
"Nera sayang, mama khawatir banget sama kamu, sampai muka mu sangat pucat begini"
ucap mama sambil memegang tangan Nera,
"mama ga usah khawatir, aku cuman kecapekan kok ma"
"Ra maafin mama kalau ini menyakiti hatimu"
"maksut mama apa, Nera ga ngerti"
"jadi mama punya test pack, mama ngerti ini berat buat kamu"
Nera ketawa bingung,
"apa sih ma"
"maaf mama sayang, mama cuman takut kalau kamu hamil"
"enggak lah ma, gak mungkin aku hamil" Nera masih tidak percaya dengan kata kata mamanya,
lalu mama Nera menangis,
"ma.. ma.. kenapa nangis sih, yaudah kalau gitu aku coba ya ma" ucap Nera sambil mengambil test pack dari tangan Nera, lalu pergi ke kamar mandi,
mamanya berdoa,
"ya Tuhan semoga Nera tidak terjadi apa apa dengannya"
*
"tanda hamil dari efek mual mual, aku sudah mengalaminya, enggak enggak aku gak mungkin hamil" gumam Nera,
beberapa saat kemudian Nera melihat test pack nya dan hasilnya positif, seketika Nera sangat terkejut melihatnya,
"enggak enggak ini salah"
"aku.. gak mungkin hamil"
"test pack nya pasti rusak"
Nera menangis, dia masih tidak percaya yang dia lihat ini, lalu dia berdiri dan membuang test packnya di tempat sampah, lalu keluar kamarnya,
"sayang gimana" ucap mama dengan wajah khawatir,
"enggak kok ma"
"benar"
Nera cuman mengangguk,
"aku ambil minum dulu"
mamanya mencegah Nera pergi,
"mama tau kalau kamu lagi bohong"
curiga mamanya, karena wajah Nera terlihat gugup,
Nera pun memeluk sang mama, sambil menangis,
"iya.. ma.."
"maksut kamu"
"aku benar hamil"
__ADS_1
"apa" mamanya terkejut, sambil melepaskan pelukannya,
"enggak anakku gak mungkin hamil"
"benar ma, aku sudah lihat kalau hasilnya positif"
"tapi kamu cuman diperkosa si perampok itu kan, gak ada yang lain"
Nera baru sadar, sebelum perampok itu, ada lagi yang memperkosanya saat di hotel itu,
"ehm enggak ma cuman dia" Nera terpaksa bohong,
mama memeluk Nera erat dengan penuh kasihan,
"maafin mama sayang, kamu harus menanggung semua ini" kata mama dengan menangis
"ini salah ku ma, aku nya saja yang tidak berhati hati" jawab Nera juga menangis di pelukan mamanya,
"papamu sudah menelfon polisi, dan mencari perampok itu, dia juga harus bertanggung jawab" ucap mama kesal,
"ma, aku malu, kalau sekolah perutku lama lama pasti akam besar, dan semua akan tahu kalau aku sedang hamil" kata Nera dengan wajah sedih,
"kalau sudah membesar, lebih baik kamu pakai baju yang besar, supaya tidak terlihat"
Nera cuman mengangguk kepalanya,
🍃🍃
malam telah tiba, keluarga Nera pergi ke sebuah restoran yang terkenal di kotanya, niat mereka ingin bertemu teman teman papanya untuk urusan bisnis,
"semoga aku tidak mual mual"
gumam Nera,
tak lama kemudian mereka semua datang, sekitar 6 orang yang datang, mereka semua membawa keluarganya masing masing,
"Ardan sudah datang, silahkan duduk"
ucap papa Nera,
Ardan melihat semua sudah berkumpul di meja makan, tapi tatapannya menuju ke arah Nera yang sedang melihatnya, Nera langsung saja berpaling muka, sepertinya Ardan mengenal cewek ini,
Ardan terus melihat ke arah Nera, Nera juga merasa kalau dia sedang dilihatin oleh Ardan,
"gimana Ardan menurutmu" ucap salah satu teman papa Nera,
Ardan tidak mendengarnya, dia terus memandangi Nera,
"Ardan" ucap papa Nera sambil memukul tangan Ardan,
Ardan terkejut
"eh iya ada apa, maaf saya tidak mendengar, tolong ulangi"
"hmm tolong dengarkan baik baik, ini urusan bisnis besar" ucap teman papa kesal,
"baik baik"
tak lama dari itu,
huueekk
"pa aku ke toilet dulu"
ucap Nera bergegas ke toilet ,
__ADS_1
sedangkan mama Nera sangat khawatir dengan kondisi anak nya dan kandungannya,
Ardan melihat Nera berlari ke toilet, lalu Ardan berdiri untuk menyusulnya,
"Ardan mau kemana kamu" kata papa Nera,
"saya permisi dulu mau ke toilet" ucap Ardan lalu pergi ke toilet,
*
"ya ampun kenapa aku mual waktu yang tidak tepat"
Nera duduk di WC,
saat Nera membuka pintu kamar mandi, didepannya ada Ardan yang sedang tersenyum,
"kenapa kamu ada disini" ucap Nera bingung,
"ternyata aku bertemu kamu disini, kucing kecilku"
"maksut kamu"
"kamu tidak ingat siapa aku"
"aku ga pernah bertemu sama kamu"
"kita pernah bersenang senang di hotel waktu itu" ucap Ardan dengan mendorong Nera masuk lagi ke toilet dan menguncinya,
"apa sih, lepasin gak, aku mau keluar"
"aku gak mau ngelepasin sebelum kamu ingat"
lalu Ardan mencium leher Nera sambil meraba raba paha Nera,
"jangan lepasin" teriak Nera,
duukkk
tendang Nera ke arah kelamin nya Ardan, lalu Nera keluar dari toilet dan berlari menuju papa dan mamanya,
Nera duduk dengan nafas yang tersendat sendat, karena berlari,
"sayang kamu ga papa kan"
"enggak kok ma"
"kenapa tadi lari"
Nera ketawa,
"tadi ada kecoa di toilet ma, terus aku lari"
"sayang hati hati dengan kandunganmu" bisik Mamanya,
"iya ma"
lalu disusul dengan Ardan datang dan duduk di kursi depan Nera, sambil merapikan jas nya,
"cowok brengsek"
kata Nera didalam hati kesal melihat Ardan,
🌃
**wuah panjang banget ceritanya
__ADS_1
jgn lupa lagi untuk 👍 & vomment
habis ini aku kasih foto pemeran nya, ditunggu ya🤗**