
Setelah dokter menjelaskan bahwa Nara sedang mengandung dan tak boleh meminum minuman beralkohol akhirnya keesokannya Nara dan Daniel bisa kembali ke apartement Nara.
Nara terlihat bingung dengan Daniel yang terlihat tidak senang.
" Kenapa? Bukankah kau seharusnya senang jika aku hamil ? " tanya Nara pada Daniel.
Daniel terduduk di sofa sambil memegangi keningnya yang berdenyut pusing sesekali ia menghembuskan napasnya kasar.
๏ฟผ
Ia tak tahu harus melakukan apa pada Nara, jika dia bilang itu bukan anaknya.
Daniel menggenggam kedua tangan Nara dengan lembut menuntunnya agar duduk disampingnya.
" Bisa tidak kau... " Daniel berkata dengan hati-hati takut kalimatnya akan menyakiti Nara.
" apa? " Nara menunggu kalimat Daniel selanjutnya.
" Gu-gurkan janin--"
Plak!!
Belum sempat Daniel melanjutkan kalimatnya Nara berdiri dari tempat duduknya lalu menampar Daniel dengan keras.
" Kau Gila! Bagaimana bisa aku menggugurkannya! " Bentak Nara sambil menangis dan kecewa mendengar kalimat yang diutarakan Daniel.
Nara pergi ke kamarnya lalu menguncinya.
" Sampai kapanpun aku tidak akan menggugurkannya!! " teriak Nara yang membuat Daniel kembali merasa bersalah.
Daniel menidurkan badannya di sofa karena sedikit strees mendapati sebuah email beberapa jam yang lalu.
From unknow
Bagaimana? Kau sudah menerima hadiahku belum ?
__ADS_1
Dan beruntungnya akun email tersebut dapat di lacak oleh managernya, dan betapa terkejutnya ia mendapati kenyataan bahwa sang pengirim email adalah Park Jimin.
Bagaimana jika ia mengatakan bahwa sebenarnya janin yang Nara kandung adalah anak Jimin.
Daniel takut Nara meninggalkannya lalu memilih pergi bersama Jimin.
Tapi, bagaimana jika Jimin memberitahu Nara bahwa itu adalah anaknya.
Daniel kembali menangis, kenapa semua kesialan menuju ke kehidupannya.
Padahal Daniel tak pernah meminta banyak dari tuhan, ia hanya ingin hidup bahagia bersama Nara tanpa halangan.
Dengan cepat ia melangkahkan kakinya lalu pergi menemui Jimin.
Rasanya ia ingin membunuh Jimin sekarang juga.
Setelah mengajak Jimin bertemu di tempat biasa mereka dan teman-teman lainnya berkumpul, Daniel tanpa berkata apa-apa ia langsung memukul wajah Jimin.
" Kenapa? Bukankah seharusnya kau berterima kasih karena telah ku berikan hadiah special untukmu ? " kata Jimin menampilkan smirknya.
Daniel kembali ingin memukul Jimin, tapi Jimin dapat menghindar dan terjadi mereka yang saling memukul.
Sungwoo yang kebetulan memang bersama Jimin dari tadi, tapi ia berada dimobil.
Saat keluar dari mobil ingin menemui Daniel dan Jimin ia mendapati mereka saling beradu tinju.
" Ya!! Apa yang kalian lakukan!! Jimin kau gila!!? Kang Daniel!! berhenti!! "
Sungwoo berhasil melerai mereka berdua, Daniel menatap Jimin kecewa, penuh dengan kecewa setelah apa yang dilakukan Jimin pada Nara.
๏ฟผ
Kenapa Jimin setega itu ? Pikir Daniel.
Jimin menyeringai terlihat sangat senang saat Daniel menampilkan wajah kesusahan dan kesedihan.
" Sebentar lagi aku juga ulangtahun, aku berharap kau juga memberiku hadiah... lepaskan Nara, dia sudah bukan milikmu. Dan aku akan bertanggung jawab atas semua yang sudah aku lakukan. Aku bisa menjaga Nara selamanya "
Daniel mengepalkan kedua tangannya ia tak rela melepaskan Nara, ia tak ingin.
....
Daniel kembali memasuki apartement Nara, mendapati perempuan itu terkejut karena melihat wajah Daniel yang terluka karena tinjuan Jimin.
" A-apa yang terjadi ? " Nara panik lalu menghampiri Daniel, Daniel menangis sambil memeluk erat Nara.
__ADS_1
Nara membalas pelukan Daniel dan sangat khawatir tak biasanya Daniel menangis.
" Siapa yang memukulimu? Apa kau bertengkar dengan seseorang ? ".
Tanya Nara tapi Daniel tak menjawab ia masih setia memeluk Nara.
" Tolong aku... " kata Daniel membuat Nara bingung.
" Aku tak mau kehilanganmu... " lanjutnya semakin membuat Nara bingung apa maksud dibalik kalimat Daniel.
" kumohon gugurkan janin ini " Ujar Daniel sambil menatap Nara memohon sangat memohon.
Nara kembali marah ia merasa sangat marah, kenapa Daniel menyuruhnya menggugurkannya disaat Daniel sendiri yang membuat Janin itu muncul pikir Nara.
" Kenapa? " tanya Nara sambil meneteskan air matanya.
" Aku tak mau kehilanganmu... "
" Alasanmu tidak masuk akal! " bentak Nara, karena menurutnya bukankah bagus jika ia hamil anak Daniel?.
" Cukup gugurkan saja! "
Nara menggelengkan kepalanya " Apa karena kau tidak mau bertanggung jawab!? "
" bu-bukan begitu... "
" Aku tidak butuh tanggung jawabmu jika kau tidak mau! Aku bisa mengurusnya sendiri! " bentak Nara
" Sekali ini saja turuti aku, aku ingin kau menggugurkannya "
" tapi aku tidak bisa Daniel!! Bagaimana mungkin kau tega menyuruhku untuk mengugurkannya! padahal ini adalah darah dagingmu! Bagaimana bisa kau setega itu menyuruhku untuk mengugurkannya!! "
" tapi dia bukan darah dagingku!! "
Kali ini teriakan Daniel membuat Nara terdiam tak percaya apa yang barusan Daniel ucapkan.
" Kau.... "
....
Tbc
Yeughuhuhuuhu followwwww jangan lupaaaa
Oh bagi yang tanya apa cerita ini ada Wattpad apa tidak.
Ya ceritanya ada di wattpad.
Nama akunnya @kimnadhira27
Kalau diwattpad ada gambarrnya dungsss....
Eh beteweeee Happy birthday Park Jimin๐
๏ฟผ
๏ฟผ
__ADS_1