangan Vino,


"Nera nya ada Tante"


"ada didalam, dia baru saja datang dari taman, katanya habis menggambar, eh pulang-pulang saya lihat mukanya agak pucat, tapi Tante belum bilang dia kenapa"


Vino khawatir dengan Nera apa yang terjadi sama dia sampai katanya mukanya pucat,


"mohon maaf Tante tadi saya lihat ada cowok keluar dari rumah ini barusan siapa ya"


"oh itu pacar Nera namanya Andi"


jlep Vino terkejut ternyata Nera sudah punya pacar, dia sangat sedih mendengar itu.


"yaudah saya permisi dulu te, sama titip salam buat Nera, permisi"


"iya hati hati ya Vino"


*


hati Vino hancur ternyata Nera sudah punya pacar, putus sudah harapannya, tangan Vino memukul tembok, rasanya semua badan ini retak tidak bisa berbuat apa apa lagi, dia ingin memperjuangkan Nera karena kesalahan yang sudah dia perbuat pada Nera tapi akhirnya tidak bisa, karena hati Nera sudah ada yang punya.


🥀

__ADS_1


***saya juga bingung harus milih siapa antara Vino atau Andi, kedua cowok yang baik.


like like like💟***


__ADS_2