OBSESSION : Park Jimin

OBSESSION : Park Jimin
28.실망한- disappointed


__ADS_3

Daniel baru saja pulang dari kantor, iya terlihat sangat kelelahan dan merasa banyak tekanan akhir-akhir ini di karenakan banyaknya aktivitas scedule yang harus ia laksanakan.



Ternyata menjadi entertaiment sekaligus CEO tak mudah baginya apa lagi diusianya yang terbilang masih muda.



Daniel menyandarkan tubuhnya di sofa, berniat untuk menelphone Nara menanyai kabar wanitanya itu yang dua harian ini tak pernah ia dengar suaranya.



Namun niatnya urung setelah mendapatkan email dari unknow entah dari siapa ia langsung membukanya dan sedikit terkejut.



" Sialan! "



Mendapati salah satu foto yang terlihat Nara sedang tertidur pulas tanpa mengenakan pakaian apapun.



Bukan hanya itu yang membuat dia marah, Daniel membaca kalimat email tersebut dan tanpa pikir panjang ia langsung menuju ke apartement Nara.








- Waktu itu Nara terlihat sangat cantik tanpa balutan apa-apa, dan lebih terkejutnya lagi dia masih polos dan belum ternodai. Padahal aku mengira kau sudah mencobanya duluan. Ternyata tidak, aku yang pertama baginya.



Oh iya sebentar lagi kau Ulangtahun aku akan memberimu hadiah ulangtahun yang sudah kutitipkan pada Nara -











..




Sedangkan disisi lain Jimin sedang tersenyum bahkan sekali-sekali ia tertawa sambil meminum birnya.



" Aku tak perlu repot-repot mencari cara agar Nara menjadi milikku seutuhnya. Nyatanya tuhan memang akan menyatukanku dengannya "



Untuk merayakannya kesenangannya hari ini ia kembali meminum bir favoritenya.





"



Aku hanya tinggal memikirkan bagaimana agar Nara harus bisa menerima kenyataan bahwa Ayah dari anak yang dia kandung itu bukan Daniel... "




...







Daniel langsung masuk ke apartement Nara dan mendapati perempuan itu sedang menonton film dokumentar BTS di TV.



Rasanya ia ingin memarahi Nara membentaknya dan meluapkan semua emosinya karena foto yang dia dapat.



Tapi jauh di dalam lubuk hati Daniel walaupun ia sangat kecewa dengan Nara tapi, ia benar-benar tak ingin Nara pergi darinya.



" Kau sudah pulang? " tanya Nara melihat Daniel yang masih berdiri menatap Nara.



Melihat Nara yang tersenyum membuatnya tak bisa marah pada Wanita tersebut.



Baiklah....



Daniel hanya perlu pura-pura tak mengetahui semuanya, dan seolah-olah tak terjadi apa-apa, agar Nara tetap ada di sampingnya.



Karena sangat mencintai Nara ia tak ingin wanita itu pergi darinya.







Untuk yang kesekian kalinya Daniel harus menutupi kekecewaannya terhadap wanita tersebut.





Daniel menampilkan tawanya  lalu merentangkan kedua tangannya dan Nara berlari kecil untuk memeluk Daniel.



" Aku merindukanmu... " Daniel menciumi bibir Nara dengan lembut.



" Daniel... " Nara memukul pelan tangan Daniel agar berhenti menciuminya lebih lanjut.



" Kenapa ? "



" Berhenti... kau sangat bau " Nara menjauhkan badannya dan kembali duduk ke sofa melanjutkan nonton film dokumentar BTSnya yang sempat tertunda.



" Pergi mandi sana dan ganti baju kantormu " kata Nara yang masih focus nonton film dokumentar BTS.



Daniel mengerutkan keningnya " Biasanya kau suka bau badanku " Daniel kembali menciumi Nara.



" Danieelll mandiiii " Nara mendorong tubuh Daniel. " jangan menggangguku nonton.



" Tumben sekali kau menonton seperti ini " Daniel memanyunkan mulutnya kesal pada Nara.



" jangan bilang karena ada Jimin jadi kau menontonnya ".



" Aku menontonnya karena aku ingin tahu kira-kira wajahku di tampilkan atau tidak, soalnya dokumentar ini di ambil saat BTS tour ke luar negeri dan aku masih menjadi Staffnya, berhenti berpikiran yang tidak-tidak. Cepat sana mandi!! "



Nara sekali lagi mendorong Daniel yang sejak tadi menempel terus padanya.













Daniel tersenyum lalu mengangguk paham kemudian ia pergi mandi.






....






__ADS_1


Hari ini  Nara dan Daniel terlihat sedang bersama karena Nara memaksa untuk belanja bahan makanan untuk membuat kue ulangtahun Daniel.



Ralat, mereka tak berbelanja bersama. Pasalnya Nara menyuruh Daniel jauh- jauh darinya bukan tanpa alasan hanya saja Nara tak ingin nanti ada berita tentang mereka yang tidak-tidak.



Apa lagi sekarang Nara sudah menjadi salah satu publik figur.



Daniel hanya memperhatikan Nara dari kejauhan, wanita cantik itu terlihat bersemangat saat ingin membuat kue, padahal ia bisa saja langsung membelinya tak usah repot-repot untuk membuatnya.



Tapi Nara dengan keras kepala mengatakan ia sedang ingin membuat kue sendiri.



Daniel kembali mengecek HPnya lalu membaca ulang email yang dikirim dari orang yang tidak diketahui siapa.



Ia sudah menyuruh menejernya untuk memeriksa akun email tersebut, tetapi ternyata akunnya sudah hilang.



Daniel memperhatikan isi pesan email tersebut dan sangat bingung dengan kalimat terakhir.



- aku akan memberikan hadiah ulang tahun yang sudah ku titipkan pada Nara -



Apa maksud dari pesan tersebut ?



Apa Nara akan berbicara jujur padanya tentang ia sudah tidur dengan pria lain sebelumnya ?



Atau mungkin Nara akan meminta maaf padanya dan memberitahukan siapa pri pertama yang tidur dengannya ?







Dan segala kemungkinan yang Daniel perkirakan apa hadiah ulang tahun yang sudah dititipkan oleh pengirim email mosterius tersebut pada Nara.



Dan salah satu kemungkinan tersebut adalah mungkin pria pertama tersebut adalah Jimin.






Daniel harus menahan amarahnya, ia harus mencari tahu siapa pria yang tidur dengan Nara.

















....






Nara tertawa saat Daniel mengganggunya membuat kue, " berhenti menggangguku dan duduk diam sana... "



Daniel tak menghiraukannya ia kembali memeluk Nara dari belakang menggelitik pinggang Nara.



Nara mencolekkan krim kue ke hidung Daniel. " Menjauh dariku! Aku tak bisa membuat kue ulang tahun untuk mu jika kau terus menggangguku Niell "




" Menjauh sebelum aku benar-benar marah "



" fine... " Daniel tersenyum mencium bibir Nara sekilas kemudian duduk bermain game menunggu Nara selesai membuat kue.






























Jam sudah menunjukkan hampir pukul 12 malam, Daniel yang masih sibuk dengan gamenya dan Nara yang sudah menyusun rapi meja makan.



Setelah merasa bosan bermain game Daniel melihat ke arah meja makan, ia sangat senang dengan Nara yang terlihat antusias menunggul jam 12.




Daniel melangkahkan kakinya mendekati meja lalu duduk memperhatikan Nara yang sedang menyiapkan Cocktail atau bir.



" Kau sangat tahu selera minumku... aku jadi tak sabar mencobanya " kata Daniel.





Daniel memang sangat menyukai segala jenis minuman keras. Dan dia memang pecinta bir wine coctail intinya minuman yang beralkohol.



Dan Daniel juga tak akan mabuk sebelum ia meminum 4 botol bir.



Setelah Nara menyelesaikan coctailnya, ia mengambil kue ulangtahun dari kulkas lalu meletakkannya di hadapan Daniel.



" Aku akan mengambil gambar " Nara berlarian mencari HPnya lalu memaksa  Daniel untuk berpose di hadapan Kue ulang tahunnya.





" Jangan dulu di tiup, tunggu 2 menit lagi " kata Nara sambil memperhatikan jam dinding.



Daniel memeluk Nara lalu mereka tertawa sambil menghitung detik.



" 57 , 58 , 59 , 60 yeaaa  Happy birthday!! Aku berharap kau tetap sehat selalu, panjang umur, pokoknya semua yang terbaik dan yang penting adalah tetap bersama denganku apapun yang terjadi " Nara berteriak lalu mencium bibir Daniel.



Daniel tersenyum lalu membalas ciuman Nara, bahkan kedua tangannya menahan kepala Nara.

__ADS_1



Nara memukul tangan Daniel " Tiup lilinnya!! "



Lalu Daniel meniup lilinnya.





" Terima kasih, aku mencintaimu " Setelah meniup lilinnya Daniel kembali mengecup Nara berkali-kali.




" Jangan sakit, aku tak suka kau sakit... aku benci saat melihat tanganmu diperban, dan kakimu yang di gips... " kata Nara dan Daniel hanya tersenyum.



Daniel menuangkan wine pada gelasnya dan gelas Nara merayakan ulang tahun tanpa wine tak akan cukup bagus pikir Daniel yang pecinta minuman beralkohol tersebut.






" Ini sangat enak " kata Daniel setelah mencicipi wine yang Nara racik sendiri dengan campuran beberapa bahan alam.






" aku tak tahu kau sangat pintar membuat wine " puji Daniel lalu ia menyuruh Nara meminumnya.



Nara meminumnya dan memang mengakui buatannya " Aku mencampurkan beberapa lemon dan Cocktail di dalamnya...  "



" dan akan lebih enak jika mencicipinya langsung dari bibirmu... " kata Daniel lalu ia langsung menyambar bibir Nara yang belum sempat menelan minumannya.



Nara hanya tersenyum senang karena ulah Daniel.



" Aku menginginkanmu " bisik Daniel pada Nara yang hanya menanggapinya dengan anggukkan.






Daniel mengangkat tubuh Nara untuk duduk di pangkuannya menciumnya dengan kasar.




Kedua tangannya sudah memasuki kaos Nara mengelus punggung Nara dan memainkan pengait dalaman Nara.



Daniel menariknya lalu melepaskannya membuat Nara sedikit memekik saat tali dalamannya itu seperti mencambuk punggungnya.




" aghkk " Nara terlihat merasa sakit membuat Daniel terkejut.



" ah maaf aku tak bermaksud kasar, punggungmu pasti sakitt sekali. Sini biar ku lih--"



" perutku yang sakit... agkkk Nielll ini benar-benar sakit " Nara memegangi perutnya.






Daniel sangat panik melihat Nara yang benar-benar menahan kesakitan di perutnya bahkan air mata Nara sudah berjatuhan.




Daniel dengan cepat mengambil kunci mobilnya lalu membawa Nara ke rumah sakit.




Dalam perjalanan Nara menangis kesakitan memegangi perutnya.










Daniel juga heran apa ada yang salah dengan makanan atau minuman yang Nara buat.














Saat sampai Dokter langsung membawa Nara masuk ke ruang darurat.





Daniel menunggu diluar, menunggu Nara di periksa oleh dokter sambil mengetukkan kakinya kelantai karena sangat khawatir.








Tak lama dokter keluar dari ruangan tersebut lalu menghampiri Daniel.



" saya sudah menyuntikkannya vitamin dan obat penenang... dan suster sedang merawatnya.. syukurnya janinnya masih bertahan " jelas dokter membuat Daniel kembali heran.



" ja-janin ? " tanya Daniel ulang seolah-olah tak percaya apa yang dokter itu katakan.



Seketika Daniel menundukkan kepalanya kecewa, ia menitikkan air matanya.









.....



Huwaaaaa gak tegaaaa aku tuhhhhhh😭😭😭😭😭😭😭😭






TBC


JANGAN LUPA KOMENTAR VOTE FOLLOWWWWWW





maaf yaaa bagian Jimin dikit.





tapi setelah konflik Daniel dan Nara, baru bagian Jimin dehhhh🤘

__ADS_1


__ADS_2