Nera Story

Nera Story
part 28


__ADS_3

Nera melangkahkan kakinya menuju ke dapur untuk memasak, dia melihat mamanya sudah berada di sana,


"mama mau masak apa?" tanya Nera,


"mama mau masak nasi goreng ke sukaan kamu" ucap mama sembari memotong bawang,


"aku bantuin ya ma"


"gak usah sayang kamu duduk dikursi saja, kan kamu lagi hamil"


"tapi Nera pingin masak ma buat calon anakku besok"


"itu urusan gampang, perut kamu sudah besar, kalau dipaksakan takut anakmu itu kenapa napa"


"yaudah kalau gitu ma, Nera tunggu di kursi ya"


mama Nera tersenyum sambil mengangguk pelan,


Nera duduk di kursi meja makannya, sambil menunggu sarapan yang dibuat mamanya, Nera tersenyum melihat mamanya hari ini sangat semangat,


Nera mengelus perutnya sambil berkata,


"kalau kamu sudah lahir, kamu akan lihat mama masak kayak nenekmu itu ya"


tak lama kemudian nasi goreng buatan mama Nera sudah ada didepan Nera sekarang, begitu lezatnya, dan bau nya sangat enak,


"emm enak banget kayaknya ma"


"mama bikinin yang spesial buat kamu sekarang"


Nera tersenyum tipis,


"makasih mama sayang"


Nera mencicipi nasgor buatan mamanya, dan betapa terkejutnya, nasgor ini sangat lah enak,


"enak banget ma, Nera suka"


"dihabiskan ya, biar anakmu sehat"


Nera mengangguk, mama Nera melihat Nera yang begitu lahap memakan nasi gorengnya, dan mama Nera baru ingat,


"oh ya Ra kamu belum lama periksa ke dokter ya?" tanya mama Nera,


"iya ma belum"


"nanti siang kamu ke rumah sakitnya, ngecek kandungan mu, sekalian tanyain jenis kelamin anakmu ini"


"siap ma, tapi aku kesana sama siapa, sama mama?"


"mama ingat, mama nanti siang mau nemuin teman mama yang baru datang dari luar negri"


"yaudah kalau gitu aku berangkat sendiri saja naik taxi"


"jangan sayang, kamu lebih baik diantar Andi, mama khawatir takut kamu terjadi apa apa kalau sendiri"


"iya ma"


"coba kamu telfon Andi dulu"


Nera mengambil ponselnya di saku celananya,


"halo Andi"


"iya sayang kenapa telfon"


"Andi nanti siang ada acara gak"

__ADS_1


"kayaknya sih ada Ra, kenapa memangnya?"


"aku mau ditemenin ke rumah sakit Ndi, buat cek kandungan"


"yah aku nanti ada bimbel di sekolah Ra, oh gak papa aku hari ini gak ikut dulu buat nemenin kamu"


"ah Andi jangan bolos bimbel, berapa bulan lagi kan kamu ujian, nanti nilai mu jelek nanti"


"terus kamu nya gimana?"


"aku minta tolong Vino saja Ndi, gak papa kan, ini cuman nganterin doang kok"


"hmm yaudah deh, tapi kamu hati hati ya, jangan sampai lupa kalau masih ada aku"


"iya iya bawel"


Nit.


mama Nera menunggu ucapan dari anaknya,


"gimana Ra?"


"Andi nanti siang ada bimbel disekolah ma jadi gak bisa"


"yaudah besok saja kalau gitu ke rumah sakit nya"


"tapi aku bilang ke Andi sama Vino saja ma, lain kali Vino bisa nganterin aku"


"oh iya Vino, coba gih telfon Vino"


Nera mencoba menghubungi Vino.


sementara Vino mengambil hpnya di saku baju karena berdering, dia melihat yang menelfon adalah Nera, wajah Vino mulai memerah,


"Halo Ra ada apa"


"Vino nanti siang kamu ada keperluan gak atau acara gitu"


"Vino mau nganterin aku ke rumah sakit gak?"


"ha ke RS siapa yang sakit Ra, kamu?"


"enggak ada yang sakit kok, aku cuman mau ngecek kandungan aku doang"


"oh kirain, boleh kok Ra, nanti siang ya?"


"maaf ya Vin ngerepotin kamu, soalnya mama sama papa nanti keluar, terus Andi ada bimbel di sekolah"


"haha its oke Ra"


"yaudah Vino makasih ya, see you"


Nit.


Vino memasukkan hpnya ke saku celananya, sambil tersenyum bahagia, karena nanti bisa bersama dengan Nera, orang yang dicintainya tapi tidak akan bisa memilikinya.


12.50


Vino menunggu diluar rumah Nera, tak lama dari itu, Nera keluar dari rumahnya, berjalan berhati hati, sambil memegang perutnya yang sudah membesar,


"hati hati Ra" ucap Vino, sambil membuka pintu mobil untuk Nera masuki, mereka berdua naik taxi bersama,


"Nera" panggil Vino, sontak Nera menoleh,


"kamu mau ngecek kandungan?" tanya Vino,


karena dari tadi ada keheningan diantara mereka,

__ADS_1


"iya Vin, sudah lama gak nge cek"


"oh, semoga anakmu sehat sehat saja ya Ra"


"iya Vin amin"


"semoga anak kita baik baik saja ya Ra" Batin Vino,


beberapa menit perjalanan, tibalah ke rumah sakit, Vino membuka pintu dan membantu Nera keluar dari mobil,


Nera dan Vino melangkahkan kakinya berjalan menuju kursi tunggu,


"Nera aku kesana dulu ya, buat daftar"


"iya Vin"


"eh itu bukannya Vino ya"


"Vino siapa sih?"


"itu loh yang preman nya perempatan jalan, yang paling ganteng"


"oh iya itu ya, sekarang sama tuh cewek"


"ceweknya cantik juga, tapi dia hamil, apa jangan jangan dia istrinya ya"


"atau dia pernah memperkosanya?"


"makannya dia sudah gak terlihat di perempatan biasanya"


"mungkin dia mau tanggung jawab sama tuh cewek, jadi dia keluar dari grup preman itu"


"iya kali, yang asli Vino sama cowok atau pun juga cewek dia selalu berbuat kasar, tapi sama tu cewek kok beda jauh ya kelakuannya"


"paling vino nolongin tuh cewek cuman ada maunya, ya cewek itu cuman dimanfaatin doang, atau Vino cuman melihat cewek itu kasihan jadi dia terpaksa nolongin"


"iya kasihan ya cewek itu"


Nera mendengarkan semua ucapan dari dua orang dibelakangnya yang sedang membicarakan Vino dan dia,


"Vino dulunya berarti preman, apa jangan jangan Vino jahat sama aku, atau juga dia cuman pura pura baik sama aku" Batin Nera,


"Ra kita dapat urutan ke lima, dan sekarang sudah urutan ke tiga" ucap Vino sembari duduk disebelah Nera, Vino melihat wajah Nera yang terlihat bengong,


"Ra Nera" ucap Vino sambil menepuk pundak Nera, sontak Nera langsung sadar lagi,


"ha Vino, ada apa Vin"


"kamu dengar ucapan ku tadi"


"eh.. enggak Vin maaf, aku tadi ngelamun"


"kita dapat urutan ke lima, dan sekarang sudah urutan ke tiga, berarti habis ini" ucap Vino menjelaskan,


"oke oke"


Nera masih memikirkan ucapan dari seseorang dibelakangnya tadi,


Nera mencoba melirik ke arah Vino yang sedang membuka ponselnya,


"Vino terlihat gak seperti preman, dia orangnya baik, tapi kata orang itu, Vino sering berbuat kasar terhadap semua orang termasuk cewek, tapi kenapa ke aku kok enggak malah sebaliknya" batin Nera.


🥀


*ya karena Vino suka sama kamu Ra, gak peka amat haha.


mau lanjut atau enggak?

__ADS_1


sorry ya telat gak upload setiap hari, soalnya saya banyak tugas, jadi gak sempat buka hp.


like nya dan commentnya jangan lupa, biar saya selalu semangat ngetik nya hehe. 🤩*


__ADS_2