OBSESSION : Park Jimin

OBSESSION : Park Jimin
1.박 지민-Park Jimin


__ADS_3

Ini aneh saat pertama kali melihatnya aku langsung merasa ingin memilikinya, tidak seperti biasanya. Dia adalah wanita pertama yang membuatku terobsesi pada wajahnya" -Park Jimin.



...





Lagi-lagi Jimin tersenyum melihat Nara memasuki ruang tunggunya. Ini bukan pertemuan pertama mereka tapi sudah yang ke tiga kalinya.



"Hi apa kabar?" Tanya Jimin pada Nara, Nara tersenyum seperti biasanya. Ia terlihat sibuk membawa perlengkapan Jimin.



"Aku baik-baik saja. Selamat atas kemenangan pertama lagu barumu kemarin.. " jawab Nara, tangannya dengan cepat menyentuh wajah Jimin untuk di beri riasan.



Lagi-lagi Jimin tersenyum.


"Aku selalu suka sentuhanmu..." . Ujarnya dalam hatinya dan senyum tadi berubah jadi smirk.





Jimin bukan tipe pria yang duluan menyapa, dia juga bukan tipe pria yang ingin akrab pada semua orang.



Dia adalah tipe pria yang cuek, tetapi di hadapan Nara ia seperti pria bodoh yang rela melakukan apapun demi Nara.



Jimin menatap Nara yang wajahnya tak jauh, Nara sedang sibuk merias wajah Jimin sedangkan Jimin focus pada wajah Nara.



Meneliti Nara dari bulu mata, mata yang cokelat, hidungnya yang mancung, dan bibirnya.



"Kau bekerja dibagian mana saja?" Tanya Jimin basa basi tanpa lepas dari tatapannya pada wajah wanita itu.



"Aku salah satu staf EXO SM entertaiment hanya saja mereka sedang tidak sibuk melakukan syuting jadi aku bekerja di Mnet. Sebenarnya aku bekerja dimanapun asal ada yang membayar, terdengar murahan tapi itulah kami." Ujar Nara ia meniup rambut Jimin agar terlihat rapi.



Hal itu membuat Jimin menelan ludahnya menahan umpatan dan menahan hormonnya yang bergejolak.



Biasanya staf di Bighit saat menghiasinya ia terlihat biasa saja tapi saat Nara yang melakukannya itu membuat Jimin harus menahan hormonnya mati-matian.



"Contohnya seperti sekarang saat kau ingin aku yang bekerja, aku menerimanya karena bayaran dari agensimu lumayan besar". Lanjut Nara, ia menyuruh Jimin berdiri lalu merapikan pakaiannya.



Jimin menelan ludahnya tak kala Nara merapikan ikat pinggang Jimin.



Sialan!!



Jimin menutup kedua matanya menghembuskan napasnya kasar menahan dirinya untuk tidak menyerang Nara sekarang.



"Baiklah waktumu untuk tampil..". Nara ternyum simpul lalu membungkukkan badannya pada Jimin.




....









Nara memasuki kantor BigHit saat baru bangun dari tidurnya seseorang yang mengaku salah satu manager BTS menelponenya lalu menyuruhnya untuk datang ke kantor Bighit.







Nara duduk diruang tunggu, Bighit memang tak sebesar SM bahkan stafnya dan pegawai di Bighit tak sebanyak SM, tapi bukannya itu hal baik baginya jika bekerja di Bighit.



Pasalnya gajinya akan lebih banyak dibandingkan dengan SM yang harus mengaji banyak pegawai sehingga banyak potongan.



"Maaf membuatmu menunggu" sapa seseorang Kim Namjoon atau biasa di panggil Rapmon.



Nara membungkukkan badannya pada Leader dari BTS itu.



"Seperti yang sudah kita bicarakan dan sepakati, kau hanya menandatangani kontraknya. Bedanya kami hanya meminta syarat kau bekerja di Bighit dan tak menerima pekerjaan selain di Bighit. " jelas Namjoon dan mengakirinya dengan senyuman.



Nara menganggukkan kepalanya mengerti lalu tangannya menandatangi kontraknya.



"Jadi di bagian mana aku harus bekerja?" Tanya Nara to the point.



"Hm.. sebenarnya ini kemauan langsung dari Jimin, jadi kau akan mengurus segala keperluan Jimin. Semua orang punya coor dan staf masing-masing Jimin bilang ia ingin kau jadi pengurusnya make up dan lain-lain. " Namjoon menjelaskan pekerjaan yang harus dilakukan Nara.



"Sore ini kami ada jadwal kau tahu Mnet mengadakan award akhir tahun seperti biasanya dan kami akan sibuk. Kau bisa datang ke dorm kami". Namjoon memberikan alamat dormnya pada Nara lalu pergi.



__ADS_1


...




Kini Nara dan anggota staf lainnya tengah sibuk mempersiapkan penampilan BTS di acara Mnet akhir tahunan.



Nara merapikan rambut Jimin setelah merias wajah Jimin, tiba-tiba dering HP Nara berbunyi.



Jimin mengerutkan keningnya melihat Nara tersenyum senang saat menatap nama dari orang yang menelponenya membuat Jimin bertanya-tanya.



"Maaf aku baru bisa menghubungimu, maaf aku benar-benar sibuk aku sekarang sedang di ruang tunggu Melon music Awards jangan lupa datang, kau kan staf Mnet. "



Ujar pria diseberang sana, Jimin semakin merasa ingin tahu siapa pria yang membuat Nara tertawa bahagia.



"Tidak apa-apa niel.. aku juga sedang sibuk, oh iya aku sekarang sedang di ruang tunggu BTS. Aku sedang bekerja disini sangat sibuk".



"BTS? bukannya kau bekerja di Mnet?"



"Aku sudah pindah aku bekerja di Bighit sekarang. Dan kau dimana? Maaf aku sangat sibuk aku tidak bisa menemuimu"



"Aku akan kesana"



Pria itu mematikan telponenya, Nara lanjut untuk mengambil pakaian yang akan digunakan Jimin.



"Kau mau memakai yang mana untuk tampil?" Tanya Nara tapi Jimin tidak segara menjawab.



"Dia siapa?" Tanya Jimin yang anehnya terlihat tak suka. Padahal Nara bukan siapa-siapanya.



"Dia pa--" Perkataan Nara terpotong saat seorang pria yang juga tidak asing di mata Jimin.






Kang daniel? Jadi pria yang menelpone Nara Daniel?



Jimin memandang Daniel tak suka.



"Haii..." Daniel menyapa Nara, dan tak lupa ia memberi hormat pada Jimin sebagai Seniornya.



"Annyeonghaseyeo sunbaenim.." sapa Daniel lalu Jimin juga membalas sapaan Daniel.






"Ah Nara pa---" Baru saja Daniel ingin mengenalkan diri tiba-tiba staff Wanna one menariknya.



"Cepat naik ke atas panggung" Printah staff itu lalu Daniel pamit pergi.



Setelah pekerjaan Nara selesai, Nara duduk di tempat staf-staf lainnya sambil melihat panggung.



Nara tersenyum senang saat mendapati Daniel.



Pacarnya itu sangat tampan.





Iya benar Daniel dan Nara sudah berpacaran sejak Daniel masih di Produce 101 s2 dan Nara bekerja sebagai staff di sana, lalu mereka bertemu dan setelahnya mereka berpacaran.



Banyak orang yang tidak tahu, ah memang Nara tidak ingin Netizen tahu kalau pria yang saat ini sedang menjadi no 1 di korea selatan itu adalah pacarnya.



Setelah Wanna One dan Boyband lainnya tampil kini BTS tampil mereka menyajikan panggung yang sangat bagus dan menarikan lagu solo.





Nara melihat jimin menari solo di atas panggung, "woah dia benar-benar sexy, tataan rambutku benar-benar pas". Ujar Nara bangga.



Mereka memenangkan banyak Awards termasuk Boyband lainnya bahkan BTS memenangkan tropi daesang.


Di penghujung acara.



Jimin tersenyum melihat Nara dari atas panggung.





Namun seketika senyumnya menghilang saat Nara mengabaikannya dan pergi ke belakang panggung. Jimin yang merasa di campakkan tak terima.



Jimin mengikuti arah Nara pergi ke belakang panggung.



.

__ADS_1



Daniel tersenyum melihat pacarnya, sudah lama ia tidak bertemu karena kesibukan masing-masing.





"Aku merindukanmu" Daniel memeluk erat Nara sesekali mengecup bibir Nara.



Daniel ingin mencium Nara lebih lanjut tapi Nara menolak.



"Bagaimana jika ada yang melihat" kata Nara khawatir ia menahan kedua tangan Daniel yang memeluk pinggang Nara erat.



"Aku tidak perduli, aku merindukanmu, sangat merindukanmu... saat aku ada waktu istirahat kau sibuk dan saat kau ada waktu istirahat aku yang sibuk."


Daniel mengeluh pada keadaan ia menciumi Nara berkali-kali karena merindukan wanitanya itu.



"Stop Niell... "



Bukannya berhenti Daniel mengangkat badan Nara untuk duduk di meja rias dan menciumnya rakus.





Nara hanya bisa tersenyum melihat kelakuan Daniel. Mencium bibir Nara tanpa ampun dengan rakusnya.



Nara memukul bahu Daniel karena membutuhkan pasokan udara.



"Emhh... ". Nara mendesah untung saja Daniel menariknya ke dalam gudang yang sedikit gelap dan sepi.



Daniel mendorong Nara hingga sedikit membentur dinding gudang. Nara terlihat panik melihat apa yang dilakukan Daniel.



"Waktuku sisa sejam lagi, aku tidak punya waktu lagi dan untuk kedepannya aku sibuk benar-benar sibuk. Dan aku mungkin tidak bisa menemuimu untuk seminggu kedepannya." Jelas Daniel sambil melepas jasnya.



"Tapi.. niel.. " Daniel memeluk Nara mengecup bibir Nara menghisapnga kuat.



"Aku akan benar-benar merindukanmu". Bisik Daniel, lalu melanjutkan aksinya menghujami Nara dengan ciuman.



Bodohnya Daniel kehilangan kesadaran karena desahan Nara. Biasanya Daniel hanya mencium dan tak berbuat lebih pada Nara.



Tapi kali ini tangannya sibuk mengangkat rok Nara. Nara terkejut melihat Daniel yang terlihat penuh hasrat.



"Niel.... aghhh..." Nara mendesah saat tangan Daniel mencengkram pantat Nara kuat.



"Stopp.... aghhhh.. niel stop kau melewati batasmu..." bentak Nara sedikit terkejut atas apa yang dilakukan Daniel barusan.



"Maaf... aku hampir kelepasan" Daniel tertawa ia menurunkan rok Nara yang sudah memperlihatkan celana dalam hitam dan merapikan penampilan gadis itu.



"Aku juga merindukanmu..." Nara merapikan penampilan Daniel yang acak-acakan.



"Tunggu aku menyelesaikan kontrak dengan mereka lalu kau dan aku bebas... bersama.." bisik Daniel lalu mencium pipi Nara.



"Aku akan berusaha sekuat mungkin untuk memaling waktu menelponemu, bye babe jaga dirimu baik-baik" lagi-lagi Daniel menciumi Nara.



Membuat Nara tertawa "jaga dirimu baik-baik".



..




Di balik kejadian itu seseorang melihat mereka dia tertawa miris kedua tangannya mengepal.



Seperti tak suka pada apa yang dia lihat barusan.



Jimin menyukai Nara saat melihat Nara di Mcoutdown dan meminta Nara untuk merisnya lalu bahkan Jimin menvemis dengan Namjoon meminta untuk membujuk Nara agar menjadi anggota staff nya.





Jimin... jimin tak suka saat Daniel mencium Nara. Jimin tak suka saat melihat mereka bahagia. Dan jimin tak suka kenyataan bahwa Daniel pacar Nara.



Brengsek!!!!.



Akan ku buat kalian menderita...




.....





....



__ADS_1




__ADS_2