
Disaat seseorang kesulitan mungkin mereka berubah, kadang yang baik menjadi jahat-.
"Dia pecinta BDSM Nara... " kata Seulgi yang membuat Nara sedikit terkejut.
"Bondage, Discipline, Sadism, Masochism. Dia lebih dari gila!...
kelainan seksual yang bisa dibilang paling kasar dan erotis karena aktivitas bercintanya melibatkan perlakuan yang kasar seperti mengikat pasangan, mencambuk, menggunakan sex toys, dan lainnya.". Jelas Seulgi, Lalu ia memegang kedua tangan Nara.
"Jangan sampai kau menjadi korban yang kedua".
"Lalu jika sudah ada korban kenapa keluarga korban tak melapor? Jimin bisa sajakan di tuntut"
"Apa kau pikir Jimin itu tak berkuasa? Makanya aku bilang dia pria gila! Orang tuanya adalah orang yang paling berpengaruh di Korea Selatan. Mereka memegang kekuasaan. "
"Jadi.. jauhi Jimin... dia bukan pria baik-baik". Peringatan Seulgi membuat Nara menganggukkan kepalanya.
.
.
.
Jadi apa yang harus dilakulan Nara agar bisa memjauhi Jimin.
Semuanya sudah dalam kendali Jimin dia tidak bisa berbuat apa-apa. Kecuali Video itu dihapus olehnya.
Benar ia harus diam-diam menghapus videonya agar Jimin tak bisa mengancamnya lagi.
Daniel memeluk Nara dan menciumnya setelah mengantarnya " maaf aku tidak bisa menginap, banyak pekerjaan yang harus kulakukan".
"Tak masalah, hati-hati dijalan". Lalu Daniel pergi dengan membawa mobil BMWnya.
Ia harus istirahat agar bisa memikirkan bagaimana cara agar ia menghapus videonya.
.
.
.
Seperti biasa BTS mengadakan konser terakhirnya saat Jimin dan memberlainnya sedang tampil.
Nara mencari diruangan tunggu Jimin. Mencari HP Jimin.
Karena tak punya cukup waktu ia menelphone HP Jimin dan suara dering HP terdengar di dalam tas Gucci berwarna hitam disudut.
Nara dengan cepat mengambilnya lalu membuka HP Jimin.
Namun sialnya HP Jimin terkunci.
"Ah!! Brengsek! " pekik Nara, ia sudah menekan tanggal lahir Jimin dan tanggal debutnya tetapi nihil
Sandi salah.
Otaknya kembali berpikir apa yang harus dilakulannya.
Dan benar ada cara lain yaitu membuka memorinya, dia pun dengan cepat menusuk tempat kartu dengan peniti lalu mengambil memorinya.
Memorinya ia pasang di HPnya, namun tak lama suara keramaian menuju ruang tunggu.
Nara dengan cepat kembali memasukkan HP Jimin ke dalam tasnya.
Jimin dan staff yang pain masuk terburu-buru untuk mengganti kostumnya.
Aku dengan cepat mengambil baju untuk Jimin dan memasangkannya sedangkan staff yang lain memperbaiki make up Jimin.
Jimin menyentuh tangan Nara.
"Kau kenapa?" Tanya Jimin karena ia terlihat gugup san penuh kringat bahkan tangannya dingin.
"Kau sakit? Kau bisa istirahat" kata Jimin tapi Nara menggelengkan kepalanya.
"Tak apa-apa.."
Dan Jimin kembali menaiki panggung.
Lalu Nara mengecek HPnya, begitu banyak Photo dan salah satunya Photo dirinya.
Dia seperti penguntit.
__ADS_1
Bahkan terdapat photo dirinya saat sibuk merapikan alat make up dan merapikan pakaian.
Akhirnya setelah mencari ia menghapus photo nakednya dan video itu.
Ia menghembuskan napasnya lega lalu mengembalikan kartu memori itu ke HPnya.
.
.
Saat konser sudah selesai Jimin membuka HPnya membuat Nara yang melihatnya sedikit takut.
Tak mungkin kan ia memeriksa video Nara terhapus apa tidak dengan kondisi sekarang.
Jimin mengerutkan keningnya.
"Kenapa HPku mati?" Tanyanya pada dirinya sendiri.
Sial Nara lupa menghidupkan kembali HP Jimin tadi.
"Nara!?" Panggil Jimin, membuat Nara terkejut.
"Ap-apa?" Tanya Nara gugup.
"Apa kau bawa casan?" Tanyanya dan Nara langsung mengambilkan casannya.
Selamat Nara selamat.
Dan untungnya ini adalah hari terakhir mereka bertemu karena 8 bulan kedepannya BTS akan Hiatus jadi tak perlu lagi bertemu dengan Jimin.
Dan Nara dengar dari Taehyung, Jimin akan berlibur ke busan, tempat daerahnya.
.
.
Untuk saat ini Nara menghembuskan napasnya lega.
Ia tak lupa mendatangi kantor Bighit lalu memberikan surat pengunduran dirinya.
Karena takut Namjoon akan menolak surat pengunduran dirinya. Maka dengan langsung ia menghadap Bang Pdnim.
"Anda bisa menarik gajiku kembali tak apa, asal anda menerima surat pengunduran diri". Kata Nara membungkukkan badannya pada pria yang berbadan besar itu.
Nara menggelengkan kepalanya "tidak ada apa-apa".
"Tak apa-apa kau bisa bilang sekarang, sebelum kau membocorkan sesuatu nanti diluar sana".
"Tenang saja, aku tidak akan membocorkan aib atau tentang mereka yang publik umum tak tahu. Aku bisa menjamin diriku. Dan aku hanya ingin berhenti".
"Baiklah kalau itu keputusanmu... tetapi seperti yang kau ketahui jika kau membeberkan hal aneh setelah keluar dari ini kau akan menerima konsekuensinya."
.
.
.
.
Nara menelpone Daniel tetapi tidak aktif , mungkin dia sedang sibuk.
Saat membuka Instagramnya Video Daniel saat Fansign pertamanya. Nara tersenyum senang, karena akhirnya ia tidak ada hubungan apa-apa lagi dengan Jimin.
Dan Jimin tak akan bisa mengancamnya lagi.
Kembali lagi ia melihat foto-foto Daniel yang tertawa.
"Owhhh sangat lucu, kenapa dia sangat lucu disini". Kata Nara gemas melihat foto-foto Daniel yang diambil oleh fans Daniel.
"Aku merindukanmu" kata Nara sambil melihat Video Daniel yang tertawa-tawa.
*bonus pict.
"
Arghhh apa-apaan ini" Nara tertawa terbahak-bahak dan langsung menyimpan foto Daniel.
__ADS_1
Saat sedang sibuk melihat-lihat foto Daniel tiba-tiba Jimin menelponenya.
"Kenapa pria ini sangat menggangguku". Ujarnya lalu mematikan panggilan.
Namun baru saja Nara ingin menikmati wajah Daniel, Jimin lagi-lagi menelponenya.
Dan dengan terpaksa Nara mengangkatnya.
"Nara Tolong!! Aku di kejar Sessaeng! Kumohon bantu aku mereka mengikuti sejak tadi! ".
"Tolong aku Nara, Aku ketakutan."
Nara seketika terlihat khawatir karena mendengar Jimin yang terdengar panik dan ketakutan.
"Ta-tapi.. bukannya kau ke busan ? Lalu kenapa kau menelponeku. Lebih baik kau telpon Poli-".
"Aku tak tahu! Aku dekat apartementmu Nara! Aku di taman belakang apartementmu! Cepat tolong aku! Aku takut Nara mereka ada 4 orang aku sedang bersembunyi tolong aku kumohon".
"Aku akan kesana" Nara langsung dengan cepat mematikan HPnya lalu berlari keluar apartementnya.
Nara terlihat khawatir ia sudah berada di taman tapi Jimin tak ada, dan disana sangat sepi karena jam sudah menunjukkan hampir jam 12 malam.
Nara menelpone Jimin tapi nomornya tidak aktif.
"Jimin!!" Nara berteriak tapi tak ada siapapun di taman itu.
Dan itu membuat Nara semakin panik, walau ia benci Jimin tapi sebagai orang yang dikenalnya sebrengsek apapun dia tapi Nara juga akan khawatir kalau Jimin menelponenya tadi dalam keadaan ketakutan setengah mati.
"Jimin-ah!!" Teriak Nara sekali lagi mencari Jimin tapi nihil dan itu membuat ia sedikit ketakutan ia takut apa yang akan terjadi dengan Jimin.
Tiba-tiba langkah larinya terhenti ketika mendapati Jimin berdiri tegap dihadapannya dengan tatapan dingin
"Jimin kau baik-baik saja? Apa mereka melukaimu?" Tanya Nara panik namun di detik berikutnya Nara menyesal telah mengkhawatirkan pria ini.
Jimin mencengkram kuat tangan Nara dengan penuh amarah lalu menarik Nara dengan paksa masuk kedalam mobil.
"Jimin!?"
Jimin mendorong kasar Nara masuk kedalam mobilnya lalu menjalankan mobilnya dengan kecepatan yang membuat Nara menjerit ketakutan.
"Stop Jimin! Kali ini aku benar-benar akan melaporkanmu ke polisi!" Nara hendak menelpone tapi HP nya ditarik paksa oleh Jimin lalu Jimin melemparkannya ke luar jendela membuat HPnya hancur terbanting di aspal.
"Kau Gila Jimin! Stop! Hentikan sekarang juga!" Teriak Nara membentak Jimin yang menulikan pendengarannya.
Mereka berhenti di depan dorm BTS yang kebetulan dorm mereka ini agak jauh dari rumah yang lain bahkan hanya orang-orang tertentu yang bisa masuk ke wilayah rumah itu.
Jimin menyeret kasar Nara masuk ke dalam dorm, dorm sangat sepi dikarenakan seluruh member pergi kerumah mereka masing-masing.
"Jimin lepasss sakit Jimin!!" Nara meronta meminta untuk dilepaskan tapi cengkraman Jimin sangat kuat.
Jimin menghempaskan Nara saat masuk ke dalam kamar Jimin hingga Nara kembali terjatuh, air matanya mulai keluar dikarenakan kesakitan di kedua tangannya yang memerah.
"Sialan!!" Bentak Jimin pada Nara yang membuat Nara ketakutan, Jimin menutup pintu dengan kasar lalu menarik rambut Nara.
"Aghk!!!" Ia menarik Nara lalu mendorongnya ke kasur.
"Jimin stop! " Nara memjamkan kedua matanya kesakitan.
"Kau sudah berani rupanya!" Bentak Jimin dan Nara yakin Jimin tahu kalau ia menghapus Videonya.
"Baik! Kita lihat hukuman yang akan kau dapatkan malam ini!" Jimin menindih Nara yang berteriak meronta mendorong Jimin yang menduduki badannya.
Jimin membuka kancing baju Nara satu-persatu dengan cepat. "Mari buat kenangan yang indah... ".
Jimin mencium Nara dengan kasar tangannya membuka kaitan dipunggung Nara.
Tak segan-segan juga ia mengigit bibir Nara agar membuka mulutnya.
"Daniel!!!! TOLONG!!!"
..
...
..
TBC
__ADS_1