
Nera beserta kedua orang tuanya pergi ke sekolah, niat orang tua Nera sangat tidak tega dengan mengeluarkan anaknya dari sekolah, hari ini Nera memakai baju yang besar untuk menutup perutnya yang sudah membesar,
"Nera apa kamu siap untuk tidak sekolah?" tanya mama Nera,
Nera sangat sedih mendengar nya, yang asli dia sangat tidak sanggup menerima keadaannya ini, lalu dia melihat ke arah perutnya lalu mengelus ngelus,
Nera mendongak ke arah mamanya lagi,
"iya ma aku sudah siap kok"
dengan senyuman terpaksa mereka bertiga pergi ke ruang BK,
"permisi Bu" ucap Ayah Nera,
"iya silahkan masuk" ucap Bu Dina, guru BK
mereka bertiga duduk berdampingan,
"jadi mohon maaf sebelumnya bu kita disini mau membicarakan tentang Nera anak saya" ucap Mama Nera,
"iya Buk ada apa ya dengan Nera"
"kami besok akan pindah ke luar kota, jadi saya mau memindahkan sekolah Nera anak saya"
lanjut ayah Nera,
"oh jadi Nera mau keluar dari sekolah ini, begitu buk?"
"iya karena rumah kita jauh dengan sekolah ini, jadi kita sekalian pindah in Nera"
"baiklah kalau begitu, saya akan mengurus ngurus pengeluaran Nera"
"terima kasih Bu"
*
Nera keluar dari ruang BK, dan melihat sekeliling sekolahnya yang sangat dia cintai ini, berjuta kenangan ada di sekolah ini, mulai hari ini adalah hari terakhir Nera masuk dalam sekolah tercintanya ini,
"mama papa aku mau jalan jalan ke sekolah ini untuk terakhir kalinya"
"yaudah sayang, kami tunggu di mobil ya"
Nera mengangguk lalu pergi berjalan mengelilingi sekolah, sementara mama Nera tidak sanggup melihat putrinya yang harus tidak sekolah, air bening menetes dari matanya,
"udah gak usah nangis, memang ini sudah takdir Nera" ucap ayah Nera,
"aku sebagai orang tua memang benar benar tidak becus menjaga Nera baik baik"
__ADS_1
Ayah Nera memeluk istrinya yang terus terusan menangis.
*
Nera melihat sekeliling sekolah nya yang begitu indah, air mancur yang airnya sangat bening, pohon pohon yang menari nari, dan angin yang berhembus, membuat Nera rindu dengan sekolahnya,
dia mencoba berjalan ke kelasnya melewati kelas Andi tapi sebelum itu Nera memakai masker dan topi agar tidak ketahuan oleh siapapun, dia melirik ke arah kelas Andi yang suasana sangat sepi, Nera melihat Andi sedang fokus ke depan, dan dengan tiba tiba Andi melihat ke arah Nera, seketika Nera terkejut dan langsung pergi begitu saja,
Andi yang terkejut melihat seseorang misterius melihatnya dan langsung pergi,
"Ne- Nera" gumam Andi,
Andi mengangkat tangannya,
"Bu permisi mau ke toilet"
Bu guru mengangguk ke arah Andi,
Andi langsung ber lari keluar kelasnya dan mencari seseorang tadi, dan yah ternyata seseorang itu masih berjalan di depan toilet,
"Tunggu" ucap Andi,
seketika langkah kaki Nera berhenti mendengar panggilan Andi dari belakang,
"siapa kamu" tanya Andi,
Nera memberanikan diri menoleh ke belakang dengan perlahan, Nera dan Andi saling bertatapan, tapi Andi tidak menyadari kalau itu adalah Nera karena wajah Nera masih ditutup oleh masker,
Nera perlahan membuka masker nya, dan betapa terkejutnya Andi melihat kekasihnya,
"Nera" ucap Andi,
tapi Nera hanya terdiam di sana, Andi melangkahkan kakinya berjalan ke arah Nera,
"Nera kamu kenapa pakai baju begini?"
"a- aku gak sekolah"
"apa? tapi kenapa kamu bisa ada di sini?"
"aku- aku keluar dari sekolah ini Ndi"
Andi tertawa,
"kamu kenapa masih bercanda sih sayang, kamu itu sudah telalu gemesin" ucap Andi,
"aku gak bercanda ndi, aku beneran sudah keluar dari sekolah ini"
__ADS_1
"ha? kenapa kamu keluar Nera, apa yang sedang terjadi sama kamu?"
"kamu kan tahu sendiri, perutku sudah membesar ndi, jadi aku keluar dari sekolah ini, sebelum semua rahasia ku ini tersebar kemana mana" Nera menangis,
Andi memeluk Nera dengan sangat sedih mendengar Nera,
"kamu yang sabar ya Nera, setelah lulus sekolah, aku langsung menikahi mu, jadi kamu gak usah khawatir"
"m- maaf Ndi"
Andi melepaskan pelukannya,
"hey kamu gak salah Ra, yang salah itu yang memperkosa mu" ucap Andi sambil mengusap air mata Nera yang terus terjatuh.
dan ada seorang cewek keluar dari toilet dan melihat ke arah Andi dan Nera,
"Andi" ucap Lisa lalu beralih ke wajah Nera,
"Ne- Nera, kamu Nera kan" tunjuk Lisa ke arah Nera,
Nera tersenyum,
"iya Lis ini aku"
"Nera kenapa kamu gak pakai seragam?" ucap Lisa,
"hari ini aku keluar dari sekolah Lis"
"apa Ra? keluar"
"iya ini hari terakhirku dari ke sekolah ini"
"memangnya kenapa kamu keluar Ra, apa alasannya?" ucap Lisa tidak percaya,
"karena ini" Nera mengelus perutnya,
Lisa paham akan kondisi Nera, dia langsung memeluk sahabatnya ini,
"Nera sabar ya Ra, kamu harus tetap kuat"
"iya Lis aku akan selalu berusaha kuat untuk menjaga anakku ini"
Lisa menangis mendengarkan ucapan Nera sahabatnya ini.
**dadah Nera sudah keluar dari sekolah.☹️
__ADS_1
tapi kalian jangan sedih ya, Nera selalu akan tetap tegar, untuk mengahadapi masalahnya ini.
jgn lupa tinggalkan jejak yaa👍🏻😅**