OBSESSION : Park Jimin

OBSESSION : Park Jimin
4..할 수 없다- I can't do it that


__ADS_3

-Aku tidak bisa melepaskan pria yang rela bertahan demiku-.







Nara memasuki apartement Daniel, beberapa jam yang lalu Daniel menelponenya ia bilang hari ini ia tidak ada jadwal syuting jadi dia free di apartement.



Sekaligus ada yang ingin Nara bicarakan.



"Putuskan Daniel sebelum aku benar-benar menyiksamu...".



Nara menyesal telah bekerja dengan Jimin, ia ingin mengundurkan diri tetapi dalam Kontrak yang disetujuinya beberapa minggu yang lalu tertulis bahwa



Pekerjaan berakhir sesuai kontrak selama 2 tahun tidak ada surat pengunduran diri.



Jika ia melanggar maka ia akan dituntut oleh Bighit.



Nara menekan sandi apartement Daniel lalu masuk.



Terlihat sepi tapi seperti biasanya bungkus jelly berhamburan di atas meja.



Nara memasuki kamar Daniel dan melihat Daniel yang masih tertidur.



"Kenapa kau tidur disofa bukan di kasur" Nara terlihat bingung.





Jam masih menunjukkan jam 7 pagi wajar saja dia belum bangun mungkin kelelahan.



"Daniel pindah ke kasur" Nara mencoba membangunkan Daniel tapi Daniel tak mengubris.



"Badanmu akan sakit semua kalau tidur disofa." Nara menarik lengan Daniel, dan akhirnya Daniel terbangun.



"Ah kau sudah datang.. aku baru pulang jam 4 pagi tadi aku benar-benar lelah" Daniel menarik Nara ke kasurnya lalu memeluk Nara erat.



"Kau bau niel!! Lepassss " Nara melepaskan tangan Daniel yang memeluknya tapi bukannya lepas yang ada Daniel semakin erat memeluknya.



"Ayo berenang" tiba-tiba Daniel mengajak Nara berenang dengan cepat Nara menggelengkan kepalanya.



"Aku sudah mandi" tolak Nara.



Daniel memanyunkan mulutnya tak terima ditolak.



Lalu ia tiba-tiba memberi wink pada Nara memohon agar ia setuju.





Nara tertawa melihat aygo Daniel.



"Ayo berenang kemarin saat aku ke Paris aku membelikanmu baju renang, cobalah aku ingin berenang denganmu." Daniel merengek manja sambil memeluk Nara



Seperti anak kecil pikir Nara "baju berenang? Aku yakin kau hanya membelikanku bikini seperti waktu itu"



"Aku serius ambil dilemari".



Nara melangkahkan kakinya bagaimana ia bisa menolak jika Daniel terlihat lucu seperti itu.



Tapi senyumnya seketika luntur saat melihat pakaian renang yang di beli Daniel.



"Gila!! Aku tidak mau memakainya!!" Nara melotot pada Daniel.



Daniel memanyunkan mulutnya.





"Kau tidak menghargai pemberianku" Daniel terlihat berpura-pura meraju agar Nara menuruti keinginannya.



"Ok aku pakai!".  Nara melangkah ke kamar mandi.



"Mau kemana?" Tanya Daniel polos.



"Ya ganti baju... "



"Kenapa tidak disitu saja" ujar Daniel dengan wajah polos.



Nara memicingkan matanya membuat Daniel tertawa.








__ADS_1







Tak lama Nara keluar malu-malu dan berdiri di depan Daniel.



Daniel menelan ludahnya sendiri melihat pacarnya itu.



Walau sudah berpacaran setahun lebih Daniel tidak pernah melihat Nara berpakaian seperti itu.





"C--cantik " komentar Daniel matanya tidak mengedip melihat Nara yang risih akan pakaiannya.



"Daniel!!!".



...







Daniel masih setia melihat Nara yang duduk di pinggir kolam yang enggan turun, Nara hanya memperhatikan Daniel berenang sejak tadi.



"Ayo turun..." Daniel memegang tangan Nara.



Nara menggelengkan kepalanya. "Kau tahu aku tidak bisa berenang." Kata Nara lagi-lagi menolak.



Tapi bukan Daniel namanya jika ia menurut.



Dengan kuat Daniel memegang pinggang Nara lalu membawanya turun.



"Daniel!!!!" Nara memekik membuat Daniel tertawa.



"Kolamnya pendek bodoh" Daniel menyiram Nara dengan air.



Daniel berenang menuju Nara lalu mendorongnya ke pinggir kolam.



Lalu mencium Nara lembut.



"Besok dan besok dan besok jadwal ku padat... aku tidak bisa menemuimu". Ujar Daniel, Nara tersenyum ia mengelus wajah Daniel yang terlihat kecewa.



"Maaf kalau aku terlalu sibuk dan jarang menelponemu... tapi kau harus tahu saat aku bekerja yang kupikirkan hanya kau Nara"




Memberi tahu bahwa ia takut kehilangan Nara.








Bagaimana bisa aku meninggalkanmu...



Daniel maaf...



Tiba-tiba Nara teringat perlakuan Jimin padanya, ia takut jika Daniel tahu ia akan kecewa.



Walau ia tahu ini salah, tapi ia berpikir bahwa lebih baik Jimin menyiksanya dari pada harus melepaskan Daniel.



"Aku mencintaimu Daniel". Bisik Nara pada Daniel.



"Aku lebih mencintaimu" Daniel kembali mencium Nara dengan lembut.



...










Hari ini BTS akan mengadakan tour konser maka dengan itu Nara dan staff lainnya terlihat sangat sibuk.



Sudah lebih dari 3 jam Mereka menari dan menyanyi. Kini saatnya mereka pamit pada penonton.



Jimin dan teman-temannya turun dari panggung langsung berlari kelelahan kebelakang panggung.



Nara dengan cepat menyalakan senternya lalu memberikan Jimin air minum lalu mengipas keringat Jimin.




__ADS_1




Jimin melihat kesekeliling belakang panggung tidak ada orang.



Smirknya muncul saat melihat Nara seorang diri memegang senter sambil mengipasnya.



Jimin menarik senter Nara lalu mematikannya hingga hanya sedikit saja cahaya yang masuk dari sela-sela panggung.



"Kenapa?" Tanya Nara panik mungkin ia punya kesalahan.



Tapi Jimin menutup bibir Nara dengan jari telunjuknya.



"Shutt.... aku ingin berdua denganmu dari kemarin aku tidak punya waktu untuk berdua denganmu" Ujar Jimin.



Nara seketika bergidik ngeri saat Jimin membisiknya.



Nara terkejut saat Jimin memeluknya, ia baru sadar Jimin membuka jaketnya dan sekarang hanya menggunakan celananya.



"Apa yang kau lakukan?" Nara berusaha agar Jimin menjauh tapi yang ada Jimin memeluknya erat.



Merasakan bau keringat dan keringat yang sangat lengket dibadan Jimin saat bersentuhan.



"Nara bantu aku... dibawah sana sedang ingin keluar" bisik Jimin.



Nara melototkan matanya terkejut, Jimin menarik paksa tangan Nara menuju ke celana Jimin.



"Bantu aku agar melepaskannya"



"Kau gila Jim!!! Aku tidak mau!!" Tolak Nara.



"Ah jadi kau lupa perjanjiannya? Aku tidak akan mengirim videomu yang terlentang dibawahku sambil mendesah jika kau menurutiku.. serius aku tidak akan mengirimkannya ke Daniel."



"Jadi lakukan selama aku masih bersikat lembut padamu..". Bisik Jimin, tapi Nara terlihat gugup tak mengerti harus diapakan.



"Cepat lakukan dengan tanganmu sebelum aku berubah pikiran dan memaksa mulutmu yang bekerja". Ancam Jimin sedikit membentak Nara.



Dengan napas yang tertahan Nara memberanikan memegang milik Jimin.



Jimin menuntun tangan Nara ke arah bawah celananya karena gelap dan tak terlihat.



Nara mengerutkan keningnya terkejut karena ini pertama kalinya ia menyentuh barang milik seorang pria.



Milik Jimin sudah mengeras saat ia pegang.



"Kenapa diam? Di Kocok Nara" Jimin tersenyum senang kali ini.



"Agh.... " Jimin mendesah pelan saat Nara sudah mengocoknya.



"Cepat sedikit Nara, kau tidak mau kan kita ketahuan? "



Nara menganggukkan kepalanya lalu meremas dengan kuat dan mengocoknya dengan cepat.



Hingga kepemilikan Jimin berdenyut lalu mengeluarkan cairan kental berwarna putih sebagian menciprat ke wajah Nara.



"Ahhgh.. Thanks you baby" Jimin mengecup tangan Nara, lalu merapikan celananya kemudian menyalakan senter.



Ia menyenter wajah Nara yang sedikit terciprat spermanya.



Jimin tertawa melihat Nara yang menampilkan wajah polosnya.



"Diam-diam kau sangat lucu" Jimin mengeluarkan HPnya lalu memotret Nara.



Brengsek!! Maki Nara dalam hatinya.



Nara melap wajahnya dengan handuk kecil yang digunakannya tadi untuk membersihkan keringat Jimin.



Mereka pun berjalan menuju ruangan seolah-olah tidak terjadi apapun.



"Dari mana saja kau? Kami menunggumu untuk berfoto bersama-sama " kata Jin saat melihat Jimin tersenyum senang.



"Aku dari kamar mandi.".



Dan merekapu  mengambil foto bersama.






...







TBC

__ADS_1




__ADS_2