
happy reading guys❣️
1000 lebih kata lagi ya,
hore!!
oke lanjut membaca👇🏻
kandungan Nera sudah mencapai 6 bulan setelah 2 bulan lalu sudah keluar dari sekolah, Nera duduk di samping jendela kamarnya melihat rintik rintik hujan yang ada di jendelanya,
Cuaca waktu itu sangat dingin hingga jendela kamar Nera mengembun, dia sangat bosan di rumah terus menerus, waktu ini adalah waktu istirahat di sekolahnya, Nera masih membayangkan cerita SMA nya dia bersama teman temannya, dan juga cerita cinta dia bersama Andi, tapi cerita itu cuman sebagai kenangan Nera,
Nera berdiri lalu berjalan ke meja belajarnya dan melihat foto album kenangan waktu sekolah.
Nera tersenyum bahagia melihat foto semasa SMA nya bersama teman temannya, dia sangat rindu dengan mereka semua,
Nera membuka halaman berikutnya dan melihat foto dia dan Andi,
ini waktu Andi live di Instagram dan banyak yang Comment kalau Nera sangat cantik, lalu Andi melakukan sarangheo dan berkata "memang pacarku paling cantik sedunia" dan Nera pun tertawa mendengarkan ucapan Andi itu.
Nera tertawa kecil mengingat kejadian itu, dan dia berjalan menuju kursi samping jendela kamarnya tadi sambil melihat foto foto di albumnya,
tak lama dari itu melihat ke arah jendela nya yang mengembun, lalu dia menggambar kan dengan jarinya ke arah jendela, yang bertuliskan My Baby.
Nera mengeluarkan air bening di matanya, umur Nera yang harusnya bersekolah dan menimbah ilmu, malah berubah menjadi menjaga anak yang entah kemana ayah kandungnya,
💦💦
hari berikutnya Nera bersama kedua orang tuanya pergi ke supermarket untuk membeli perlengkapan sehari hari, terutama Nera membeli susu ibu hamil, saat pergi Nera tak lupa membawa masker untuk menutupi wajahnya,
"ma aku ambil susu dulu ya disana" ucap Nera,
"iya mama sama papa tunggu disini ya"
Nera mengangguk lalu pergi ke area tempat susu disana, dia membuka maskernya karena susah untuk bernafas, dia mencari cari susu ibu hamil yang sering diminum mamanya waktu mengandung Nera,
akhirnya Nera menemukan susunya dan kembali menuju orang tuanya, saat ditengah perjalanan Nera berhadapan dengan Manda, perempuan yang pernah menyiksanya waktu itu,
"Hai Nera sudah lama kita tidak bertemu"
ucap Manda dengan wajahnya yang tidak merasa bersalah,
dan Nera langsung menutup wajahnya dengan masker,
"kenapa pakai masker, malu ya?" tanya Manda,
"bukan urusanmu" judes Nera,
"oh kamu berani ya sama aku"
__ADS_1
Nera gak berpikir panjang dia meninggalkan Manda, tapi tangan Nera dipegang oleh Manda,
"ets tunggu dulu dong kita kan belum basa basi"
"Manda lepas, apa kamu belum puas menyiksa aku"
"belum"
saat pandangan Manda menuju susu yang dibawa Nera, betapa terkejutnya melihat susu ibu hamil, dan Manda melihat ke arah perut Nera yang besar,
"waw.. tenyata kamu hamil ya"
"gak usah ikut campur man"
"cih masih SMA sudah hamil, wanita jalang, kampungan dan gak suci, gak akan pernah ada orang yang suka dengan wanita kotor sepertimu" Manda tertawa,
"jaga bicara mu Man"
Manda membuka masker Nera,
"kamu memang wanita polos, makannya mau saja di perkosa"
"Stop man stop, memang aku wanita kotor, tapi hati aku gak akan pernah kotor, bukan sepertimu yang seluruh badan mu termasuk hati mu juga sangat kotor"
"Apa kamu bilang?"
Manda melayangkan pukulan tangannya ke arah wajah Nera, Manda tidak peduli dengan situasi saat ini, karena dia sangat marah terhadap ucapan Nera barusan, dan tangan yang hampir memukul pipi Nera berhenti karena dipegang oleh seseorang,
"Vi-Vino" ucap Nera,
Vino melepaskan tangan Manda,
"hey kamu sebenarnya siapa nya Nera sih, kenapa selalu ada ha? oh apa jangan jangan kamu yang menghamili Nera?"
"gak usah ikut campur urusan Nera, kamu gak berhak ngerti gak"
"hellow yang ikut campur itu kamu, kamu yang sok jadi pahlawan kesiangan"
"security"
"siap pak"
ke dua pak satpam menyeret Manda untuk keluar dari supermarket karena mengganggu,
"hey hey kenapa kalian membawaku"
"ibu sudah mengganggu pembeli yang ada di sini jadi kami mau membawa ibu keluar"
"ah lepas gak, aku bisa jalan sendiri"
"sekarang dimohon ibu keluar dari sini"
"he kalian jangan panggil saya ibu ya, saya ini masih muda, yang ibu ibu itu dia" ucap Manda sambil menunjuk ke arah Nera, sementara Nera cuman menundukkan kepalanya,
__ADS_1
"dia sudah hamil, dan pantas dipanggil ibu" lanjut Manda,
"security, tolong cepat keluarkan dia dari sini"
satpam itu menyeret Manda keluar, tapi Manda menolaknya karena dia bilang kalau dia bisa jalan sendiri, dan berkata akan mengancam Nera dan juga Vino, lalu dia pun pergi,
Vino yang melihat Manda sudah tidak ada di matanya, dia langsung membawa Nera dengan menggandeng tangannya menuju orang tuanya, Nera yang melihat tangannya di pegang oleh Vino seketika jantung Nera merasa berdebar sangat kencang, entah kenapa membuat Nera seperti ini,
"Vino benar kata Manda seharusnya kamu gak usah ikut campur urusanku ini, biar aku saja yang menyelesaikannya, tapi kamu kenapa sih Vin selalu ada di saat aku butuh bantuan"
memang Nera terlalu lemah, sehingga membuat nya gampang dibohongin,
"Tante Om"
mama Nera berdiri melihat putrinya digandeng oleh Vino,
"loh Vino kenapa bersama Nera?" tanya mama Nera,
"ini Tante Nera bingung mencari susu ibu hamil jadi aku membantunya"
"oh makasih ya Vin"
sementara ayah Nera melirik tajam ke arah Vino,
"saya curiga dengan mu" ucap ayah Nera judes,
"ke- kenapa om?" tanya Vino,
"hust sayang jangan bilang macam macam dong sama vino, dia kan selalu baik sama kita dan juga Nera, apanya yang di curigai" ucao mama Nera,
"kenapa kamu selalu ada di saat Nera dalam masalah? apa kamu mengintai Nera"
"ayah cukup, Nera gak habis pikir sama ayah, kenapa ayah tega bilang ke Vino kalau dia mengintai ku, dia orang baik yah, semua itu cuman kebetulan Vino melihatku" ucap Nera,
"betul om, jadi saya disini bekerja sebagai penjaga keamanan, jadi saya kebetulan saja melihat Nera"
Ayah Nera tidak menjawab satu kata pun, karena dia masih saja curiga dengan Vino ini,
"ayo kita pulang" ucap ayah Nera,
ayah Nera pergi keluar, sementara Nera dan mamanya membayar belanjaannya di kasir, setelah selesai dari kejauhan Nera melihat ke arah Vino yang masih berdiri disana, lalu Nera tersenyum dan melambaikan tangannya ke arah Vino,
seketika membuat wajah Vino merona dan ikut melambaikan tangan nya terhadap Nera, lalu Nera keluar bersama mamanya dan hilang di mata Vino,
"aku akan selalu menjaga mu dan juga anak kita Ra, sampai anak itu lahir ke dunia, maaf aku belum bisa untuk jujur padamu karena aku gak mau kehilanganmu Ra, aku gak bisa hidup tanpamu"
gumam Vino.
🥀
Tim siapakah yang menang nih, tim Vinera atau tim Nerandi.
tunggu episode berikutnya, jgn lupa tinggalkan jejak ya 👍🏻💬.
__ADS_1