
-Aku tak pernah berpikir kita berakhir saling menyakiti setelah moment bahagia yang kita jalani - @nad_nadhira27
Sudah seminggu berlalu semenjak kejadian dimana Daniel menatap kosong kearah Nara pada saat di restorant.
Dan ia juga masih ingat dengan jelas bagaimana Daniel dan Jihyo terlihat makan sambil tertawa atau bahkan mereka seperti menikmati kencan makan malam mereka.
Tanpa memikirkan bagaimana perasaan Nara.
Bohong jika Nara sudah melupakan Daniel, bahkan sepulang dari restoran itu ia mengurung diri selama seminggu di apartementnya.
Dia masih memikirkan tentang Daniel yang tidak bisa ia percaya.
Bagaimana mungkin Daniel pergi tanpa penjelasan apapun padanya dan tiba-tiba saja ia mendapati berita kencannya dengan Jihyo.
Bahkan baik Daniel ataupun Nara tak pernah saling mengucapkan kata terpisah.
Dan lebih parahnya saat Nara membutuhkan Daniel kemarin saat Jimin benar-benar akan menghancurkannya, ia justru mendapati berita kencan Daniel dengan perempuan lain.
Semenjak mendengar penjelasan Jungkook bahwa Jimin telah berubah dan rutin mendatangi psykolog untuk menghilangkan penyakit mengerikan itu.
Nara mulai lega karena tidak ada lagi orang yang berani melecehkannya sesukanya.
Ia merasa bodoh diperlakukan seperti itu oleh Jimin.
Dan lebih bodohnya ia memaafkan Jimin atas semua kesalahan yang hampir dibuat Jimin padanya waktu itu.
Ia juga kadang tak percaya kenapa ia dengan bodohnya memaafkan Jimin.
Bahkan trauma yang dibuat Jimin waktu itu masih berkeliaran dipikiran Nara.
Mulai sejak itu ia berusaha mencari jalan untuk menghilangkan pikiran negatifnya menghilangkan stresnya dengan berbagai kesibukan.
Bukan sebagai seorang staff di SM tapi akhir-akhir ini atasannya Lee sooman sajangnim selalu menyuruhnya untuk menerima tawaran Photoshoot dari berbagai merek baju.
Ya saat ini Nara dan Jeno member Nct Dream sedang melakukan pemotretan.
Nara sudah mengenal Jeno dengan akrab dikarenakan pada saat Nara menjadi staff di SM ia selalu membantu keperluan NCT saat konser SMTOWN.
"Aku dengar kau menerima tawaran dari sutradara Park Jihyun Mr.Tempory apa kau menerimanya?" Tanya Jeno pada Nara saat sesi photoshoot sudah selesai.
"Ahh aku tak bisa menolak tawarannya, karena dia sudah terlalu banyak untuk membantuku. Aku memintanya untuk tidak menjadikanku sebagai tokoh utama." Jelas Nara lagi pada Jeno.
"Kenapa? Disaat semuar orang ingin menjadi pemeran utama kau justru sebaliknya"
"Kau tahukan awalnya aku hanya mencari kesibukan dari pada dirumah jadi ak menerima beberapa sesi photoshoot itupun hanya bersama artis SM. Aku tak ingin terlalu bekerja keras". Perkataan Nara membuat Jeno menganggukkan kepalanya.
"Aku harus pergi aku ada janji dengan temanku" pamit Nara, Jeno langsung memegang tangan Nara.
"Jangan lupa datang ke acara FENDI malam nanti, aku akan benar-benar kecewa jika kau tidak datang".
Nara menganggukkan kepalanya menyetujui permintaan Jeno untuk datang ke acara Party FENDI. Mereka yang menjadi ambasador dari merek tersebut.
Narapun pergi meninggalkan tempat sesi pemotretan setelah ia membungkukkan badannya pada seluruh pekerja.
__ADS_1
.
.
.
Nara menghentikan mobilnya dibelakang parkiran Bighit Entertaiment.
Ia menunggu pria yang akan menemuinya.
Jimin tersenyum melihat Nara menemuinya, ya mereka berjanji untuk bertemu di belakang gedung BigHit yang baru.
"Aku melihat wajahmu menghiasi majalah dengan merek terkenal akhir-akhir ini. Kau menjadi model?" Tanya Jimin berbasa-basi.
"Berita menyebar dengan cepat, semuanya benar tapi aku menolaknya."
Jimin membuka kemejanya lalu menutupi paha Nara yang terekspos saat duduk dibangku.
Nara sedikit tertegun dengan tingkah Jimin.
"Langsung to the point saja, aku terima penawaranmu tentang itu". Kata Nara to the point pada Jimin.
Jimin menganggukkan kepalanya.
"Mengapa tidak mencoba untuk benar-benar menyukaiku? Dari pada harus berpura-pura?" Goda Jimin sambil memainkan rambut Nara yang panjang.
"Aku berjanji tak akan mengulangi kejadian dulu" kata Jimin sedikit serius. Nara menghembuskan napasnya kasar.
"Asal kau tahu aku sudah berusaha untuk melupakan hal itu. Setelah kupikir-pikir perkataanmu tentang semua pria sama saja adalah sebuah kebenaran".
Sindiran Nara tak membuat Jimin marah, karena kenyataannya memang semua pria sama saja.
Brengsek.
"Aku akan menjemputmu malam nanti ke acara fendi . Pakai, pakaian yang sangat cantik. Kalau perlu harus lebih cantik dari Jihyo. " kata Jimin.
"Aku memang lebih cantik dari dia asal kau tahu. "
Jimin tertawa saat Nara mengatakan bahwa ia lebih cantik. Ya iya akui memang Nara lebih cantik dari Jihyo.
__ADS_1
Tetapi...
Yang harus Nara ingat adalah.... semua pria brengsek.
"Pria seperti Daniel tidak melihat dia cantik atau tidak, tetapi melihat proporsi badannya. Asal kau tahu Jihyo adalah idol yang digila-gilai oleh idol pria dalam kutip pria yang brengsek.".
"Dan kau....." Jimin memandang badan Nara dari atas sampai bawah.
Membuat Nara merasa kembali di lecehkan dengan tatapan Jimin.
"Kau bukan tandingan Jihyo" Kata Jimin santai membuat Nara kembali mendenguskan napasnya kasar.
"Kalau aku bukan tandingannya lalu kenapa kau-- tak jadi lupakan. " Nara memasuku mobilnya meninggalkan Jimin yang menampilkan senyum menyeramkan.
Smirk.
"Harusnya kau tak ikut masuk dalam dunia hiburan Nara. Dan terima kasih pada Jungkook yang percaya kalau aku selalu datang ke tempat psykolog untuk menyembuhkan obsesiku terhadapmu.."
"Aku benar-benar tidak sabar untuk bermain denganmu lagi Kim Nara. "
.
.
Huwaaaaa Jimin jadi Jahadddd lagiiii
JANGAN LUPA VOTE WOYYYY SAMA KOMENTAR.
TBC
TO BE CONTINUE.
🌸🌸🌸
__ADS_1