
"Nera lo pulang bareng gue gak" ucap Lisa,
"enggak usah deh Lis, gue jadi gak enak sama kamu"
"ah udah lah lo sesama teman kan harus saling membantu, iya gak"
"hmm yasudah deh"
mereka berdua keluar dari kelasnya menuju parkiran mobil, saat mereka berjalan ke parkiran tiba tiba tangan Nera ada yang memegangnya,
"aahh" Nera terkejut, ternyata yang memegangnya adalah Andi,
"Andi kamu bikin aku kaget" ucap Nera,
Andi tertawa,
"maaf Ra"
"ada apa memangnya"
"kamu kenapa kok ke parkiran"
"ini gue pulangnya bareng Lisa"
"loh kenapa kok gak bareng aku Ra"
"aku gak mau kamu repot ndi, kamu sering bantuin aku, jadi aku gak enak minta tolong sama kamu terus"
"Ra terus apa gunanya coba gue mau jadi pacar mu"
"permisi, maaf ganggu, Nera kamu jadi bareng aku atau tidak soalnya habis ini aku mau keluar sama keluargaku"
"ah maaf Lis"
"Andi kali ini aku pulang nya sama Lisa dulu ya"
"yasudah kalau gitu, kamu hati hati ya Ra"
"iya ndi"
"dan jangan lupa untuk jaga anak kita ini" ucap Andi tersenyum,
**Jleepp**!
Nera kaget apa yang Andi katakan membuat hatinya tidak kuat, Nera berpikir Andi tidak peduli dengan anak ini, malahan sebaliknya Andi mengatakan ini adalah anaknya, tapi yang asli ini bukan darah dagingnya, Nera sangat sedih.
*
__ADS_1
setelah sampai di rumah, Nera turun dari mobil Lisa,
"Lisa makasih ya sudah nganterin aku"
"iya Nera sayang, yaudah ya aku langsung pulang, oh ya titip salam buat mama and papamu ya"
"Iyah Iyah"
"daahh Nera see you tomorrow"
Nera melambaikan tangan ke Lisa, setelah itu Nera berjalan menuju ke rumahnya,
"Nera" teriak seseorang dari belakang, Nera menoleh ke sana sini, tidak ada orang, dan saat Nera menoleh ke samping kanan, ada Ardan yang berjalan menuju Nera,
Nera terkejut, apa yang dilakukan Ardan ini, apa dia akan menculiknya lagi, gak berpikir lama Nera berlari masuk ke dalam rumahnya,
"Nera Nera tunggu" ucap Ardan sambil ber lari ke arah Nera, Ardan berhasil memegang tangan Nera sebelum masuk ke rumahnya,
"lepasin" ucap Nera,
"Nera bentar, aku mau bicara sama kamu"
"aku gak mau bicara sama kamu, lepasin gak"
"aku gak mau lepasin sebelum kamu mau mendengarkan aku dulu"
Ardan melepaskannya,
"Nera, maafin atas kejadian kemarin, aku benar benar menyesal melakukannya, aku janji aku tidak akan pernah berbuat itu lagi"
"percuma semua sudah terlanjur, sekarang aku hamil, aku sudah tidak bisa berbuat apa apa lagi"
"aku janji, aku akan menjaga anak kita ini dengan baik"
Nera masih bingung sampai saat ini, dia belum percaya kalau anak nya ini darah daging dari Ardan atau perampok itu, dan sampai saat ini Nera belum menemukan perampok yang sudah memperkosanya,
Ardan juga sudah minta maaf kepadanya, tapi Andi menerima anak Nera ini meski bukan dari darah dagingnya, meski anaknya ini tahu kalau Andi bukan ayah kandungnya, pasti dia akan sedih karena tidak tahu siapa ayah kandung yang sebenarnya, Nera tidak mau hal itu sampai terjadi,
"sebaiknya aku akan bertanggung jawab atas hal ini, aku akan bilang ke orang tuamu, kalau yang menyebabkan ini adalah aku"
"tidak usah, tidak usah bilang ke mama dan papaku, aku mohon"
"kenapa Ra"
"rahasiakan kepada orang tuaku, mereka jangan sampai dengar soal ini"
"terus bagaimana nasibmu"
__ADS_1
"aku akan menjaga anakku ini sendirian, kalau kamu mau menjenguknya boleh, asal jangan bilang dulu kalau kau adalah ayah kandungnya"
"maksutnya, jelas-jelas ini adalah anakku"
"aku mohon, jangan bilang gitu, itu pesan ku"
Ardan tidak tega melihat wajah Nera yang sedih itu, dia menjawabnya dengan menganggukkan kepalanya,
"Nera sebagai tanda terima kasihku pada mu, aku boleh memelukmu terakhir kalinya"
Nera kasihan kepada Ardan, lalu Nera menjawabnya dengan tersenyum,
mereka berdua berpelukan erat, Ardan menyesali perbuatannya kepada Nera selama ini, beberapa saat kemudian,
dari kejauhan Manda melihat dari mobilnya Ardan sedang berpelukan dengan seorang cewek, seketika Manda kaget dia gak salah lihat itu adalah Ardan, dia berpikir apa jangan jangan itu Nera yang pernah di ucapkan Ardan waktu itu, tangan Manda mengepal dia tidak tahan lagi dengan cewek pelakor itu, ternyata dia yang sudah membuat hati Ardan berpindah.
"Nera!!!" teriak Andi melihat Nera sedang berpelukan dengan seorang cowok,
Nera langsung melepaskan pelukannya setelah melihat Andi,
"Andi ini bukan yang kamu lihat, aku bisa jelasin kok" ucap Nera gugup,
"aku menyesal Ra" ucap Andi lalu memasang kembali helmnya dan pergi dengan sepeda motornya meninggalkan Nera,
"Andi.. Andi.. tunggu.. aku bisa jelasin ini semua.." teriak Nera sambil mengejar motor Andi,
Nera menangis tersedu sedu,
sementara Manda tersenyum miring,
"dia kayaknya pacar dari cewek pelakor itu, hmm menarik"
ucap Manda didalam hatinya, setelah itu pergi dari tempat itu.
"Nera kamu tidak papa" ucap Ardan,
"ini semua gara gara kamu, kamu bikin hidup ku hancur" ucap Nera kesal,
Nera tidak kuat lagi dengan ini, dia langsung berlari masuk kedalam rumahnya, Ardan tidak bisa mencegah Nera, karena Nera sudah terbawa emosi karenanya.
π₯
***Huuwaa Andi salah paham nich, bagaimana Nera menyelesaikan kesalahpahaman ini.
tunggu episode berikutnya!
jgn lupa tekan tombol iniππ»
__ADS_1
ππ»π***