
pada akhirnya aku hanya berujung mengagumimu tanpa memiliki.
Jadi jangan menyalamiku, karena sapaanmu terlalu lembut, aku takut menyayangimu lagi.
.
.
Jimin melihat Nara dan Daniel berciuman dari mobilnya. Jimin mencengkram kuat stir mobil miliknya.
"Aku akan menghancurkanmu... ".
.
Berita pagi ini adalah tentang Daniel yang membuat Agensinya sendiri.
Connect Entertaiment dan menjadi CEO.
Bukan hanya itu Daniel menjadi CEO juga di KD Cooperation.
Dan berita yang berada diurutan kedua adalah Jimin mendukung Daniel.
Berita tentang mereka bertiga mencuat di posisi nomor 3.
Jimin, daniel dan staf Jimin berjalan bersama kemarin.
Nara kembali membaca berita yang mewawancarai Jimin pagi tadi.
"Daniel dan aku sudah berteman lama, Hasung mengenalkanku pada Daniel. Waktu itu aku Kai ravi taemin dan Hasung sedang berkumpul bersama. Dan Hasung membawa Daniel disitulah kami mulai akrab".
"Benar-benar penipu ulung" kata Nara, lalu ia bangun membersihkan apartementnya, bersiap-siap ke dorm BTS karena pekerjaan.
.
.
BTS melakukan fansign hari ini dan Nara terpaksa menemaninya. Oh iya seminggu lagi sudah tak terasa kontraknya dengan Bighit selesai jadi Nara bebas akan melakukan apa.
"Ami.... bagaimana jika aku menyukai seorang wanita?" Tanya Jimin pada Army dihadapannya.
"Andwe...."
"Eyyy aku yakin kalian juga akan menemukan pria idaman kalian "
"Itu kau Jimin oppa!!" Teriak mereka sambil tertawa.
"Yak! Kalian cepat atau lambat akan menemukan pria yang lebih baik dariku... " kata Jimin membuat member yang lain tertawa saat sedang sibuk menandatangani album.
"Shirreo!"
(Aku tidak mau).
"Kalian benar-benar keras kepala... ah iya sebenarnya.. " Jimin menunjuk ke arah Nara yang sedang dibelakang membereskan peralatan make upnya.
Semua orang melihat ke arah Nara "dia tipe perempuanku, bukan kah dia cantik?".
Seketika seluruh orang menatap ke arah Nara, tiba-tiba Nara sangat terkejut dan takut apa akan reaksi fans nya Jimin saat itu, Namun tiba-tiba Jimin melanjutkan kalimatnya.
"Semua perempuan yang menyayangiku dan mengurusku sangat cantik, termasuk kalian." Sambung Jimin dan Rapmon hanya menggelengkan kepalanya sambil sibuk menandatangani Album.
Nara menghembuskan napasnya lega, bagaimana jika Jimin nekat mengatakan hal aneh.
Syaland kenapa dia selalu membuat detak jantungku tak beraturan.
Dan jauh dibelakang Nara, Jimin tersenyum manis melihat tinggah lucu Nara yang tersipu malu.
...
Nara terduduk diam di apartementnya setelah fansign terakhir BTS, mereka dan agensi mengadakan rapat bersama.
Menyatakan bahwa BTS akan hiatus selama benerapa bulan sebelum melakulan aktifitasnya masing-masing.
Dan Nara sangat bersyukur itu berarti Nara tak perlu lagi harus bertemu dengan Jimin.
Nara menatap ke televisi dimana berita tentang Kang Daniel comeback menyuat dan menjadi tranding nomor 1 di koreaselatan.
Bukan hanya di korea tetapi di negara-negara lainnya.
Nara menikmati harinya saat ini karena menonton MV Daniel di album Colour On Me sebenarnya Nara tak perlu terlalu ingin tahu karena kenyataanya ia sudah diberitahukan Daniel bahkan ia sudah mendengarnya berkali-kali sebelum benar-benar di rilis.
Nara ikut menyanyi mendengar lagu Daniel, sebenarnya ia sedikit merindukan Daniel. Karena akhir-akhir ini Daniel tak pernah menghubunginya mungkin karena dia sedang sibuk.
Namun tiba-tiba suara bel apartementnya berbunyi, Nara melihat siapa yang datang.
"Jimin?"
"Apa kau butuh sesuatu?" Tanya Nara dari dalam dan belum sempat membuka pintu.
Jimin tersenyum. "Aku menagih sesuatu darimu. PER. MIN. TA. AAN " Jimin mengejanya depan cctv.
Nara masih diam berdiri didepan pintu sambil melihat Jimin dari layar. Ia takut jika membuka pintu Jimin akan melakukan hal aneh padanya.
Nara melihat Jimin mengeluarkan ponselnya lalu memperlihatkannya le arah CCTV.
"Cantik sangat cantik" kata Jimin sambil tersenyum manis.
__ADS_1
Brengsek!.
Dengan terpaksa Nara membuka pintu apartement. "Hapus itu sekarang juga" Nara menarik HP Jimin tapi Jimin mengangkat tangannya lalu mendorong Nara masuk.
"Woah apartementmu sangat luas. Apa kau sendirian disini?" Jimin langsung duduk di sofa Nara lalu mengambil majalah yang Nara sempat baca barusan.
"Kang Daniel tampil perdana sebagai CEO Cooperation Entertaiment... woah Daniel benar-benar seorang pria.. yang kaya". Jimin mengganggukkan kepalanya lalu menatap Nara yang berdiri sambil melihat ke arah Jimin tak suka.
Jimin membalas tatapan tajam Nara yang terlihat tak suka saat Jimin memasuki apartementnya.
"Kenapa? Rindu main bersamaku? Atau rindu dengan mainanku?" Tanya Jimin ia menaikkan satu alisnya.
Nara hanya diam tetap menampilkan wajah angkuhnya dan tak sukanya pada Jimin.
"Kau tak suka aku disini?"
"Tapi mau bagaimana lagi, kau ingatkan? Kemarin kau sendiri yang menawarkan perjanjian padaku... di mana kamarmu?" Jimin melihat kesekeliling apartement dan mendapati pintu kamar yang terdapat hiasan gantungan di pintunya.
Jimin bangkit dari kursi lalu melangkah masuk ke kamar Nara.
"Sebentar lagi Daniel akan kesini, kuharap kau cepat menyelesaikan urusanmu, park Jimin-ssi dan secepatnya keluar kalau tidak ingin dilihat Daniel ". Nara menekankan nama Jimin karena kesal dengan pria yang menggaggung hidupnya.
"Siapa bilang aku tak ingin Daniel melihatku? Aku sangat ingin dia melihat ku bersamamu. Aku suka tatapan tajamnya. Anehnya kenapa dia tidak memutuskanmu padahal dia tahu kalau aku menciummu". Jimin melepaskan jaketnya lalu berbaring di kasur Nara sambil bermain HP.
Sedangkan Nara terheran-heran dengan kalimat Jimin barusan.
"Apa maksudmu?"
"Daniel tak bilang padamu? Mark mengatakan pada Daniel bahwa aku menciummu dengan paksa...
Mark sialan siapa bilang aku memaksamu, jelas-jelas kau tak menolak saat kucium yang ada kau menikmatinya bukan?"
"Jadi Daniel tahu?" Tanya Nara sekali lagi dan Jimin hanya menganggukkan kepalanya.
Jadi selama ini Daniel tahu kalau mereka pernah berciuman tapi kenapa Daniel tak marah?.
Atau ..
Alasan dia tak menelponenya...
"Keesokannya dia mendatangiku saat kami kumpul makan malam bersama Pudding Squad. ".
Nara measuki kamarnya ingin mengetahui penjelasan Jimin.
"Duduk sini aku akan menceritakannya." Kata Jimin memukul kasur yang luas itu.
"Jangan buat aku marah... kau tahukan kalau aku marah?"
Ya Nara tahu betul bagaimana jika Jimin marah, bisa saja ia di campuk berkali-kali menggunakan ikat pinggangnya.
Karena Nara tahu Jimin suka sadisme terhadap orang yang membuatnya marah.
Namun Nara juga sedang terbawa amarah, dia merasa dia sudah mengkhianati Daniel.
Bahkan Daniel tahu mereka berciuman tapi kenapa Daniel tak marah padanya.
Ia merasa benar-benar bodoh seperti merasa bersalah karena telah selingkuh.
Nara menarik Jimin kasar memaksa pria itu keluar dari kamarnya. Namun karena keluan Nara itulah yang membuat Jimin marah.
"Apa kau marah sekarang padaku?" Tanya Jimin pelan pada Nara berusaha lembut padanya.
"Setelah apa yang kau lakukan dan aku masih bertanya? Kau itu bodoh apa gila Jim!!" Bentak Nara, dan.. Jimin terlihat sekali menahan marah.
"Kau sudah jelas tahu bahwa aku tidak akan pernah meninggalkan Daniel! Aku mencintainya!"
PLAK!!!
"Aghk!!"
Nara tersungkur akibat tamparan keras Jimin. Ia memegangi pipinya yang memerah pedih dan menampilkan bekas telapak tangan Jimin.
"Aku membenci Daniel, kenapa dia bisa membuatmu jatuh cinta padanya? Kenapa aku tidak?". Kata Jimin sambil jongkok lalu memperbaiki rambut Nara yang sedikit acak-acakan.
Nara ketakutan melihat Jimin yang berubah, ia merasa bahwa Jimin dihadapannya ini bukan Jimin yang biasanya.
Tatapannya lebih menakutkan.
Jimin benar-benar merasa gila sekarang. Ia benci Nara yang membentaknya dan menyalahkannya karena alasan Daniel.
"Daniel!Daniel! Daniel! Apa hebatnya pria itu Nara! Apa yang ada padanya dan tidak ada padaku!?" Teriak Jimin prustasi.
Jimin berusaha menenangkan amarahnya agar tidak menghancurkan perempuan dihadapannya ini.
"Karena Daniel tak pernah berbuat kasar padaku, dia bukan pria brengsek sepertimu Jimin" kata Nara pelan tapi membuat Jimin kembali menunjukkan smirknya.
__ADS_1
"Apa kau bilang? Brengsek?" Jimin kali ini tak bisa menahan emosinya ia menatap Nara dengan tatapan tajam dan mengintimedasi.
"Siapa yang brengsek? Aku? Woah.. apa aku perlu menunjukkan padamu apa itu pria brengsek?" Jimin mengelus rambut panjang Nara dengan sangat lembut.
"Aghk!"
Lagi-lagi Nara berteriak saat rambut panjangnya ditarik Jimin.
"Jimin!! Sakit!!" Nara berusaha menahan tangan Jimin, namun dengan kasarnya Jimin menarik rambut Nara sehingga Nara berdiri.
Jimin membisikkan sesuatu pada Nara. "Dengar, aku bukan tipe pria seperti Daniel yang akan memperlakukanmu dengan lembut Kim Nara. " Jimin mendorong Nara hingga kembali tersungkur di lantai.
"Aku bisa saja membunuhmu sekarang juga dan bisa saja aku membuatmu hamil Nara.. Tapi...." Jimin menarik napasnya panjang-panjang.
"Tidak akan terlalu seru permainannya jika aku langsung bermain ke intinya.... permainan yang perlahan-perlahan lebih baik."
"Aku akan membuat Daniel membencimu... " Jimin jongkok menghadap ke Nara, wajahnya kembali seperti semula tenang.
Ia mencium pipi merah Nara dengan lembut, lalu memeluknya erat.
"Kenapa kau selalu membuatku marah? Kau selalu membuatku hilang kendali...". Kata Jimin tapi Nara hanya diam membiarkan Jimin memeluknya.
Dari pada melawannya lalu Jimin akan berprilaku kasar padanya, lebih baik ia diam saja.
.
.
.
.
Jimin, Ha sung woon, kai, Taemin, ravi dan Daniel kembali berkumpul seperti biasanya.
"Bagaimana Nara? Aku tak pernah melihatnya lagi ikut bergabung". Kata Taemin ia bertanya pada Daniel yang terlilahat lelah karena baru saja menyelesaikan debut perdananya.
Dan memang benar, mereka berkumpul karena ingin merayakan hari debut Daniel.
"Setelah ini aku akan ke Apartementnya." Kata Daniel singkat.
"Kalian berpacaran tanpa ketahuan media, aku sangat salut." Kata Kai tertawa. Ravi yang mendengarnya ikut tertawa kecil.
"Bagaimana tidak? Kau berkencan dengan Jennie dan Krystal di depan umum menggunakan mobil pribadi." Cetus Ravi.
"Dia ingin pamer karena bisa membuat Jennie memohon cinta padanya... aku sempat membaca kakaotalk mereka. Jennie memohon minta maaf tapi Kai hanya me readnya saja" Jimin kali ini ikut menimpal.
Kai atau biasa dipanggil Joongin hanya mengendikkan bahunya.
"Aku hanya ingin tahu batas wajah tampanku sampai mana... mungkin saja wanita seperti ariana grende dan lily menyukaiku". Kata Joongin bercanda.
Dan begitulah mereka bercerita tentang mereka masing-masing sambil tertawa bersama, kecuali Jimin dan Daniel yang sesekali saling bertatap tak senang.
Semua orang terlihat mabuk karena mereka bermain dan yang kalah harus minum alkohol seperti soju. Kai Taemin, hasung sangat mabuk sehingga mereka saling tertawa tak masuk akal dan terkapar tak bertenaga.
Sedangkan Ravi tak tahu kemana ia bilang akan kekamar mandi tapi sampai sekarang tak kunjung kembali.
Kembali seperti tadi Jimin dan Daniel saling tatap.
"Kenapa kau melakukannya?" Tanya Daniel menatap tajama.
Jimin tersenyum seolah-olah ingin menunjukkan rasa tak bersalahnya karena telah mencium pacar orang lain.
Atau bisa di bilang menikmati badan milik pria lain.
"Padahal kau tahu aku adalah pacarnya. Dia milikku, Kim Nara milikku!" Daniel menggenggam botol soju dihadapannya dengan erat berusaha menahan amarahnya mengingat apa yang pria asal LA Amerika itu katakan.
"Aku melihat Jimin mencium Nara paksa".
"Kenapa? "..
..
...
....
"Tentu saja karena aku menyukai Kim Nara. ". Jawab Jimin tersenyum smirk pada Daniel.
"Mau lihat hal yang mengejutkan?"
.
.
.
TBC
__ADS_1