
Nara Terbangun dari tidurnya dengan rasa yang sangat pening di kepalanya .
" ahh " Nara memegangi kepalanya terasa sangat sakit lalu ia berusaha bangun ke arah dapur untuk meminum air putih .
Entah karena ia syuting seharian kemarin atau apa yang membuat kepalanya sangat pusing .
Setelah meminum air putih kepalanya sudah agak meningan walau sekali - kali saat ia berjalan kepalanya akan berdenyut kesakitan.
Setelah mandi dan kembali ke lokasi syuting lalu melakukan beberapa adegan dengan Jimin dan Aktor lainnya .
Nara kembali di landa pening di kepalanya.
"Kau baik- baik saja?" Tanya Jimin terlihat khawatir pada Nara .
Nara menganggukkan kepalanya tetapi Jimin terlihat sangat cemas.
" Sejak tadi pagi kau terlihat tidak nyaman ".
Jimin mendekati Nara lalu memegang jidat Nara merasakan apa dia sedang panas apa tidak .
"Kau demam Nara , Aku akan memberitahu mereka untuk memberhentikan syuting sejenak agar kau bisa beristirahat " Kata Jimin sambil menatap Nara .

" tidak usah, lagi pula tinggal beberapa adegan lagi syuting akan selesai hari ini ... dan aku hanya sedikit sakit kepala, kepalaku sedikit pening sejak bangun tidur " kata Nara ia menolak niat baik Jimin secara halus .
Nara tersenyum melihat Jimin yang sangat khawatir padanya, dan dia berpikir Jimin benar- benar berubah.
Berubah ...
Jimin menampilkan senyum smirknya dari belakang Nara , " kau sangat mudah tertipu .

"Nara ! " teriak Jimin dan Nara berbalik ke arah Jimin dengan tatapan bingung " apa? " .
" Akan kubelikan minuman , agar sakit di kepalamu sedikit berkurang " . Kara Jimin sambil menampilkan senyumannya pada Nara .
Yang membuat Nara tiba - tiba menganggukkan kepalanya lalu ikut tersenyum tanpa ia sadari.
Sepertinya dia sudah terhasut niat licik Jimin.
Jimin tersenyum penuh kemenangan dengan cepat ia membelikan minuman lalu memasukkan satu bungkus bubuk kecil obat tidur ke dalam minuman tersebut .
Saat sampai di lokasi Syuting, Jimin selalu memperhatikan Nara yang saat ini sedang melakukan beberapa adegan bersama aktor yang lain.
Karena adegannya dan Nara sudah selesai sekarang Nara tinggal melakukan lakon.
Jimin menatap Nara sangat tajam, sesekali ia tersenyum melihat tingkah lucu Nara, ia akan ikut tertawa saat Nara melupakan beberapa dialognya.
" Sangat cantik, sepertinya aku memang sudah tergila-gila padamu "
...
Selesai Syuting dan mengambil banyak adegan akhirnya Nara dapat beristirahat.
Sambil memegangi keningnya ia berjalan masuk ke dalam mobil berniat untuk kembali ke hotel dan beristirahat.
" Aku membelikanmu minuman, katanya ini cukup baik untuk meredakan sakit kepala " Jimin memberikan minuman tersebut pada Nara.
Nara mengangguk tersenyum " terima kasih " .
"Kau langsung pulang ? Tidak ikut makan bersama staf yang lainnya ? " tanya Jimin melihat Nara sudah bersiap -siap untuk pulang.
Nara menganggukkan kepalanya " sepertinya aku terlalu kelelahan aku hanya butuh istirahat "
"Kalau ada apa - apa kau bisa menghubungiku " kata Jimin ia menampilkan senyum tulusnya pada Nara .
" Aku akan menelponemu " .
__ADS_1
...
Setelah sampai di hotel Nara mengganti bajunya lalu menuju ke kamarnya untuk membaringkan badannya .
Ia membuka HPnya lalu mendapati Seulgi mengiriminya pesan.
SEULGI RV
Sepertinya kecurigaanku selama ini benar..
22:34
SEULGI RV
Sebenarnya aku ingin menelponemu tapi kau sedang sibuk. Telpone aku kalau kau sudah tidak sibuk ada hal penting yang aku ingin sampaikan padamu
22:40
Nara langsung menelpone Seulgi temannya tersebut.
" Ada apa ? " Tanya Nara pada Seulgi.
" Kau sudah selesai syuting ? "
" Owh aku baru pulang dari lokasi syuting "
" owh ... jadi sekarang apa maksud pesanmu ? "
" Ah iya benar ... Aku bertemu Daniel kemarin , kami satu stage aku menanyai kabarnya karena ia baru saja keluar dari rumah sakit tapi langsung bekerja "
"Hmm lalu... hal pentingnya apa "
" dia menanyai kabarmu ... "
Nara langsung terlihat bersemangat " serius? Lalu Daniel bilang apa padamu ?"
" Aku bilang kau baik - baik saja . Sangat baio bahkan aku bilang padanya kau dan Jimin sedang melakukan syuting untuk web drama terbaru di paris . Dan kau tahu reaksinya apa ? "
" apa! Cepat katakan! "
" dia tersenyum .. tapi aku yakin dia hanya tersenyum kecewa . Sangat jelas diraut wajahnya .. semakin membuatku yakin kalau dia dengan Jihyo hanya berpura-pura " .
Nara menghembuskan napasnya kasar.
" hanya karena itu dan kau sudah yakin ? Palingan dia hanya berbasa - basi , kalau dia benar - benar ingin tahu keadaanku kenapa dia bertanya padamu dan tidak langsung bertanya padaku . Sudahlah aku juga sudah mulai terbiasa untuk melupakan Daniel ... jadi Seulgi, berhenti mencaritahu hubungan Daniel dan Jihyo lagi .. "
" Tapi Nara aku serius ... aku yakin--"
" Aku lelah aku ingin istirahat ... "
Nara mematikan telephonenya lalu meminum minuman yang diberikan oleh Jimin saat syuting tadi.
Lalu karena rasa kantuknya yang tak tertahan Nara tertidur pulas di ranjang .
__ADS_1
Tanpa tahu apa yang akan Jimin lakukan padanya .
Ya Jimin mendatangi hotel Nara dan tersenyum melihat Nara tertidur, sangat cantik menurutnya saat perempuan itu tertidur .
Jimin ikut membaringkan badannya tertidur di samping Nara sambil memeluknya erat.
" Aku suka bau harum shampomu " Jimin menciumi jidat Nara .
Sesekali ia mengelus rambut Nara yang terurai panjang sambil memainkan rambut panjang Nara.
Tangannya menyentuh alis mata Nara ia mengelusnya pelan penuh dengan kasih sayang .
Ia mengelus kedua pipi Nara sambil tersenyum senang .
" kita masih punya waktu yang sangat panjang , wanna play with me ? " bisik Jimin ditelinga Nara yang masih tertidur pulas.
" Diam berarti setuju " Jimin perlahan membuka kancing baju Nara sambil menikmati moment tersebut.
Sesekali ia menciumi bibir Nara dengan pelan.
Dan Nara tak terbangun sama sekali atas perlakuan Jimin malam itu.
...
...




__ADS_1