
Nara mentap layar HPnya sejenak, melihat pria yang memang sangat ia rindukan.
Sudah dua minggu lebih pria tersebut tak terlihat olehnya, atau lebih tepatnya menghindarinya.
Semenjak kejadian dua minggu yang lalu juga ia tak pernah mendengar suara pria tersebut.
Kalimat terakhir yang ia dengar dari pria tersebut bahkan Nara ingat dengan betul bagaimana hancurnya Daniel waktu itu, sambil menitikkan air matanya menatap Nara ia mengucapkan kalimat terakhirnya.
" Kali ini aku benar-benar kecewa "
Bagaimana tidak, Daniel memaksanya untuk menggugurkan anak Jimin yang sedang Nara kandung itu.
Dan Nara menampar Daniel menyadarkan pria tersebut dengan kalimat yang benar-benar membuat Daniel terdiam.
" Bagaimana bisa kau tega menyuruhku mengugurkan anakku sendiri ? "
Nara juga tak tahu apa yang harus ia lakukan, ia tidak baik-baik saja saat mengetahui apa yang telah Jimin lakukan padanya, dan ia juga tidak baik-baik saja saat Daniel terlihat seperti monster yang memaksa untuk membunuh janin yang Nara kandung.
Ia juga ingin marah, dan mengeluh kenapa hal seperti ini menimpa dirinya, tapi percuma saja tidak akan ada yang berubah baginya.
Baginya... justru membunuh janin tersebut adalah hal yang semakin salah baginya
Bukan hanya berita tentang Daniel yang semakin bersinar diusia mudanya dan menjadi salah satu pria yang sedang naik daun di korea selatan yang selalu menjadi perbincangan netizen, tetapi...
Ada satu berita lagi yang mengejutkan seluruh dunia terutama untuk para pecinta idol BTS.
Beberapa hari yang lalu Jimin dan member yang lain mengadakan konferensi fans.
Dan Jimin secara mengejutkan meminta maaf dan menyatakan akan keluar dari BTS dan BIG HIT secara langsung mengonfirmasi tindakan Jimin.
Dan BIGHIT juga sudah menerima keputusan Jimin tersebut.
Berita Jimin keluar dari BTS membuat semua orang bertanya-tanya apa penyebab ia keluar padahal jika di perhatikan Jimin tak pernah ada masalah dengan Bighit atau masalah pribadi dengan para member.
Dan Nara tahu penyebab atau alasan Jimin memutuskan untuk hengkang dari BTS.
Nara mengusap perutnya pelan saat merasakan sedikit keram di daerah perutnya.
Ia menatap foto yang baru saja ia dapatkan setelah memeriksa kandungannya tadi.
__ADS_1
Ya, alasan Jimin hengkang adalah ia memutuskan akan bertanggung jawab atas apa yang telah ia lakukan.
Jika menurut kalian ini tidak adil bagi Daniel, ya memang sangat tidak adil baginya.
Tapi mau bagaimanapun semuanya sudah terjadi dan keputusan Nara juga sudah bulat. Ia tidak akan pernah mau membunuh janinnya sendiri.
Menyadari bahwa dia hidup sebatang kara selama ini tanpa orang tua yang selalu ada di sampingnya membuat Nara tahu dengan betul bagaimana rasanya hidup tanpa orang tua.
Apa lagi membayangkan anaknya sendiri tidak mengetahui orang tuanya sendiri atau bahkan...
Membayangkan ia membunuh anaknya saja tak tega.
Mau bagaimanapun hal ini terjadi bukan karena kesalahan sang janin.
Pintu apartementnya terbuka membuat Nara langsung menutup HPnya yang menampilkan foto Daniel tersebut.
" Orangtuaku sudah sepakat akan mengadakan pernikahannya di Hotel OZ milik Zico, dan besok aku akan mempublikasikan alasan aku hengkang dari BTS "
Jimin tersenyum lalu merangkul Nara, tapi Nara hanya diam sambil menatap kosong ke arah TV.
Jimin tahu kalau Nara hanya terpaksa menerima semua ini demi janin mereka, tetapi hal tersebut tidak membuat Jimin akan menyerah untuk membuat Nara jatuh cinta padanya.
Nara tak pernah tersenyum dengan tulus kepadanya.
" ingat tidak apa yang kukatakan padamu kemarin ? " tanya Jimin lagi-lagi Nara hanya diam.
" Apapun akan aku lakukan untukmu, a-pa-pun.. beri aku kesempatan untuk membuktikan kalau aku bis-- " kalimat Jimin terhenti saat Nara mengalihkan matanya dari TV menatap kesamping melihat Jimin.
" aku bosan mendengar kau selalu berkata seperti itu, tidak bisakah kau tak mengungkitnya lagi? Aku disini juga sedang berusaha untuk menerima semua kejadian konyol ini Jim... bahkan aku rela kelihangan seseorang yang sangat kucintai didunia ini demi..
Demi... menerima semua kekonyolan ini. Jadi kumohon jangan ungkit lagi.. aku benci mengingat kejadian tersebut, aku bahkan semakin benci mengingat prilakumu padaku, mengingat semua hal yang sudah kau lakukan "
Jimin hanya diam mendengar kalimat demi kalimat yang keluar dari mulut Nara.
Tanpa sadar Jimin meneteskan air matanya.
Membiarkan Nara pergi masuk ke dalam kamarnya, meninggalkannya yang terdiam di ruang tamu sendirian.
" Aku baik-baik saja... yang penting sudah kupastikan kita akan bersama selamanya... "
__ADS_1
" dan aku tidak akan pernah menyerah untuk membuatmu membuka isi hatimu Kim Nara.. "
Jimin berbicara dengan dirinya sendiri bahkan ia tertawa saat menyadari air matanya terjatuh terlalu banyak.
" melihatmu setiap hari selalu berada di dekatku membuatku merasa lega, walaupun kau tidak mencintaiku... asalkan kau ada di dekatku itu sudah cukup bagiku.. "
...
Nara terbangun karena merasa terganggu dengan suara napas Jimin tepat di telinganya.
Ia menyampingkan badannya dan mendapati Jimin yang tertidur lelap sambil memeluknya erat, sangat erat.
Nara melepaskan tangan Jimin yang memeluknya dengan pelan takut mengganggu tidur Jimin.
Nara melihat ke arah meja HP Jimin yang bergetar terus menerus menandakan ada panggilan sejak tadi.
Dan Nara baru ingat hari ini Jimin seharusnya bangun pagi dan mendatangi kantor Bighit untuk memberikan penjelasan alasan yang sebenarnya.
Tetapi saat ingin membangunkan Jimin, Nara hanya diam melihat Jimin tertidur.
Tertidur seperti anak kecil yang kedinginan, menyadari itu Nara mengambil remot AC dan mematikannya.
Melihat wajah polos Jimin seperti itu membuat Nara seketika melupakan semua perbuatan jahat yang telah Jimin lakukan padanya.
Entah karena ikatan batin janinnya dengan Jimin atau apa, rasanya Nara tiba-tiba ingin menyentuh pipi Jimin yang terlihat mengembung seperti adonan kue.
" Jimin... " bisik Nara tapi Jimin tak bergerak sama sekali.
" Jim-- " Nara berbisik lagi dan Jimin langsung menarik lengan Nara pelan lalu memeluknya lagi.
" 10 menit lagi... aku benar-benar kelelahan " kata Jimin sambil memeluk Nara.
Nara tak bisa menolak walau ingin, ia baru menyadari bahwa sepertinya janinnya sangat senang saat dipeluk oleh Ayahnya.
Buktinya Nara tersenyum tanpa ia sadari.
Apa kah ini tandanya ia akan benar-benar melupakan Daniel ?
......
__ADS_1