OBSESSION : Park Jimin

OBSESSION : Park Jimin
ENDING


__ADS_3

Aku memandangi foto saat aku melahirkan Jungmin yang terpajang di kulkas.



Seketika aku tertawa " kenapa kau memasangnya di kulkas "


" agar setiap hari kau melihatnya, setiap memasak kau akan mengingat bagaimana hari itu " . Kata Jimin yang masih bermain dengan Jungmin.


Aku memandang Jimin dan Jungmin dari dapur, Jungmin sekarang sudah tumbuh besar dan sangat mirip dengan Jimin, jahil.


Jungmin selalu tak pernah mendengar perkataanku bahkan saat aku menyuruhnya mandi Jungmin menggelengkan kepalanya tidak mau.


Giliran Jimin yang menyuruhnya ia dengan cepat langsung pergi menuju kekamar mandi.



" makan malam sudah siap tuan-tuan... " ujarku lalu Jimin dan Jungmin langsung ke dapur.


" woahhh bulgogiii Jungmin sangat suka bulgogi " kata Jungmin ia duduk dikursi dengan bantuan Jimin.


" Paman Kai mengajak Jungmin kemana saja kemarin ? " tanyaku karena mendapati Kai mengupload fotonya bersama Jungmin di IG.



" Paman Kai mengajak Jungmin ke konser paman paman yang lain, Jungmin bertemu juga dengan bibi Jennie, dia sangat cantik ". Kata Jungmin antusias menceritakan perjalanannya dengan Kai kemarin.


" Jungmin-ah, Cantik bibi Jennie atau Eomma ? " tanya Jimin tiba-tiba membuatku kesal.


Dengan usilnya Jungmin menjawab Jennie sambil tertawa lalu melakukan tos dengan Jimin. " tentu saja Bibi Jennie lebih cantik ".


" Kalau begitu siapa yang lebih tampan Appa atau Paman Kai ? " tanyaku dan berharap Jungmin menjawab Kai.


" eyyy Appa Jjang... appa yang terbaik dari yang lain... " Jungmin menampilkan jempolnya untuk Jimin.


Jimin menjulurkan lidahnya padaku.


" mulai besok tidak ada bulgogi untukmu "


" ahhh aniiyaaa.... Eomma jjang eomma yang terbaik " kata Jungmin dan aku mencium dahinya tertawa.


" aku ? " kata Jimin sambil mempoutkan bibirnya. " kenapa hanya Jungmin yang di cium aku juga "


Aku langsung mengecup bibir Jimin sekilas lalu kembali melanjutkan makan.


....


Seperti biasa saat Jimin pergi ke kantor untuk bekerja, karena bosan dirumah aku mengajak Jungmi  ke taman.


" jangan berlari eomma lelah.... "  aku sangat heran kenapa Jungmin sangat cepat berlari diusianya yang masih belita.

__ADS_1


" eomma aku ingin ice cream... " kata Jungmin lalu ia pergi ke tempat penjual ice cream berlari menjauhiku.


Aku menghembuskan napasku menggelengkan kepala.


" Jungmin-ahh tunggu eomm-- a "


Seketika aku terdiam... kakiku tidak bisa melangkah mendekati Jungmin.


" eomma wae?? Palli aku ingin ice cream " Jungmin menarikku memasuki toko.


Pria yang sedang mengambil banyak permen manisan tersebut melepaskan maskernya lalu tersenyum padaku.


" lama tak bertemu Nara... "



Daniel menyapaku lalu aku hanya bisa tersenyum.


" Eomma!! Aku mau itu " Jungmin menunjuk bungkusan permen yang ada di tangan Daniel.


" ah... kau mau ini ? Namamu siapa kalau paman boleh tahu ? " Daniel berjongkok mendekati Jungmin, Jungmin sedikit takut karena memang ia tidak terbiasa dengan orang Asing.


" Jungmin paman bertanya padamu, kau harus sopan... " kataku pada Jungmin, Jungmin yang tadinya bersembunyi di belakang kakiku langsung menyapa Daniel.


Ia menundukkan kepalanya " Annyeonghaseyeo..  Jungmin, Park Jungmin. Paman siapa? " tanya Jungmin.


" Paman kenal appa ? " tanya Jungmin lalu Daniel mengangguk.


Daniel membuka bungkusan permen lalu memberikannya kepada Jungmin.


" tentu saja dia temanku... "


" Oppa apa yang kau lakukan? " tiba-tiba aku mendengar suara perempuan dari belakang Daniel.



" ah...dia temanku dan anaknya.. " kata Daniel memperkenalkanku.


Perempuan cantik tersebut langsung tersenyum menyapa. " owh bukannya anda istri Park Jimin ? " tanyanya terkejut menyadarinya.


Aku hanya mengangguk lalu menggendong Jungmin.


" kenalkan.. namaku Jeon Soomi pacarnya Daniel " kata Soomi memperkenalkan diri.


" Park Nara, istri Park Jimin " jawabku.


Dan aku kembali menyadari......


Perasaan memang bisa berubah kapan saja, tapi kenangan tidak bisa berubah...

__ADS_1


END


EPILOG


Kejadian saat Jimin menemui Daniel.


Jimin memasuki kamar Daniel, terlihat Daniel sangat kelelahan dengan wajah yang pucat tak lupa jarum infus di tangan kirinya.


" ohh kau datang ? Kai memberitahuku katanya kau akan datang... Seungwoo Ravi Taemin dan Timiteo baru saja pulang " kata Daniel santai seolah-olah mereka selama ini tidak ada masalah sama sekali.


" aku ingin mengatakan sesuatu... " Jimin menundukkan kepalanya.


" aku... " sangat susah mengatakan semuanya pada Daniel, tapi untungnya Daniel mengerti Jimin.


" Kai sudah menceritakan semuanya.... aku memaafkanmu... " kata Daniel.


" aku benar-benar minta maaf.... "


" ahhh aku belum benar-benar memaafkanmu. Aku ingin kau menjaganya dan tidak menyakitinya lagi, aku ingin kau menemui pisikeater untuk menyembuhkan penyakitmu...


Intinya aku ingin kau membuatnya bahagia seumur hidupnya "...


Jimin menganggukkan kepalanya.


" Aku berjanji "...


" oh iyaa aku membawa Nara kesini ... aku berharap setelah melihatnya depresimu berkurang " kata Jimin bercanda.


Tapi memang sebenarnya Daniel ingin melihat keadaan Nara.


" Suruh dia masuk... "


Jimin mengangguk lalu pergi keluar, " Jimin... " panggil Daniel lagi.


" Boleh tidak kau mengabulkan permintaanku, untuk yang terakhir kalinya. Aku janji tidak akan merebutnya lagi darimu "


" apa? "


" Biarkan aku menciumnya untuk yang terakhir kalinya.... "


Jimin berpikir sejenak, lalu tersenyum.


" jangan terlalu lama atau aku akan memukulmu dan pastikan itu benar-benar yang terakhir kalinya ".


" tentu saja.... aku hanya ingin merelakan Nara untukmu... "


......


ENDING

__ADS_1


__ADS_2