OBSESSION : Park Jimin

OBSESSION : Park Jimin
10. 내 하루의 색 - Colour on me


__ADS_3

Beri tahu aku, katakan selagi aku masih disisimu, aku akan berada bersamamu selama seharian penuh, bahkan jika aku sibuk aku ingin kau memberitahuku.







.



.



.



Daniel menarik kerah baju Jimin dengan kuat. "Apa yang kau lakukan pada Nara!" Daniel sudah tak tahan ia ingin sekali memukuli Jimin sekarang jika Ravi tidak menahannya.



"Apa kalian gila! Orang-orang akan melihat kalian!" Bentak Ravi.



Daniel mendorong Jimin yang hanya tersenyum puas.



"Aku duluan". Kata Daniel tapi Ravi kembali menahannya. "Kau sedang mabuk, biar aku antar".



"Tak usah hyung urus saja mereka yang terlihat sangat mabuk" Daniel menunjuk ke arah Kai, Sungwoon dan Taemin.



Ravi tersenyum, sebagai orang yang lebih tua dari mereka ia menenangkan Daniel lalu duduk di samping Jimin.



"Kalau ada masalah bisa bicarakan baik-baik, jangan menggunakan kekerasan. Mengerti? Sekarang bantu aku mengangkat mereka ke mobil". Kata Ravi lalu sedikit merapikan kemeja Jimin yang sedikit kusut.



.



.



.



Daniel menekan sandi apartement Nara, 27 07 17. Bahkan Nara tak mengubah sandinya, ia masih menggunakan tanggal jadian mereka.



Dan Daniel baru ingat besok adalah hari jadi mereka yang ke dua tahun.



Daniel memasuki kamar Nara sambil badan yang sedikit semopoyong akibat efek alkohol yang ia minum bersama temannya.



Ia membuka kemejanya lalu menatap Nara yang tertidur pulas.



Seperti biasanya Daniel akan membuka bajunya lalu tidur disamping Nara, dan tak akan membangunkan perempuan itu.



Ia selalu tak tega mengganggu tidur nyenyak Nara.



Kemudian Daniel memeluknya dari samping.



"Good night" ia menciumi dahi Nara, lalu ikut tertidur sambil memeluk erat Nara.



.



.



.



Nara mengerutkan keningnya saat merasakan badannya tertindih dengan benda yang berat.



Ia membuka matanya lalu mendapati Daniel memeluknya erat dan menindihnya dalam pelukan seperti menindih bantal guling.



"Aghk badanku pegal semua Daniel..." Nara berusaha mendorong pelan Daniel lalu melepas tangannya yang terlalu erat memeluknya.



Seperti biasa ia selalu disuguhkan dengan pemandangan Daniel yang tidur tanpa baju dan hanya menggunakan celananya.



Maka dengan itu ia tahu dengan benar kapan pria ini mengalami keturunan berat badan dan kenaikan.



Nara melihat iba badan pacarnya itu.






"Kau kurusan" Ia memeluk Daniel, lalu tiba-tiba Daniel memeluk erat membuat Nara berada di atas tubuhnya.



"Maaf mengganggu tidurmu" kata Daniel yang membuka kedua matanya yang masih mengantuk dan masih ada efek alkohol.



Nara tersenyum lalu mencium Daniel "ini sudah pagi, sudah jam 5. " ia mengecup bibir Daniel untuk membangunkan Daniel.



"Aku yakin kau sangat sibuk  karena mengurus debut solomu dan HPmu bergetar sudah sejak tadi" Nara merapikan rambut Daniel yang acak-acakan.



Daniel mengumpat terpaksa bangun dari tidurnya dan membuat Nara berjerit kecil, karena Daniel terbangun otomatis Nara duduk dipangkuan Daniel.



"Good morning" sapa Daniel lalu mengecup bibir Nara.



"Selamat pagi juga" Daniel mengacak rambut Nara lalu mengangkat tubuh Nara untuk menyingkir dari pangkuannya.



"Aku harus segera mandi dan pergi kekantor. " katanya santai namun membuat Nara terdiam.



Yah memang Daniel terlihat biasa-biasa saja tapi perlakuannya membuat Nara kembali menundukkan kepalanya.



Biasanya Daniel yang tak mau lepas dari pelukannya, boasanya ia akan mengajak mandi bersama walau hanya menggodanya, dan biasanya ia akan bertanya apa Nar ada tugas hari ini atau tidak, jika tidak dia akan mengajak Nara keluar ikut ke kantornya.



Tapi kenyataan pagi ini Daniel terlihat aneh.



Benar Nara juga butuh penjelasan kenapa Daniel tak marah karena Jimin menciumnya.



Tapi Nara juga tak ingin membahasnya bagaimana jika Daniel bertanya tentang lebih dalam lagi.


__ADS_1







Nara terbaring diam di kasurnya sambil menatap Daniel yang baru keluar dari kamar mandi.



"Kenapa? Tumben kau tak bangun pagi? Apa kau sakit?" Seperti biasa jika ada yang salah dari Nara, Daniel terlihat khawatir.



Daniel menyentuh dahi Nara dan mengelusnya "apa kau kelelahan bekerja dengan Jimin?" Tanya Daniel dengan nada khawatir dan sangat lembut.



Dan mampu membuat Nara tersindir, jelas bahwa Daniel tahu Nara berciuman dengan Jimin tapi kenapa Daniel tak membahasnya.



Nara menggelengkan kepalanya pelan tanpa berbicara.



Daniel pun kembali memakai baju, setelah memakai baju Daniel menciumi Nara.



"Aku harus pergi."  Daniel baru saja ingin keluar kamar Nara tapi Nara menahannya.



"Aku menunggumu pulang semalaman.. " kata Nara pelan.



"Apa ada yang ingin kau bicarakan?" Tanya Daniel pelan.



Iya memang Daniel sedikit marah saat mendengar Mark bilang padanya bahwa Jimin mencium Nara.



Tapi Daniel menahan amarahnya dan ingin Nara yang mengatakan atau menjelaskannya sendiri.



Tapi kenyataannya sudah 4 hari berlalu  dan Nara belum menjelaskan apapun.



Itu membuat Daniel berpikir yang tidak-tidak.



Apa Nara menyukai Jimin.



Apa sekarang Nara berselingkuh dengannya?.







Nara menganggukkan kepalanya. "Bukannya kau yang seharusnya bertanya?" Kata Nara dan benar saja seketika senyum Daniel menghilang.







Kepalanya sedikit menunduk tak ingin melihat wajah Nara. "Kau benar, aku ingin mendengar penjelasan lebih lanjut darimu..".



Inilah yang Nara suka pada Daniel, Daniel tak pernah terhasut oleh omongan orang lain.




"Jadi kenapa Jimin menciummu? Ahk.. sebenarnya aku tak perlu bertanya lagi. Akukan sudah sejak dulu bilang padamu bahwa aku membenci cara Jimin menatapmu iyakan?"  Daniel mulai kembali menahan amarahnya.



Ia tak akan bisa memperlakulan perempuan yang sangat dicintainya dengan kasar. Dan ia juga benci kekasaran.



"Aku tidak tahu kalau Jimin akan menciumku waktu itu... maaf seharusnya aku menjaga diriku dengan baik. Aku tak tahu kalau Jimin akan menyukaiku. Seharusnya aku mendengarkan peringatanmu waktu itu" Nara menggenggam kedua tangan Daniel sambil menundukkan kepalanya.



Ya benar ia takut Daniel akan tahu kebohongannya.



"Aku akan berbicara padanya atau perlu langsung ke Bang Pd untuk memberhentikanmu. Atau perlu akan ku kirim surat pengunduranmu ".



"Atau perlu aku akan menghancurkan Bighit agar tidak menganggumu lagi. Aku benci perempuanku disentuh apa lagi Jimin menciummu. Brengsek!!".



Daniel menutup matanya menahan amarah.



"Baiklah aku harus kekantor dan mengurus pesta pembukaan agensi, bersiap-siaplah nanti aku menyuruh menejerku untuk membawakan dress untukmu. " Jelas Daniel lalu mencium kembali Nara.



Lihat... jimin dan daniel benar-benar berbeda.



Daniel cenderung tidak mau melanjutkan permasalahan sedangkan Jimin lebih membesarkan masalah.



.



.



.





Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam dan Nara sudah siap dengan dres merah yang diberikan Daniel.







Baru saja ia akan turun tiba-tiba bel apartementnya berbunyi.



"Kau bilang kau sibuk jadi tak bisa menjemputku lalu kena--" Saat Nara melihat siapa pria di depannya, ia menyesali membuka pintunya.



"Apa yang kau lakukan?" Tanya Nara tak suka.



"Tentu saja menjemputmu". Kata Jimin menarik tangan Nara.



Nara menghempas tangannya "kau tahu betulkan aku tak suka ditolak. Apa aku perlu mengancammu terus untuk mengingatkan keaadaanmu sekarang?"



Dan dengan terpaksa dan terpaksa lagi ia menuruti Jimin lalu masuk ke dalam mobilnya.

__ADS_1





Nara menatap tak suka pada Jimin, apa lagi saat Jimin focus menyetir tetapi tangan kanannya berkeliaran dipaha Nara.





Jimin memasukkan tangannya lalu mengelus paha Nara.



Nara hanya diam menundukkan kepalanya, selagi video laknat itu masih ada di Jimin ia tidak bisa membantahnya.



"Aghk... " Nara menutup mulutnya saat Jimin memasukkan jari telunjuknya didalam sana. Dan jari jempolnya memainkan kloritasnya yang membuatnya mendesah kenikmatan.



Nara tanpa sadar melebarkan kedua kakinya, anehnya ia kembali menikmati sentuhan Jimin.



"Ah....jimin..." Nara meremas tangan Jimin berusaha mengembalikan pikiran normalnya.



"Stop Jimin...ahh   tolong   ahh ". Akhirnya Jimin menarik tangannya lalu melapnya ditisu.



"Kau payah, baru tangan saja sudah *******... " kata Jimin tapi Nara tak peduli.



Jimin dan Nara telah sampai di depan gedung besar bertuliskan KD ENTERTAIMENT.



Pada saat keluar Nara hampir saja terjatuh karena keseimbangan kakinya yang sedikit lemas dan membuat Jimin yang melihatnya tertawa.





"Aku yakin Daniel tak pernah memberimu kenikmatan sepertiku iyakan?" Bisik Jimin saat mereka berjalan masuk bersama.



Dan Nara hanya memilih diam berpura-pura bahwa mereka tak datang bersama dan hanya kebetulan bertemu depan gedung.



..





Daniel melambaikan tangannya pada Nara, Nara tersenyum lalu menghampiri Daniel.





Tenang saja Daniel benar-benar memprivasikan pesta ini dan hanya mengundang teman-temannya yang tahu bahwa mereka berpacaran dan dilarang keras media datang di acara peresmian yang tertutup ini.



Mereka duduk bersama dan tak lama Jimin dan yang lain datang ikut duduk di meja makan yang besar itu.



Setelah semuanya berkumpul mereka makan malam bersama dan minum bersama.



Bahkan tak jarang mereka bercanda bersama sambil tertawa bersama-sama.



Nara yang sedikit bosan berada di samping Daniel yang sibuk bercanda pada temannya akhirnya ia memutuskan agar bergabung dengan artis perempuan lainnya.



All member Blackpink, Momo dan Nayeon twice lalu member Redvalved.



Mereka kadang bertanya mengenai hubungannya dengan Daniel. Dan tepat saat Seulgi bwrbicara berdua dengannya membuat Nara lebih ingin tahu.



"Aku melihatmu keluar dari mobil Jimin? Sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya Seulgi pelan takut semua orang mendengar.



"Dia..dia aku staff pribadinya Jimin.."



"Owh wajar saja, aku yakin kau juga tahukan dia seperti apa" kata Seulgi dan membuat Nara heran.



"Apa?" Tanya Nara dan Seulgi terkejut "kau tak tahu tentang dia? Dia itu seperti pria gila".



"Ok tentu saja dia mantan pacarmu seulgi, tapi kau tak berhak menghinanya gila". Kata Nara lalu membuat Seulgi menggelengkan kepalanya.



"Kau akan terkejut jika mengetahui siapa sebenarnya Jimin. Dia pecinta sex dan dia punya kelainan bahkan dia tertawa saat aku tak sengaja melukai tangannya dan berdarah. Lalu.... jangan sampai kau jadi korban berikutnya." Seulgi menarik napasnya dalam-dalam.



Nara terlihat bingung ia mengajak Seulgi untuk berbicara di taman berdua.



"Jadi jelaskan apa maksudmu..korban? Siapa yang sudah menjadi Korban? Apa Jimin semacam psycopath?" Tanya Nara heran, dan ingin tahu.



"Dia bukan psycopath, tapi dia pernah membuat orang lain bunuh diri karenanya.."



.



.




.





Tbc



.



.



.


.



.


.


.


.


.


.

__ADS_1




__ADS_2