

Kim Nara, menatap pria itu dengan kedua mata yang sendu.
Daniel menarik lengan Nara lalu mengambil gelang tersebut. " kalau kau tak suka gelangnya tak usah di pakai, tapi di simpan menghargai orang yang membelinya untukmu ".
Nara hanya diam tak sanggup mengatakan apapun " Kau sendiri? Tak bersama Jimin ? "
Nara menggelengkan kepalanya dan Daniel mengambil kertas yang Nara pegang.
" kau ... kau memakai obat tidur ? Dalam dosis banyak !" Daniel terkejut lalu memegang kedua tangan Nara.
Terlihat raut wajah yang sangat khawatir.
" kenapa kau meminum obat tidur dalam dosis tinggi, itu sangat berbahaya " kata Daniel khawatir tetapi Nara tersenyum lalu melepas tangan Daniel.
" ini di depan umum, bagaimana jika berita buruk tersebar, seorang Kang Daniel selingkuh di belakang Jihyo " kata Nara sambil menekankan kalimat kata Jihyo .
" bagaimana kabarmu " tanya Daniel dan Nara tak bisa menjawab, ia merasa kesal dan senang melihat Daniel.
Ia hanya bisa menatap kedua mata Daniel, ingin mencaritahu apa pria ini benar-benar sudah melupakannya.
Apa Daniel tak ingat kalimat terakhir yang ia ucapkan pada Nara.
" aku mencintaimu dan tak sanggup meninggalkanmu "
Mereka berakhir saling menatap, siapapun tahu arti tatapan mereka, mereka masih saling mencintai.
Tapi Daniel dengan bodohnya entah apa yang terjadi tiba-tiba berpacaran dengan Jihyo dan tak menjelaskan apa-apa pada Nara.
Dan Nara lebih bodoh lagi tak meminta penjelasan Daniel, bahkan ia berusaha menghindari pria itu. Dan berjalan bersama Jimin tepat dihadapan Daniel.
" Aku tidak baik - baik saja, kenapa kau melakukannya? Kenapa? Aku sakit, benar-benar terasa sakit.... "
" Ku dengar dari Seulgi kau bermain film dengan Jimin " katanya lagi dan Nara menganggukkan kepalanya tak berniat untuk bersuara.
Atau mungkin ia takut jika bersuara ia terdengar seperti akan menangis karena getaran suaranya.
Daniel terlihat menampilkan senyuman kecewanya membuat Nara bingung apa arti dari senyuman itu.
" begitu rupanya ... " Daniel menundukkan kepalanya .
Membuat Nara semakin bingung dan lebih terkejutnya ia mendapati banyak luka dilengan Daniel dan luka di jari-jari Daniel.
Membuatnya meringis kesakitan karena melihat pria yang dicintainya itu terluka, bukan hanya itu ia dapat melihat gips di kaki kirinya.
Melihat Daniel yang terlihat lebih kurus membuat hatinya meringis kesakitan.
__ADS_1
Hening sesaat membiarkan suara hujan deras terdengar.
Daniel yang masih terduduk di kursi rodanya kembali menatap Nara.
Kedua mata Daniel memerah. " Na... ra " Daniel menatap Nara dengan wajah yang berusaha menahan tangisnya.
" apa... kau benar-benar lebih mencintai Jimin dari padaku ? " Tanya Daniel, air matanya terjatuh.
Tapi Nara hanya diam dan lebih memilih menatap hujan yang berjatuhan.
" Aku benci melihatmu bersama Jimin.... " kata Daniel ia menjatuhkan air matanya melibat Nara dan Jimin berciuman waktu itu.
Ya Daniel melihat dengan langsung bagaimana Jimin dan Nara berciuman, dan yang paling di benci Daniel adalah Nara tak memberontak sama sekali.
Nara menghadap ke arah Daniel.
" lalu apa masalahnya denganmu! " Nara tiba-tiba menaikkan nada suaranya sedikit membentak Daniel.
" Dimana kau saat aku membutuhkanmu! Aku menelponemu berkali-kali waktu itu dan kau tak mengangkatnya! "
Ya Nara ingat dengan betul, bagaimana Jimin hampir memperkosanya dan Nara ketakutan setengah mati menelphone Daniel.
"Dan.... tiba-tiba saja berita mengatakan Kau dan Jihyo berpacaran, lalu banyak foto yang beredar Jihyo sering ke apartementmu! "
Nara menangis dihadapan Daniel.
" kau sama brengseknya dengan pria yang lain!... " Nara tak tahan lagi ia menangis keras membiarkan suara tangisnya tertelan oleh suara hujan.
"Kenapa kau lakukan ini padaku... hiks... aku membencimu .... "
" lalu kenapa kau tak pernah peduli padaku? Kau pikir aku hanya bisa diam mengetahui kau berciuman dengan Jimin apa lagi kau tak menjelaskan apapun padaku".
"Kau bahkan tak tahu Jimin mengancamku "
" Aku tak suka melihat kau dekat dengan Jimin... aku membenci Jimin.. "
" Sekarang kita impas, kau bersama Jihyo sekarang. " kata Nara ia menghapus air matanya lalu ingin meninggalkan Daniel.
Tapi Daniel manahan lengan Nara dengan erat.
" Aku tak berpacaran dengan Jihyo, ... aku ingin menjelaskan semuanya tapi nomormu tidak aktif, aku ke apartementmu setiap hari tapi kau mengganti sandinya dan tak pernah membukakan pintu untukku. Lalu... aku melihatmu bersama jimin malam itu...
Aku melihatmu dan Jimin tertawa, lalu aku mengingat kembali ketika kau dan Jimin berciuman. Itu membuatku berpikir mungkin kau lebih menyukai Jimin dariku, makanya aku tak jadi menjelaskan apa yang terjadi padamu...
Aku dan Jihyo benar-benar tak seperti yang diberitakan..
Sekarang aku ingin menjadi egois, tak bisakah kau memilih bersamaku dibanding Jimin... "
Dan Nara tersadar saat itu, ternyata mereka dalam keadaan saling salah paham.
__ADS_1
" aku ... aku tak punya hubungan apapun dengan Jimin " kata Nara dan membuat Daniel sedikit terkejut dan lega.
" Semuanya hanya salah paham, aku.. kami memang berciuman tapi ... aku tak benar-benar menyukai Jimin "
Daniel berdiri dari kursinya dan berjalan pelan lalu memeluk Nara dengan erat.
Sangat erat " aku merindukanmu " Daniel menangis , Nara perlahan membalas pelukan Daniel.
" jangan pergi dariku... setiap hari aku memikirkanmu, bahkan aku tak bisa makan dan tidur dengan nyenyak "
.....
Dan...
Jimin mendengar semuanya...
Jimin datang kerumah sakit dan ingin menemui Nara, tapi niatnya urung setelah melihat Daniel duduk dikursi roda dibelakang Nara.
Dan ia menyaksikan semuanya.
" aku tak menyukai Jimin ... "
Kalimat itu berputar terus dikepalanya membuat ia menggenggam erat kedua tangannya.
....
__ADS_1