
1 tahun kemudian...
" yaaaaa... kenapa kau sangat lucu " Jimin menciumi anaknya berkali-kali membuat anak laki-laki tersebut tertawa.
Jimin terus menganggu sang anak sampai-sampai bukan tawa yang keluar tapi tangisan.
" kenapa kau selalu membuatnya menangis " aku mendengus kesal karena Jimin selalu menjahili Jungmin.
" berhenti menjahilinya, bagaimana jika dia menjadi cengeng " ujarku sambil mengambil Park Jungmin dari pangkuan Jimin.
Jimin hanya tersenyum mendengarku mengomel.
Susu yang sudah ku tuangkan ke dalam dot bayi langsung saja membuat Jungmin tertidur, rupanya dia mengantuk tapi Jimin mengajaknya bermain terus.
Aku tersenyum mengingat kejadian dimana Jimin sangat panik mendapati ketubanku yang pecah dan saat itu juga aku akan melahirkan.
1 year ago....
Aku memegangi perutku yang terasa sakit ketubanku pecah dan lebih gilanya lagi tidak ada orang di apartement.
Aku berusaha menahan sakit dan mengambil teleponeku segara menelpone Jimin yang sedang bekerja.
" Jim...minn ahk.... ce- "
" waeyeo? Aku sedang rapat--"
" palli!! Sepertinya aku akan segera melahirkan.... ahkkk sakit Jimin... cepat datang... "
" Se-serius?? Tu-tunggu, tenang aku akan kesana dengan cepat!"
Aku merasa sesuatu akan keluar di sana dan itu terasa sakit.
" ahkk!! Sialan!! Kenapa ini sakit sekali! "
Aku menunggu sekitar 15 menit dan Jimin langsung mendatangiku ia bersama Jungkook.
" Kook kau bawa mobil aku akan menenangkan Nara " katanya tergesa-gesa lalu Jimin dengan sigap menggendongku.
Disaat seperti ini aku sangat kagum dengan Jimin padahal beratku bertambah semenjak hamil tapi Jimin dengan gantlenya tanpa mengeluh ia menggendongku.
" ke-kenapa menatapku seperti itu? " tanyanya heran karena aku yang tadinya merintih kesakitan tiba-tiba terdiam dan menatap Jimin.
" Ka-kau tampan... ahhh Jimin sakit " Jimin yang tertawa langsung mengecup bibirku sekilas lalu memelukku.
Ia mengelus perutku dengan sangat lembut sambil mengucapkan kalimat penenang " Tunggu yahh sebentar lagi akan sampai... "
__ADS_1
Jungkook menambah kecepatan laju mobil dia juga terlihat sedikit khawatir apa lagi mendengar Nara merintih terus karena kesakitan.
" Tahan... sebentar lagi.... ".
Setelah sampai rumah sakit bersalin Nara langsung di bawa masuk.
" Siapa suaminya ? " tanya sang dokter lalu Jimin langsung mengangkat tangan, kemudian sang dokter menyuruh Jimin juga ikut.
" Rahimnya terlalu sempit, jadi akan sangat membutuh banyak waktu. Saat ini membuat istri anda tenang terlebih dahulu sangat penting. "
Jimin mengangguk paham lalu ia menggenggam tanganku dengan erat, keringat mengguyuri tubuhku dan aku benar-benar merasa kesakitan di perutku.
" Sakiit " bisikku pada Jimin tapi percuma saja Jimin tak tahu harus melakukan apa-apa selain menenangkanku.
" melahirkan memang sakit... apa ini anak pertama ? " tanya sang dokter lalu Jimin mengangguk cepat.
" ahh wajar, yang pertama lebih menyakitkan... tapi tenang saja setelah melihat bayinya anda tidak akan merasakan sakit lagi... "
" okay sudah 30 menit... tarik napas pelan-pelan.... hembuskan.... "
" hempp ..... huftt.... "
" lagi.... sekali lagi.. tarik napas pelan-pelan lalu hembuskan... "
" hempp.... hufttt "
" okay.... dorong yang kuat, cantik... "
" lagi.... lebih kuat lagi sayang... "
" emghkkkk!!!!!! " aku mencengkram tangan Jimin dengan sangat kuat.
Hingga aku mendengar suara tangisan, aku merasa sengat lelah... benar-benar lelah dan setelah melihat Jimin menggendong bayiku ia tersenyum dengan kedua mata yang berkaca-kaca.
Aku ikut tersenyum... setelah Jimin memberikan bayinya padaku tiba-tiba aku merasa mengantuk...
" Ada apa dengannya ? "
" tenang saja itu akibat obat bius yang baru saja bereaksi... dia hanya tertidur karena kelelahan... melahirkan tak semudah yang pria bayangkan " kata sang dokter tertawa.
Saat membuka mataku aku melihat Jimin dan Jungkook memainkan Jungmin di gendongannya.
Melihat Jimin tersenyum membuat hatimu terasa nyaman.
Dan baru ku sadari selama ini Jimin benar-benar sudah berubah. Dia bahkan tak pernah memarahiku atau membentakku.
Apa ini bertanda aku sudah melupakan Daniel ? Dan mulai terjatuh pada parasnya Jimin ? .
__ADS_1
" owh kau sudah bangun ? Lihat Jungmin sangat tampan sepertiku... " Jimin terlihat sangat bahagia.
Dan harus ku akui aku sangat menyukai senyumannya.
.....
Jimin harus kembali ke kantor dan aku sudah meminta izinnya untuk pergi ke apart Kai, lagipula apart Kai itu satu gedung dengan kami.
Cukup menekan lift lantai 23 dan aku sudah sampai di apartnya.
Setelah sampai apartnya Kai langsung menyambutku.
" aghhh neomu kiyeowooo " Kai berteriak melihat Jungmin. Lalu ia mengambil Jungmin dari gendonganku.
Lebih tepatnya menyambut Jungmi.
" Jungmin-ah... lama tak berjumpa... samchon merindukanmu " Kai memeluk Jungmin.
"
oppa kau bilang akan membelikanku boneka " kataku pada Kai karena memang kami ke rumah Kai untuk menagih boneka beruangku.
" kau sudah berjanji untuk membelikanku.. "
" tunggu aku ambil " Kai meletakkan Jungmin ke dalam pelukanku.
" owhhh itu sangat lucu " Aku berteriak kencang lalu meletakkan Jungmin di lelukan kai.
" kau terlihat lebih senang mendapat boneka dibanding Jungmin "
" siapa yang tidak suka... maksudku ini karena bonekanya kau beli dengan harga yang mahal, makanya aku selalu terus menagihmu... "
Kai tidak memperdulikanku dia lebih peduli dengan Jungmin.
Kai itu sangat mencintai anak kecil, apa lagi Jungmin.
Hampir setiap selesai konser diluar negeri Kai selalu membawa hadiah untuk anakku.
" kalau Jimin dan kau sibuk aku bisa mengurusnya " kata Kai lalu aku hanya menganggukkan kepalaku.
" akhir-akhir ini Jimin sangat sibuk, karena dia akan disahkan sebagai CEO "
....
.....
__ADS_1
.....