OBSESSION : Park Jimin

OBSESSION : Park Jimin
2. 진실-The Truth


__ADS_3

"Selalu ada hal buruk yang terjadi dikehidupan kita. Bukan berarti hidup kita selalu buruk. " Kim Nara.


.








....









Seperti biasa Nara melakukan pekerjaan sesuai dengan pekerjaannya, ia merapikan lipstik Jimin tanpa ada rasa yang menganjal beda halnya dengan Jimin.



Yang menatap tak suka pada Nara, mengingat kejadian kemarin malam.



"Sudah berapa lama kalian pacaran?" Tanya Jimin dengan nada yang ketus.



"Hmm 1 tahun 1 bulan.. kalau tak salah" Kata Nara sambil mengingat-ingat.



"Apa dia tidak marah melihatmu melakukan pekerjaan seperti ini?" Tanyanya lagi, kali ini Nara tertawa.



"Memangnya pekerjaan ini haram? Untuk apa aku malu, aku suka dengan pelerjaanku sekarang" tutur Nara percaya diri.



"Dia tidak akan marah, kami saling mempercayai satu sama lain" lanjut Nara sambil tersenyum bhagia membayangkan betapa manisnya Daniel menurutnya.



Kita lihat sampai mana kepercayaan kalian masing-masing.



Jimin menatap benci bibir Nara dan paha Nara yang sudah disentuh Daniel, mengingat perlakuan Daniel kemarin malam membuatnya murka.



Ingin sekali ia menghapus jejak-jejak Daniel.



"Besok kita akan ke Amerika aku akan bertemu dengan Jadent smith, jadi siapkan keperluanku dan keperluanmu..." Nara menganggukkan kepalanya dengan cepat.



Saat pekerjaannya sudah selesai Nara memberitahukan Daniel bahwa ia akan ke amerika, Daniel sempat menolak tapi mau bagaimanapun itulh pekerjaan Nara, jadi dengan hati terpaksa ia mengizinkan.



...




Akan ku buat kalian selesai...



Akan ku hancurkan hubungan kalian...



Kenapa aku terlihat menyedihkan, kenapa sangat sakit melihat wanita yang kusukai ternyata sudah punya orang lain.



Kenapa aku benci saat melihat tawa Nara didepan pacarnya sendiri.



Seharusnya aku menyerah, tapi....



Kenapa aku ingin sekali merusak hubungan mereka"








Sudah berjam-jam Nara dan Jimin menaiki pesawat.


Akhirnya mereka sampai dengan selamat di hotel.




Mereka hanya datang berdua karena memang kali ini hanya pertemuan pribadi antara Jimin dan jadent smith.



Nara mempersiapkan seluruh pakaian yang akan dipilih Jimin untuk digunakannya.


__ADS_1


"Kenapa kau membawa banyak barang tak berguna... bersiaplah pakai baju formal kita akan bertemu dengan hadent smith dan Holland si sebuh party drink"




"Dan Nar..."



"Apa?" Tanya Nara polos.



"Tidak jadi...".



.



Saat sampai ditempat party Jimin dan semua artis-arti yang terkenal di hollywood saling sapa menyapa dan berbincang bincang.



Jimin yang terlihat terlalu asik dengan artis artis papan atas seperti tom holland yang beroeran sebagai spidermen, lalu ia juga bertemu lay member EXO di acara tersebut.



Kurang lebih satu jam mereka berbincang-bincang sampai lupa bahwa Jimin tak melihat Nara dari tadi.



Seketika Jimin khawatir, dengan cepat ia permisi lalu mencari Nara.





Ia melihat Nara keluar dari kamar mandi.





"apa yang kau lakukan? Ayo pulang" Jimin menarik lengan Nara.



"Ah ne..."



Baru saja melangkah Nara melengking berteriak membuat Jimin terkejut.



"Aghkkk!!" Nara terduduk menundukkan badannya, Jimin tak sengaja menginjak dress Nara dan membuatnya robek, dan sialnya atasan Nara terbuka.



Dengan cepat Nara menutupi dadanya yang hampir saja terumbar. Jimin yang tak sengaja langsung menutupi Nara dengan kemeja.





"Maaf aku tak sengaja aku tadi terlalu banyak minum..." Jimin menutupi badan Nara yang sedikit terekspos.



Dan sialannya ia tidak sengaja melihat gundulan putih di dada Nara, sangat mulus walau hanya setengah terlihat pikir Jimin.



...



Nara mengikuti Jimin dari belakang mengikuti langkahnya untuk masuk ke hotel.



Suasana sedikit canggung akibat kejadian tadi untungnya acara itu diadakan di hotel jadi tak perlu repot-repot menaiki mobil.



Nara melihat Jimin sedikit mabuk walau dia masih setengh sadar " Jimin-ssi kenapa kau memesan Hotel cuman satu kamar?" Tanya Nara yang terlihat bingung.



"Sengaja agar aku tak perlu repot-repot untuk memanggilmu kalau butuh sesuatu".



"Tenang saja ada dua kasur didalam hotel itu" ujar Jimin yang membuat Nara menghembuskan napasnya lega.



Saat masuk hotel suasana lebih canggung lagi mereka mengganti pakaian masing-masing.



Nara menuju kamar mandi bawah dengan tergesa-gesa hingga membuat kecerobohan yang bodoh.



"Ahhh!!!"




Hampir saja ia terhatuh dari tangga untungnya dress itu tersangkut paku dan membuat Nara terjatuh lalu kemeja yang menutupi dada Nara terjatuh kebawah menuruni tangga.



"Sialan!!"



Nara panik menutupi baju dress kurang bahan itu mulai merosot memperlihatkan punggung mulusya lalu kedua tangannya panik menutup dadanya.



Jimin yang mendengar teriakan langsung keluar kamar. Mendapati kondisi Nara yang sedikit amatir...


__ADS_1


"Apa yang kau lakukan Kim Nara-ssi?" Tanya Jimin tegas.



"Kau tak lihat! Dress ku tersangkut" grutu Nara geram karena Jimin tak membantunya.



Jimin menelan ludahnya melihat kondisi dress yang mulai longgar di bagian atas membuat dress itu terturun memperlihatkan bagian atas Nara yang hanya di halangi kedua tangan Nara.



"Apa yang kau lihat!!!" Bentak Nara berusaha menyembunyikan bagian atasnya. "Cepat ambilkan aku baju!!" Jimin tertawa melihat wajah Nara yang memerah.



Jimin melemparkan baju pada Nara lalu di pakainya dan Jimin menggunting dress yang tersangkut paku itu.



"Ceroboh... tapi aku suka kecerobohanmu kali ini... setidaknya aku bisa melihat--" Jimin yang baru saja ingin melanjutkan omongannya terhenti mendapati Nara melototnya.




...




Selesai kejadian bodoh dan memalukan mereka tidur di kasurnya masing-masing terlelap.



Namun tak lama dari itu Nara tak bisa tidur karena kejadian tadi.



Apa Jimin melihatnya... sialan!!! Bahkan Daniel saja tak pernah melihatnya.



Karena merasa haus Nara keluar dari kamarnya dan menuju dapur mengambil air minum.



Saat berbalik tangannya di tarik oleh Jimin.



"A..apa yang--"



"Maaf Nara.. aku tak tahan" Ujar Jimin Nara yang masih ingin menanyakan apa maksudnya langsung terkejut saat Jimin menciumnya.





Jimin menciumnya dengan kasar dan terkesan memaksa kedua tangan Jimin memegang rahang Nara memaksa memperdalam ciuman mereka.



Nara terkejut dan berusaha mendorong Jimin. Tetapi Jimin tidak berhenti begitu saja.



"Emghhh..." Nara mengeram tak kala tangan Jimin menaikkan rok Nara sampai ke pinggul.



Hal itu membuat Nara panik.



"Jiminnnn lepasss.. apa yang kau lakukan!!! Brengsek!!!" Nara membentak Jimin yang sekarang sudah menahan kedua tangan Nara.



Menyudutkannya di tembok dapur.



"Aku bosan berpura-pura baik di depanmu" kata Jimin membuat Nara bingung.



"Apa maksudmu! Lepaskan tanganku Jim!!" Bentak Nara tapi Jimin hanya tertawa.



"Putuskan pacarmu atau aku akan melakukan lebih kasar dari ini.." ancam Jimin tapi Nara menggelengkan kepalanya.



"Apa hak mu menyuruhku putus!! Brengsek! Ku pikir kau pria baik-baik!!"



Jimin menarik paksa Nara masuk ke kamarnya dan melemparnya ke ranjang.



"Owh jadi kau tidak mau memutuskannya dan kau memilih untuk diperlakukan kasar."



Nara memundurkan badannya menjauhi Jimin...



"Telpone dia dan putuskan dia sekarang!!" Bentak Jimin yang membuat Nara takut hingga tak sadar air matanya keluar.



...




...



23:50



Jumat 12 juli.

__ADS_1




__ADS_2