
*
oke lanjut cerita selanjutnya!
*
Nera tidak mendengar suara Andi, dia terus berjalan,
"Nera" kata Andi sambil memegang pundak Nera,
"Aaahh" kata Nera terkejut, lalu Nera menoleh ke belakang ternyata itu adalah Andi,
"Nera tadi aku manggil manggil kamu lo" kata Andi,
"wah iya ta, maaf ya aku ga dengar tadi" kata Nera sambil menggaruk garuk rambutnya,
"haha it's oke Ra" kata Andi dengan merangkul Nera sambil tersenyum,
"wajahmu terlihat pucat, apa yang terjadi denganmu?" sambil melihat wajah Nera,
Nera tidak mungkin bercerita sama Andi, apa yang sedang dia alami kemarin, kalau Andi tau tentang dia yang sudah diperkosa, Andi pasti akan meninggalkan nya, Nera sangat takut orang yang di cintainya akan meninggalkannya.
melihat Nera yang melamun, tangan Andi melambai lambai ke wajah Nera,
"Ra kamu melamun, kamu memikirkan apa?" kata Andi,
"eh enggak kok ndi gak ada apa apa kok" kata Nera sambil tersenyum paksa, menyembunyikan rasa sakitnya yang sangat dalam,
__ADS_1
"oh yaudah kalau gitu" kata Andi,
setelah kita sudah sampai didepan kelas masing masing,
"Nera kami masuk kelas sana dulu gih"
"iya dah Andi"
Nera berjalan menuju ke kelasnya,
"Nera tunggu"
Andi nyamperin Nera, lalu Nera menoleh ke belakang mendengar teriakan Andi yang memanggilnya,
"Nera I LOVE YOU"
"Ciiieee!!"
teriakan anak anak yang melihat kejadian itu, tak lama kemudian Nera masuk ke kelasnya,
*
bel sekolah berbunyi, bel yang di tunggu tunggu siswa siswi untuk pulang sekolah, Nera berjalan menuju kelas Andi, sebelumnya dia sudah chat Andi kalau Nera ingin pulang diantar oleh Andi, karena Nera trauma kejadian yang kemarin terulang kembali,
*
setelah sampai di rumah, Nera menuju ke kamarnya untuk mandi dan ganti baju, malam pun tiba saatnya Nera dan keluarganya makan malam di meja makan seperti biasanya, saat kita makan bersama, tiba tiba lampu padam, kita semua yang berada di meja makan gugup,
__ADS_1
"bentar bentar papa akan mengecek diluar" kata papa, lalu papa menuju keluar, setelah itu tidak ada suara papa, papa Nera tidak kembali ke meja makan, Nera sangat khawatir kepada papa,
setelah itu terlihat ada bayangan orang masuk kedalamnya, Nera sedikit legah itu pasti papa nya yang kembali, tapi saat bayangan itu menuju ke dalam tidak satu bayangan tapi ada sekitar 4 orang yang masuk,
"mama siapa yang masuk itu ma, kok banyak banget"
kata Nera dengan memegang tangan mamanya, Nera sangat takut dengan kegelapan,
"mama juga tidak tahu, mungkin itu orang yang disuruh papa buat benerin lampu"
kata mama menenangkan Nera,
tiba-tiba
"tangan kalian ke belakang sekarang"
itu adalah gerombolan perampok yang memakai topeng dan menuding pistolnya kearah kita, Nera melihat papa sedang disekap oleh salah satu perampok itu, lalu perampok itu menangkap mama,
"sayang cepat lari!!!"
kata mama berteriak, lalu aku berlari ke lantai dua, untuk menghindari perampok perampok itu, tapi tak disangka salah satu perampok itu mengejar ku, aku tetap berlari menuju ke kamarku, saat aku menutup kamarku, kaki perampok itu menghalangi pintu, sehingga pintu kamarku tidak bisa ditutup, saat Nera mendorong pintu kamarnya, perampok itu juga mendorongnya, Nera tidak kuat lagi menahan pintunya, lalu Nera terdorong dan terjatuh ke bawah, lalu perampok itu masuk dan menutup pintu kamarnya, perampok itu mendekati Nera, tapi Nera mundur mundur,
"jangan dekat dekat, jangan apa apakan aku"
kata Nera ketakutan, badan Nera gemetar, lalu perampok itu mendekati Nera sambil berbisik di telinganya,
"kita akan bersenang senang malam ini"
__ADS_1