
"Perkataanmu, ekspresimu, aku tidak dapat memahaminya. "
.
__
-
Bagi yang belum cukup umur silahkan skip adek2 ku
...
Jimin menindih Nara lalu kembali menciumnya. Ia menghisap dengan kuat bibir ranum milik Nara.
"Aku benar-benar benci kenyataan bahwa Daniel pernah mencoba ini" Jimin menjamah seluruh wajah Nara.
Tak segan-segan dia untuk menggigit birbir Nara hingga membuatnya mendesah.
"Hentikan... " Nara berhenti untuk memberontak karena percuma saja badan Jimin lebih besar darinya dan yang bisa ia lakukan hanya menangis.
Jimin membuka kancing baju Nara dan tak memperdulikan Nara yang memohon untuk dilepaskan.
Nara menutupi bagian dadanya yang terlapisi bra berwarna hitam, Jimin yang melihat Nara ketakutan membuatnya semakin ingin melakukan lebih pada Nara.
Jimin melepas ikat pinggangnya lalu menindih Nara yang berteriak sekencang mungkin.
"Percuma hotel ini kedap suara kau hanya membuang-buang tenagamu" Jimin menarik rambut Nara ia memasangkan ikat pinggang itu di leher Nara.
"Cantik..."
lalu Jimin membuka Dasinya menutupi kedua mata Nara. Tak luka tangan Nara yang sudah di ikat.
Jimin mengambil HP nya lalu mengambil moment manis itu pikirnya ia tersenyum bahagia melihat Nara setengah Naked terbaring meminta untuk menghentikan perbuatan keji itu.
"Saat bermain aku lebih suka mendominasi..dan bermain kasar.." Jimin mengelus perut datar Nara.
"Apa Daniel pernah menyentuhmu sejauh ini?" Tanya Jimin tangannya mengelus bagian dada Nara.
Nara menggelengkan kepalanya sambil terisak.
"Dia bukan pria brengsek sepertimu!" Nara tersenyum sinis, Jimin yang mendengarnya terlihat marah.
Dia membalik badan Nara dan memukul pantat Nara hingga berbunyi tamparan yang keras.
__ADS_1
"Aghk!!" Nara menjerit kesakitan ia yakin sekarang pantatnya sudah memerah.
"Katakan sekali lagi aku tidak mendengarnya... " Jimin mengelus paha Nara sesekali meremasnya gemas.
"Daniel tak seperti kau brengsek!!" Bentak Nara benci pada Jimin.
"Kau wanita yang cukup berani, bagaimana jika kita mengirim Daniel foto keadaan mu sekarang.
Nara dengan cepat menggelengkan kepalanya " jangan... " .
"Berikan aku sesuatu agar aku tidak mengirim photo cantikmu ini sayang..."
Jimin membalik badan Nara mengangkat Nara untuk duduk di pangkuannya.
"Baiklah... menurut padaku aku janji tidak akan mengirimnya pada Daniel".
Nara terlihat risih saat duduk dipangkuan Jimin, Jimin membuka bra yang menghalang bagian atas Nara..
Tangannya memainkan dada Nara bahkan sesekali ia mengecup ujung dada Nara yang membuat Nara mendesah kesakitan.
Maaf Daniel...
Aku takut mengecewakanmu...
"Aghk...." Nara mendesah lagi saat tangan Jimin memasukkan sesuatu yang panjang dibawah sana, dibalik rok yang digunakan Nara.
"A..apa itu.. " Nara menggigit bibir bawahnya berusaha untuk tidak menikmati dan mendesah.
Rasanya nikmat dan menyiksa bagian bawah Nara.
"Lepas Jim... itu apa" Nara bergetar hebat saat benda dibawah sana bergerak cepat.
"Ah!" Nara memekik saat Jimin menaikkan getar benda itu lebih cepat.
"Ini namanya vibrator Nar... benda ini akan menemanimu saat bersamaku mulai sekarang.." kata Jimin.
"Jadi kuberi tawaran sekali lagi... putuskan Daniel... atau kau akan kehilangan hal yang berharga malam ini." bisik Jimin tangannya mengelus bagian paha dalam Nara.
Dengan terpaksa Nara menganggukkan kepalanya. "Akan kulakukan..." jawabnya enggan.
"Good girl... " Jimin melepaskan ikatan ditangan Nara. Dan melepas vibrator tersebut.
"Aghk...".
__ADS_1
"Tidurlah dan jangan coba-coba untuk melarikan diri atau mengingkar janjimu... atau kau kau akan melihat video desahanmu di internet". Ancam Jimin ia lalu mencium pipi Nara kemudian meninggalkan Nara.
...
Jimin tentu saja belum merasa puas untuk menyiksa Nara. Saat di pesawat tangan Jimin merapa paha Nara.
"Jim..." Nara hendak menolak tapi mengingat ancaman Jimin ia urungkan niatnya.
Dengan napasnya yang berat Nara berusaha menahan desahannya tak kala Jimin memasukkan benda kecil yang bergetar tersebut.
"Engmh.." Nara menutup mulut sialannya itu, kakinya merapat kuat tak kala Jimin menekannya masuk.
"Agh..." Nara mendesah memekik pelan untungnya tak ada yang mendengar.
Mereka ada di kelas atas jadi penumpangnya hanya bisa dihitung bahkan penunpang di bangku sebelah mereka tertidur pulas menggunakan earphone.
Benda kecil yang disebut vibarator oleh Jimin itu benar-benar menyiksanya.
"Aku tunggu kabar putusmu dengan Daniel... ".
...
...
Daniel yang manis kek ini mau diputusin :")
Klo ak mah gk sanggup
xoxo
@nad_nadhira27
IG
__ADS_1