
Nara lagi - lagi terbangun dengan kepala yang sangat pening , bahkan lebih parah dari kemarin ia membenarkan posisi badannya dan bukan hanya kepalanya yang sakit, ia merasakan seluruh badannya pegal - pegal .
Dan sialnya ia harus merapikan seluruh barang - barang nya hari ini karena mereka akan kembali ke Korea selatan.
Nara turun dari ranjangnya dengan berjalan pelan.
" Ah.. " Nara memegangi perutnya yang terasa nyeri.
Karena berpikir bahwa itu hanya sakit biasa karena kelelahan, Nara memutuskan untuk mandi dan bersiap - siap.
Ia merapikan semua barang - barangnya. Seluruh staff sedang sarapan pagi tapi Nara masig di dalam kamar.
Sutradara Jihyun menyuruhnya untuk sarapan tapi Nara menolak dengan alasan ia sedang tak berselera.
Aktivitasnya saat merapikan pakaiannya terhenti karena suara bel. Nara melihat Jimin sedang membawa sepiring Nasi.
" kenapa tak turun ? " tanya Jimin.
" sedikit pegal dan memang sedang tak ingin makan. " jawab Nara.
" makanlah, aku membawanya susah - susah " Jimin meletakkan piring yang berisikan nasi tersebut di meja.
Nara mengangguk pelan " Terima kasih , aku akan memakannya nanti. "
" Pastikan untuk memakannya. " kata Jimin penuh perhatian pada Nara, membuat Nara tertawa.
" Kenapa tertawa ? Apa ada yang salah ? " tanya Jimin heran.
" tidak .. hanya saja ... kau berubah, benar - benar berubah " kata Nara membuat Jimin menampilkan senyumnya.
" Makan sana aku harus merapikan pakaianku " kata Jimin lalu meninggalkan Nara yang sedang tersenyum karena perlakuan Jimin di pagi hari yang sangat perhatian.
....
Mereka telah sampai di bandara internasional Seoul setelah melewati penerbangan lebih dari 10 jam .
Nara melihat Seulgi sedang duduk sambil memakai kaca mata hitam , masker dan topi memainkan HPnya.
Nara juga dapat melihat ada banyak fans Seulgi yang mengelilinginya sambil mengambil foto, bahkan sesekali meminta foto bersama.
Seulgi yang melihat Nara langsung tersenyum, lalu berlarian ke arah Nara.
" Kau sedikit pucat ... apa kau sakit ? " tanya Seulgi khawatir mendapati temannya itu terlihat sangat pucat.
" dan ... kenapa hanya kau dan staf-staf saja yang pulang ? Kenapa Jimin tak ikut pulang ke korea ?" Tanya Seulgi heran karena mendapati hanya Jimin yang tak terlihat sejak tadi di bandara.
" katanya sedang ingin menikmati kota paris seperti apa, dan kebetulan katanya dia punya teman di paris " .
__ADS_1
" owh, " Seulgi membantu menarik koper Nara.
" Bisa temani aku ke rumah sakit tidak hari ini ? " tanya Nara pada Seulgi.
Seulgi memanyunkan mulutnya. " Maaf aku harus latihan hari ini, kami akan comeback, jadi kami harus latihan selama sebulan full ini , badanku sangat pegal-pegal karena latihan terus ".
" sama, setiap bangun pagi kepalaku terasa pening dan badanku pegal - pegal karena banyak aktivitas " keluh Nara .
" begitulah dunia selebriti, seperti seorang kuli tak jauh beda " kata Seulgi tertawa .
...
Nara melangkah masuk ke rumah sakit terdekat. Ia memberitahukan keluhannya kepada dokter, dan dokter itu memeriksa denyut nadi Nara lalu melihat kedua matanya.
Karena keluhannya hanya sakit kepala saja dokter hanya mengatakan Nara kelelahan akibat terlalu banyak aktivitas.
Lalu dokter menyarankan tes urine agar lebih spesifik " kalau mau kau bisa tes urine, agar mendapatkan hasil yang lebih spesifik. "
Nara hanya mengangguk dan melakukan tes urine tersebut.
" Kau bisa menunggu di depan ruang laboratorium untuk hasil tesnya, semoga lekas sembuh nyonya kim " kata Dokter lalu Narapun keluar dari ruangan tersebut.
Nara berjalan mengelilingi rumah sakit mencari lab laboratorium.
Tetapi langkahnya terhenti ketika melihat ruangan pasien 007 . Ia melihat dari jendela pintu seseorang yang sangat ia rindukan terbaring lemah di infus di ruangan tersebut.
Nara ingin sekali membuka pintu tersebut dan menanyakan apa pria itu baik - baik saja.
Nara langsung menahan dokter tersebut. " di- dia sakit apa ? " tanya Nara gugup.
" anda siapanya pasien ? " tanya dokter tersebut lalu Nara tergugup " a-aku fansnya . "
" ahhh Daniel hanya kelelahan dan tak makan dengan teratur makanya berat badannya turun sangat drastis. Dan badannya kurang vit. Makanya ia dirawat diruang inap ". Jelas dokter tersebut.
Lalu Nara hanya mengangguk pelan.
Ia kembali menatap Daniel dari depan pintu, Daniel sedang menatap keluar jendela yang kebetulan hujan sedang turun.
Nara merasakan hatinya sedikit sakit mendapati Daniel yang terlihat sangat kesepian.
Rasanya ingin sekali ia berdiri disamping Daniel, dan memeluknya.
Tak sadar ia menjatuhkan air matanya.
" aku merindukanmu " Nara menundukkan kepalanya sambil menangis.
" aku benar-benar merindukanmu, "
Tapi tangisnya terhenti ketika melihat Jihyo sedang berjalan kearah ruangan Daniel, dengan cepat ia pergi dari depan ruangan tersebut.
Nara mengambil hasil tes urine tersebut dan membacanya baik - baik.
" obat tidur ? " Nara sedikit bingung, makanya ia memilih kembali keruangan dokter tersebut untuk menanyai lebih lanjut lagi.
Saat ingin memasuki ruangan tersebut, ia berpapasan dengan Daniel yang terduduk di kursi rodanya.
__ADS_1
Daniel terlihat tertawa bersama Jihyo dan satu orang pria lagi yang Nara yakini mungkin teman Daniel .
Karena mereka terlihat sangat akrab, bahkan Daniel menampilkan senyum manisnya pada Jihyo entah apa yang mereka bicarakan.
Senyum Daniel menghilang ketika mendapati Nara yang berdiri di hadapannya.
Jihyo dan pria satunya lagi membawa Daniel masuk keruangan dokter untuk menanyai kondisinya.
Nara menelan ludahnya barusan.
Kebodohan terbesarnya adalah merindukan sosok orang yang sama sekali tak merindukannya.
Rasanya sakit sekali melihat Daniel menatapnya aneh tanpa tersenyum.
Nara memilih untuk meninggalkan rumah sakit.
Hujan turun dengan sangat lebat, bahkan berkali-kali petir terdengar membuat Nara urung pergi meninggalkan rumah sakit.
Nara memandang hujan tersebut, sambil tersenyum miris. " kenapa aku masih merindukannya... dasar bodoh ".
Sesekali ia menutup kedua matanya, hatinya terasa sakit melihat Daniel dan Jihyo sangat sakit.
Jauh di lubuk hatinya ia masih mencintai Daniel.
Bagaimana bisa ia melupakan Daniel setelah apa yang mereka lakukan bersama setelah bertahun-tahun.
Nara menyentuh gelang yang ia kenakan masih tertera angka D disana.
Ia kembali mengingat bagaimana saat itu Daniel tersenyum senang memperlihatkan hadiah ulangtahunnya lalu memasangkannya.
" mungkin aku memang harus benar-benar melupakanmu " Nara melepas gelang tersebut dan mengangkatnya dengan terpaksa berniat untuk melemparnya.
Namun tangannya di tahan seseorang . " kenapa kau tak menghargai pemberian orang lain, aku sangat susah mencari gelang tersebut "
.....
....
..
JANGAN LUPA VOTE AND KOMENTAR.
__ADS_1