
🥀huyyy guyssss maafkan aku yg baru publish soalny akunny sempat hilang tapi udh kembali🤧🤧🤧 dan maafkan aku kalau ceritanya gak bagus:"(
semoga kalian suka sama cerita ini:")
...
Hari ini Nara dan Artis lainnya sudah selesai membaca naskah, dan saling memperkenalkan.
Berita hari ini sangat mengejutkan, sutradara Jihyun bilang Song Kang tak dapat menerima tawaran itu karena masalah kontrak, dan dengan terpaksa sutradara Jihyun harus memilih pemain lain yang sudah ada diftar.
Sutradara Jihyun sudah menjelaskan situasinya pada Nara, dan Nara hanya menganggukkan kepalanya. Lagi pula ia tak perduli siapa tokoh yang akan menjadi lawan mainnya.
Saat sampai diparis semua sudah disiapkan setting dan lain-lainnya.
Saat Nara melihat Jimin di lokasi syuting ia sangat terkejut. "Apa yang kau lakukan disini?" Tanya Nara bingung.
Jimin tersenyum "Sutradara Jihyun memintaku untuk menggantikan Song Kang. Awalnya aku menolak tapi mendengar kau yang akan jadi lawan mainku aku dengan cepat menerima tawaran itu".
Nara dengan cepat mencari sutradara Jihyun, tak terima jika lawan mainnya adalah Jimin.
"Kenapa kau tidak bilang kalau Jimin yang akan jadi lawan mainku?" Tanya Nara sedikit marah.
Sutradara berpura-pura bingung "kan aku sudah jelaskan Song kang tak bisa jadi lawan mainmu karena ada masalah kontra. Dan aku pernah bertanya padamu siapa yang kau maui untuk jadi lawan mainmu. Dan kau jawab terserah".
Benar juga, tapi masalahnya Nara sudah tak mau lagi berurusan dengan Jimin.
"Sebegitu benci ya padaku?" Tanya Jimin, membuat Nara tak enak hati pada Jimin.
Nara sudah tak membenci Jimin, hanya saja ia ingin menjauh dari orang-orang yang selalu membuatnya mengingat Daniel.
Sang sutradara sudah berteriak dan akan memulai syuting.
Syuting pertama yaitu adegan dimana Nara dan Jimin sedang berada di altar dan berciuman lalu seorang pria datang menembak Jimin tepat dihadapan Nara.
Dan ternyata itu hanya mimpi.
Nara dan Jimin sudah berpakaian layaknya orang yang akan menikah.
"Ready!!! Action!!"
Jimin tersenyum setelah mengucap janji suci lalu ia memegang kedua tangan Nara.
Nara berusaha profesional saat Jimin menciumnya ia berusaha berakting dengan baik dihadapan Sutradara Jihyun.
Ciumannya sangat lama, sudah lebih dari 5 menita tapi Sang sitrada tak meneriaki cut padanya dan Jimin.
Dan sialnya Jimin menggerakkan ciuman mereka dan Nara seolah-olah menikmatinya ia membalas ciuman Jimin.
"Oke! Cut! " teriak Sutradara Jihyun.
"Kita akan lanjut ke scene berikutnya". Lalu sutradara memberi intruksi pada pemeran pria lainnya yang aku kenal seorang artis pendatang baru.
Han Seungwoo.
Dia juga adalah salah satu tokoh utama dari film itu.
Menceritakan tentang Nara dan Jimin yang akan menikah tapi dihantui dengan kehadiran Seungwoo.
.
.
__ADS_1
.
.
Saat waktunya tiba akhirnya syuting mereka telah selesai seharian ini, membuat Nara terlihat sangat kelelahan.
Nara membuka HPnya dan mendapat pesan dari Seulgi.
SEULGI RV
Sudah dapat berita belum?
21:31
SEULGI RV
Daniel masuk rumah sakit.
21:45
SEULGI RV
Kau tak menjenguknya?
22:03
SEULGI RV
ahh aku baru ingat kau sedang di paris. Sepertinya kau sedang sibuk.
Kalau sudah membaca pesanku segera telepone aku....
22:15
Nara seketika terkejut ia ingin menelpone Daniel, tapi ia baru ingat nomor dikontaknya terhapus karena dia membeli HP baru.
Dengan cepat ia menelpone Seulgi.
"Seulgi-ah... ada apa dengan Daniel?" Tanya Nara khawatir.
Nara menghela napasnya lega "syukurlah... "
Seulgi tertawa "terdengar kau sangat khawatir.. kupikir kau sudah tak terlalu perduli dengan Daniel..."
"Ah benar! Aku baru saja membaca berita dan namamu dan Jimin menjadi pencarian nomor satu. Kau bilang kau tak akan lagi berurusan dengan Jimin. Tapi kenyataannya kau ke paris bermain film dengan Jimin"
"Akan kujelaskan... awalnya bukan Jimin yang akan menjadi lawan mainku. Tapi karena ada masalah dengan Song kang jadi Jimin jadi penggatinya aku bahkan tak menyangka, tapi tenang saja... kurasa Jimin sudah berubah"
"Jika Daniel tahu kau bermain film dengan Jimin pasti dia akan membencinya"...
"Kenapa membahas hal itu lagi, sudah kukatakankan tak usah membahasnya lagi. Dan aku dan Jimin hanya akan melakukan Syuting seminggu. Lagi pula ini bukan drama seri. Ini hanya seperti web drama"
" terserah padamu.. aku hanya ingin kau menjaga dirimu baik-baik".
"Oh sudah dulu aku ingin tidur aku benar-benar kelelahan, sejak pagi sampe malam aku ekerja keras. Ternyata sesusah ini yah menjadi artis".
Nara mematikan telepone Seulgi lalu tertidur di kamar hotel khusus untuknya.
Sangat pulas....
Sampai-sampai ia tak merasakan ada seseorang yang memperhatikannya.
Seseorang yang berhasil masuk karena meminta Kartu sandi Apartement Nara dengan alasan Kartu Nara hilang.
__ADS_1
"Ini aku, Park Jimin... salah satu artis yang ikut syuting dihotel ini kehilangan kartu apartementnya. Bisa tidak aku meminta kartu lagi" tanya Jimin pada staff perempuan yang ternyata merupakan penggemarnya.
"Ah tentu saja. Tapi bisa tidak aku meminta foto bersamamu?" Tanya staf itu lalu menganggukkan kepalanya.
"Boleh asal jangan beritahu siapa-siapa tentang kartu yang hilang ini ya... nanti orang lain akan salah paham"...
Jimin tersenyum melihat Nara tertidur pulas, ia mengeluarkan sarung tangan yang sudah ia tuang dengan obat tidur cair.
Lalu menutup mulut Nara dengan cepat.
Dan Nara tak akan terbangun saat Jimin mengelus pipinya.
"Obatnya bereaksi sangat cepat" kata Jimin sambil menampilkan smirknya.
"Maaf aku melakukan ini padamu..."
Jimin tersenyum senang ia mengelus rambut Nara lalu sekali-kali ia mencubit pipi Nara.
Nara sama sekali tak terusik karena memang sudah tak sadarkan dari karena obat tidur.
Jimin tertawa keras "aku suka melihatmu tak berdaya seperti ini"
Jimin menarik selimut Nara lalu membuka kancing baju tidur Nara ia melepas satu persatu kancing yang ia kenakan.
Seperti orang gila yang sangat asing sangat berbeda dari Jimin saat berada di hadapan Camera.
Jimin menampilkan smirknya, ia membuka bajunya lalu tidur dengan memeluk Nara.
Sesekali ia mengelus dada Nara dan perut Nara sakin menggilai tubuh Nara.
Jimin mengendus leher Nara lalu menciumnya. Menikmati bau sampho yang Nara kenakan.
"Kau sangat harum"....
"Sepertinya aku tak bisa bermain dengamu malam ini... karena obat tidur ini hanya berlaku untuk 5jam kedepannya. Besok aku akan membuat obat tidur dengan minuman.... pasti akan lebih lama reaksinya".
Jimin menciumi wajah Nara berkali-kali. Bukan hanya itu ia mengambil moment Nara saat tertidur pulas.
Orang yang memiliki penyakit kelainan sex akan melakukan apapun agar keinginannya terkabulkan.
Apapun...
.
.
Tbc
Jangan lupa vote
Dan
Komentar
.
__ADS_1