OBSESSION : Park Jimin

OBSESSION : Park Jimin
6. 젠장- Shit!


__ADS_3

-Ada hal yang membuatmu senang saat memperlakukan orang lain seperti keinginanmu, tapi tak semua orang selalu suka diperlakukan seperti keinginanmu -.



Untuk yang kesekian kalinya Jimin dan Daniel di pertemukan dalam satu ruangan.



Kali ini mereka sedang dalam satu photoshoot bersama Dispatch X Never.



Saat giliran Jimin dan member BTS lainnya melakukan pemotretan, Daniel dan Nara berdiri bersampingan.



"Jimin tau kita pacaran kan?" Tanya Daniel tanpa mengalihkan matanya pada Jimin yang sedang melakukan Photoshoot.








Nara menganggukkan kepalanya pelan "itu karena kau selalu menelpone saat aku bekerja dengannya, jadi mau tidak mau aku menjelaskannya".



"Dia bukan tipe pria yang ember bukan?"



Bukan, dia tipe pria brengsek.



Nara dengan cepat menggelengkan kepalanya "dia tipe orang yang cuek, aku kan hanya staff dia tak lebih. "



"Syukurlah" Daniel menghembuskan napasnya lega.



"Memangnya kenapa?" Tanya Nara penasaran.



"Aku tidak suka cara dia menatapmu... dia tahu kalau aku pacarmu tapi secara terang terangan dia menatapmu didepanku". Kata Daniel yang masih setia melihat ke arah Jimin.



"Tentu saja dia melihatku, aku yang merias wajahnya aku yang menyiapkan penampilannya dan aku juga staf pribadinya.. "



"Tidak Nara... sesama pria aku lebih tau tatapan seperti apa. Harus ku akui.. dia terlihat seperti tidak normal".



"Apa maksudmu... "



"Kau tak pernah dengar gosip? Dia pernah memacari Seulgi, nayeon, Jisoo dan--" Daniel berhenti berbicara karena Nara menatapnya tajam.



"Itu bukan urusan kita Niel... terserah dia mau pacaran dengan siapa. Kenapa kau seperti pria penggosip sekarang?"



"Bukan itu maksudnya hanya saja... aku yakin pria seperti dia mempunyai mulut yang manis. Kau lihat saja caranya tersenyum sok manis sekali" Daniel menatap sinis Jimin membuat Nara tertawa.



"Kau cemburu padanya? Ahh.. karena dia sainganmu di dunia hiburankan? Kalau boleh jujur Sehun lebih cocok diurutan pertama di banding kalian berdua".




"Untuk apa aku cemburu padanya? Aku hanya ingin mempringatimu jangan sampai baper karena omongan yang keluar dari mulut manisnya".



"Ughhh niel... Aku sudah punya pacar untuk apa aku tertarik dengan pria lain".



Daniel kembali diam tak berniat untuk berdebat dengan pacarnya itu. Matanya kembali melihat Jimin yang berjalan ke arah mereka.



Saat staff lain mendekati Jimin dan ingin melepas Jas Jimin, dengan cepat Jimin menolak dan menunduk tepat di depan Nara.



Nara yang mengerti maksudnya langsung membuka Jas Jimin, membuka kancing kemeja Jimin.






Tepat di depan Daniel.








Woah ngajak gelud nih cebol_-


*image tatapannya



Daniel menatap Jimin serius dan terjadilah aksi saling tatap menatap.



Jimin memperlihatkan badan nakednya didepan Nara, sedikit berniat untuk memamerkannya di depan Daniel.



Bahwa Daniel harus terima kenyataan Jimin selangkah lebih maju darinya.



Kemudian Nara memakaikan pakaian lainnya lalu mengancing kemejanya.



"Rambutku agak berantakan, tolong rapikan sedikit" printah Jimin, dan Nara dengan cepat merapikan rambut Jimin sedikit menjinjit dan sangat dekat.



Daniel masih setia menatap aksi mereka, biasanya Daniel tak pernah cemburu melihat Nara meriasi artis lainnya bahkan seperti member EXO bahkan Daniel pernah melihat Nara menghapus kringat di badan Kai yang sedang tak berbaju.



Itu karena Nara memang melakulan pekerjaannya dengan profesional dan Kai tidak terlalu menanggapi Nara.



Karena memang begitu lah kehidupan idol bahkan terkadang Staff memakaikan pakaian untuk idolnya.



Tapi Jimin berbeda.. dia jelas-jelas menatap Nara disetiap gerakan Nara.




Seolah-olah Jimin benar-benar menikmati sentuhan Nara.



Saat sudah memperbaiki rambut Jimin, Daniel tersenyum paksa menyapa Jimin.



"Jimin sunbae-nim bisa tidak aku meminjam Nara malam ini? Ada hal yang perlu aku bicarakan dengannya. Kebetulan malam ini aku free tidak ada scedule "



"Ah bagaimana ya.. maaf Kang Daniel-ssi. Kebetulan juga malam ini kami akan ke Paris. " Jawab Jimin alasan yang seolah-olah menolak permintaan Daniel.



Tapi memang benar setelah makan malam ini mereka harus ke Paris.



.



.



.




.


__ADS_1


Dan lagi-lagi mereka saling adu tatap, setelah melakukan photoshoot mereka melakukan makan malam bersama.



Daniel duduk didepan Jimin yang duduk disamping Nara.






Nara yang keasikan menikmati makan tiba-tiba berhenti saat dia melihat Daniel dan Jimin saling tatap.






"Sejak kapan kalian berhubungan?" Jimin tiba-tiba melontarkan pertanyaan.



Untung saja di meja ini hanya mereka bertiga.



"Aku mengenalnya sejak masih di produce 101, dia bekerja untuk Mnet. Kebetulan aku tertarik padanya lalu kebetulan lagi dia staff nya Sehun. Sehun temanku jadi aku meminta Sehun memberikan nomor HPnya padaku". Jelas Daniel tapi Jimin hanya menjawab oh.



"Apa kalian tidak takut jika media tahu kalian pacaran, apa lagi karirmu akhir-akhir ini sedang melunjak dan tentangmu selalu jadi tranding topik. " Kata Jimin sambil menuangkan Soju lalu meminumnya.



Bahkan ia menuangkan Soju untuk Nara dan Daniel.



"Dia tidak minum" kata Daniel lalu mengambil gelas Nara kemudian meminumnya.



Gantle~



Nara hanya diam tak berani untuk membuka suara dan membiarkan mereka saling adu pendapat.



"Kudengar-dengar fansmu menghujat Seojeong habis-habisan karena kau bilang pada media kalau kau ingin membintangi film dengannya."



"Bagaimana jika Fansmu tahu lalu dia menyerang Nara.."



Daniel berpikir sebentar..



Karena pertanyaan Jimin Nara menginjak kaki Jimin keras membuat Jimin menatap Nara marah.



Kesalahan terbesar yang dilakukan Nara, seharusnya ia diam saja.



Jimin sedikit menahan amarah karena tak suka Nara membela Daniel.



Tangan Jimin menyentuh paha Nara lalu mengelusnya tetapi kedua matanya menatap Daniel menunggu jawaban.





Nara terdiam tidak berani membuka suara karena tangan Jimin sudah memberi tahukan tanda bahwa ia dilarang ikut dalam pembicaraan sesama urusan pria.



Tangan Jimin tak tinggal diam jarinya masuk kedalam paha Nara.



Membuat Nara sedikit bergerak.



Untungnya Daniel terlalu focus pada wajah Jimin yang membuatnya muak.



"Sejak kapan kau peduli dengan urusan kami berdua, park Jimin-ssi" Daniel menekankan Nama Jimin dengan sangat Jelas.




"Kalau begitu pecat Nara.." Kata Daniel yang masih menahan amarah.



Nara menatap Daniel seram, berbahaya kalau Daniel marah bisa-bisa ia menonjok Jimin.



Jimin hanya tertawa menanggapi printah Daniel.



"Dia terlalu disayangkan untuk dipecat, dia sangat berguna.."



Jari telunjuk Jimin sudah masuk dibawah sana. Membuat Nara menahan desah mati-matian dihadapan Daniel.



"Apa maksudmu?" Tanya Daniel karena tak mengerti arti terlalu disayangkan.



"Jangan salah paham maksudku dia pekerja yang bagus, sangat.....-" Jimin mengeluar masukkan jarinya di milik Nara membuat Nara menjepit tangannya karena menyatukan kakinya.



"Baik dia pekerja yang profesional".



"Aghkk... " Nara memekik tak kala tiga jari Jimin ia masukkan dimiliknya sekaligus.



Daniel menatap Nara heran sedangkan Jimin menampilkan smirknya.





























.




__ADS_1








.











.









TBC

















Tapi...


















Boong😂🤣😂🤣








Masih lanjut kok
















...



Nara langsung mencari alasan "ahh aku hampir lupa kita harus berangkat ke Paris" ia menepuk jidatnya seperti orang kaget.



Nara berdiri dari duduknya "itu.. Niel kita bicarakan dilain waktu. Nanti aku akan menelponemu".



Untungnya Daniel tersenyum lalu menganggukkan kepalanya "telpone aku jika sudah sampai paris."



Nara dan Jimin pun pergi meninggalkan Daniel.



...



...



...









..




TBC

__ADS_1




__ADS_2