OBSESSION : Park Jimin

OBSESSION : Park Jimin
7.사랑 시나리오-Love Scenario


__ADS_3

-apa yg lebih baik?  Sebuah kebetulan? Atau hanya scenario seseorang? -NS



"Ingkigayeo diadakan di paris dan Wanna one tidak bisa ikut berantisipasi di karenakan Wanna one menggelar konser terakhirnya" jelas Daniel yang sedang menelpone Nara.



Nara menganggukkan kepalanya "ahh pantas saja di list cuman ada BTS , EXO, BlackPink, TWICE, dan GOT7. "



"Ya sudah aku matikan dulu aku harus gladi... oh yaa usahakan yah lusa nanti kau harus nonton konser Wannaone yang terakhir kalinya.."



Nara tersenyum "iyaa.."



Nara tahu betul menjadi seperti sekrang dan diposisi sekarang Daniel bukan hanya bersantai ria, tapi ia melakukan pekerjaannya dengan sungguh-sungguh itu yang membuat Nara menghargai hasil kerja Daniel.




Tiba-tiba Jimin datang membuat Nara kaget melihatnya.





"Sudah berapa kali ku bilang jangan menyentuh HP mu saat bekerja". Kata Jimin menarik HP Nara.



Nara mengerutkan keningnya padahal ia sudah menyelesaikan pekerjaannya "aku kan sudah menghiasimu, menyiapkan pakaianmu, dan merapikan penampilanmu"



Benar juga tapi Jimin menyitanya karena tak suka Nara menelpone Daniel.



"Kau melawanku? Apa kau lupa janjimu?" Jimin mendekati Nara, beruntungnya member BTS yang lainnya sedang tidak ada di ruang tunggu.



Nara menggelengkan kepalanya dengan cepat.



Jimin mengangkat Nara mendudukinya di meja rias lalu membuka kaki Nara kemudian memeluknya.



Nara terdiam ketakutan.



Jimin mengendus leher Nara.  "Ahh kenapa kau selalu membuat amarahku muncul..."



"Ma..maaf"



Jimin mengecup bibir Nara "ku maafkan... "



Kemudian Jimin pergi untuk bersiap-siap tampil.



Nara menghembuskan napasnya bersyukur.



Ia merapikan alat make up dan pakaian  tapi tiba-tiba pintu terbuka Nara pikir Jimin tapi bukan.



"Apa kau sudah gila!!" Bentak pria itu tiba-tiba.



"Mark ? " Nara terkejut melihat Mark dihadapannya.





Sebenarnya dia tak terlalu terkejut mengingat GOT7 memang menjadi tamu di Inkigayeo.



"Kau apa yang kau lakukan dengan Jimin!"  Mark terlihat tak percaya.



Mark adalah teman Nara mereka berada di satu sekolah dan Mark juga adalah orang yang mengetahui hubungannya dengan Daniel.



Karena Mark juga berteman dengan Daniel.



"Apa kau selingkuh dibelakang Daniel? Are you crazy??" Umpat Mark dengan khas orang LA. Dia baru saja melihat temannya sekaligus pacar temaannya itu berciuman dengan orang lain.



Nara menggelengkan kepalanya..



Ia ingin menjelaskannya tapi tak tahu...



Bagaimana cara menjelaskannya pada Mark.



Ia tak ingin sahabatnya itu kecewa.



"Kau mengenalku kan? Aku tak akan berbuat seperti itu... ada hal yang perlu kau ketahui tapi...



Aku tak bisa menjelaskannya " Nara terduduk menangis.



Benar ia menyerah...



Ia tidak bisa memberitahukan Mark kalau ia di lecehkan oleh Jimin setiap hari dan mendapat ancaman.



Bagaimana jika ia menjelaskannya pada Mark lalu Mark mendatangi Jimin.



Lalu Jimin mengirim Video laknat itu pada Daniel.



Bukan hanya berakhir disitu....



Jelas Daniel akan berteriak mengatakan Jalang pada Nara, mendapati Nara terlentang pasrah atas perlakuan Jimin dan terlihat mendesah kenikmatan.



"Mark... demi tuhan tolong percaya padaku... aku bukan perempuan murahan---"



"Tapi kau baru saja terlihat seperti wanita murahan yang hanya diam disaat Jimin menciummu". Kata Mark sinis membuat Nara sakit merasakannya.



Wanita murahan.



"Aku kecewa padamu, aku tak tahu apa yang akan Daniel rasakan saat tahu orang yang dicintainya mengkhianatinya... ". Kata Mark lalu meninggalkan Nara yang menangis.



....



....



Nara menangis dalam kamar Hotelnya ia memandang menara paris sangat indah tapi tak sesuai dengan suasana hatinya sekarang.



Perkataan Mark masih terdengar dan berputar dikepalanya terus menerus.



Wanita murahan.



Mark benar, ia tidak beda jauh dengan Jalang.



Bahkan ingin menelpone Daniel saja ia tak bisa, ia tak berani.



Bagaimana jika Mark memberitahu Daniel...



Tiba-tiba bel hotel berbunyi. Nara membuka pintu.



Taehyung tersenyum menampilkan senyuman kotaknyanyang sedikit aneh.



"Saatnya makan malam kau tak ikut?"

__ADS_1



Nara menggelengkan kepalanya "aku sedang tidak enak badan kalian duluan saja makannya.. "



Taehyung menganggukkan kepalanya..



Lalu kembali Nara tertidur menenangkan dirinya dan bersiap-siap untuk di campakkan oleh Daniel besok.



Ia yakin Mark sudah mengadukannya pada Daniel.



Tinggal menunggu kabar...



Kabar buruk...



...



Nara terbangun dari tidurnya karena suara bel berbunyi berkali-kali.



kepalanya benar-benar pusing ke dua matanya lembab di karenakan menangis semalaman.



"Iya tunggu".



"Bersiap-siaplah kita akan pulang ke seoul!!" Teriak Namjoon dari luar sana.



"Nee..."



Nara beralih mengecek HPnya 5 panggilan tak terjawab dari Daniel.



Danielll🍑


Kau sudah tidur?



Apa harimu melelahkan?



Ahh kau sudah tidur pasti karena telponemu tak aktif.



Telpone aku kembali kalau kau sudah baca pesanku.



Aku merindukanmu💕.


(Read).



.



Karena mendapat pesan dari Daniel dan setelah membacanya Nara mengerutkan keningnya.



Dari kalimat Daniel itu sudah jelas kalau Mark belum memberitahukan Daniel.



Dengan cepat Nara mengirim pesan pada mark.



ME


Mark... aku tahu yang ku lakukan salah. Aku minta maaf. Tapi, ada hal yang tak bisa aku jelaskan. Dan yang harus kau ketahui tak semuanya yang kau pikirkan benar.



Nanti akan kujelaskan semuanya padamu...



Dan terima kasih karena tidak memberitahukan Daniel...



Aku tak bisa membayangkan bagaimana aku akan kehilangan Daniel.


(Read).



Aku tunggu penjelasanmu.



Iy.. aku percaya padamu..



(Read).



.



Saat didalam pesawat Nara duduk di samping Jimin.



Hari ini Jimin terlihat kelelahan untungnya Jimin tidak melecehkannya hari ini.



Mungkin suasana hatinya sedang baik.



"Jimin... boleh tidak aku menonton konser Wanna one besok. Besokkan BTS tidak ada scedule.." Nara berdiri di hadapan Jimin yang sedang asik memainkan HPnya.



"Tidak" jawabnya tanpa mengalihkan kedua pandangannya pada HPnya yang sedang asik bermain game.



"Tapi.. Jim besok aku tidak ada pekerjaan "



"TIDAK"



"Jimin.."



Jimin menatap Nara "Tidur denganku malam ini maka ku izin kan kau pergi keesokannya". 





"Bagaiman huh?" Tanya Jimin sambil tersenyum tipis.



Nara menghembuskan napasnya kasar. Dasar brengsek.



"Hey... aku hanya bercanda.. kau boleh pergi besok." Kata Jimin sambil tersenyum.



"Serius? Makasih Jimin-ssi " Nara membungkukkan badannya.



"Maaf yahh aku tidak bisa menemanimu besok soalnya aku harus membuat lagu dengan Namjoon Hyung.."



"Aku memang tidak mengajakmu"



Jimin hanya menaikkan kedua alisnya.



"Ada syaratnya....." Jimin menyentuh bibirnya kode untuk meminta ciuman.





Nara kembali menghembuskan napasnya kesal.



Dengan cepat ia mendekat lalu mengecupnya beberapa detik hanya mengecup.



"Eyy kau curang itu bukan ciuman namanya.. sini sini duduk denganku". Jimin menepuk pahanya.



Karena Nara tak ingin berlama-lama disini maka ia menuruti Jimin tampa bantahan.



Ia pun duduk dipaha Jimin.

__ADS_1



Jimin langsung menciumnya gemas menghisap bibirnya kuat sehingga Nara mendesah.



"Kau boleh pergi..." Jimin menepuk pantat Nara gemas bahkan sekali-kali ia meremasnya.



"Pergilah sebelum aku berubah pikiran.. ".



Oh hari ini Jimin terlihat baik.



Entah karena dia memang mengizinkannya atau karena kesibukannya.



Beruntungnya ia harus sibuk latihan untuk comeback maka dengan itu staff diberi waktu untuk istirahat.



..



Malam ini Wanna one tengah mengadakan the last consert. Sudah dua tahun mereka menjadi Boyband dan kontrak mereka akan berakhir sehingga masing-masing member akan melanjutkan cita-citanya masing-masing.



Daniel membuat rencana untuk menjadi CEO di agensinya sendiri nantinya.



Nara duduk di bangku V.I.P tepat di depan panggung, tentu saja Daniel yang menyuruh dewan staff penyelenggara konser agar menyediakan tempat duduk yang special.





Nara melihat Daniel sangat ceria dengan teman-temannya, ia terlihat menikmati konser terakhirnya bersama Wanna One.



Sudah tak terasa sudah 3 jam mereka melakukan dan kini saatnya encoure.



Saat Encoure Jisung memberitahukan pada semua penonton agar jangan menangis.



"Mari kita mertemu lagi!!!" Teriak Jihoon.



Lagu 12 star diputar..



Daniel bernyanyi menutup matanya menahan air matanya.



Dan yang lain terlihat terisak menangis saat bernyanyi.



Bahkan Jaehwan tak bisa melanjutkan Nyanyiannya.



Nara tanpa sadar menjatuhkan air matanya saat mendengar seluruh penonton menangis sambil ikut menyanyi bersama.





"Daniel-ah kau sudah bekerja keras selama ini". Nara mengambil moment mereka bahkan ia turut terluka saat melihat Daniel menangis.







Jigeumcheoreom seororeul akkindamyeon


jeo byeoreun balkke binnal kkeoya (binnal kkeoya)


Day by day


akkyeo julkke neoye yeppeun geu mam


gijeoge byeoreseo





Melihat Daniel menangis membuat Nara membayangkan bagaimana jika ia kehilangan seseorang yang sangat berharga dikehidupannya.



Apa dia akan tersakiti sama halnya saat ia kehilangan wannable.



Bagaimana jika dia mengetahui kebenarannya.



Kenapa dia merasa melakukan hal yang salah dibelakang Daniel ?.



Maaf sekali lagi aku minta maaf.



Maaf membuat mu kecewa Niel..



...







....






Tbc



...



Adduh kaciyaaan Danielnya:"(


Cowok seimut ini diputusinnnn.:"(



Seandainya kalian berada di posisi Nara sanggup gk yah kalian mutusinny??









Atau...



Kalian mutusin Daniel demi cowok yg gk kalah imut juga:"









Hmmmmm



Jdi pilih siapa?



Daniel atau Jimin?



__ADS_1


__ADS_2