
Sudah seminggu ini Nara selalu merasa pusing dan sakit perut, ia juga jarang makan.
Entah kenapa ia merasa badannya sangat pegal setiap hari padahal ia tak melakukan apapun selain tidur.
Daniel sedang sibuk sebagai CEO ia selalu ada di kantornya untuk memonitor semua pekerjaan staf dan Connect Entertaiment.
Sementara Nara hanya berdiam dirumah ia merasa bosan dirumahnya. Hanya menonton TV yang di tampilkan gosip tentang para idol dan selebriti.
Kali ini Nara sangat focus pada berita yang menampilkan video Jimin sedang berpesta di paris tersebar.
" Memangnya kenapa kalau dia minum-minum ? Dia juga sudah dewasa . Kenapa komentar Nettizen sangat kasar? " Nara mengomentari berita tersebut dengan jengkel.
Apa lagi saat membaca salah satu komentar fans Jimin.
- Dia tak memikirkan hati fansnya yang membuat ia menjadi selebrita papan atas. -
Nara mengumpati fans tersebut " Jimin juga manusia bukan malaikat yang sempurna! "
Tanpa ia sadari ia membela Jimin mati-matian, dan tiba-tiba saja ia ingin menelphone Jimin untuk menanyakan kabarnya.
Barang kali Jimin sedang terpuruk karena komentar jahat tersebut terus muncul di akun media Jimin.
Tak perlu menunggu lama Jimin langsung mengangkat telephonenya.
" Tumben sekali kau menelphone ku ? Ada apa ? "
" hm... apa kau baik-baik saja ? " tanya Nara tiba-tiba ia merasa senang mendengar suara Jimin.
Padahal tak seharusnya ia merasa seperti itu disaat ia sudah kembali menjalin hubungan dengan Daniel.
" Tentu saja.. apa kau sedang menonton beritaku barusan ? Abaikan saja aku baik-baik saja. Kenapa ? Kau khawatir ? "
Tanpa sadar dirinya mengangguk, ya sebagai orang yang mengenal Jimin ia sangat khawatir dengan kondisi Jimin.
Bagaimana jika tragedy Jonghyun terulang kembali?
Pada saat ia masih aktif bekerja sebagai staff di SMTOWN.
Ia ingat dengan betul bahwa Jonghyun selalu bercerita tentang kegelisahannya waktu itu pada Nara. Tapi Nara tak dapat membantu dan ia juga banyak pekerjaan sehingga tak bisa memiliki waktu untuk mendengarkan cerita Jonghyun.
Padahal yang Jonghyun butuhkan adalah tempat yang bisa mendengarkan keluh gelisah Jonghyun.
Hingga akhirnya ia memutuskan hal bodoh tersebut.
Membuat Nara dan kerabat yang lainnya frustasi dibuatnya.
" ehm aku khawatir... ahk... " tiba-tiba saja Nara merasa sesak napas dan kepalanya sangat pusing.
" ah... " ia memegangi kepalanya yang sangat kesakitan berdenyut-denyut.
" Nara?? Kau baik-baik saja!? Ya jangan buat aku khawatir... "
" Kepalaku sangat pening.... sakit... "
" Aku sedang di apartement Yoongi.. apa perlu aku mendatangimu? Atau kau harus langsung menelphone Daniel..."
" Daniel sedang sibuk di kantornya... ah ini benar-benar sakit... "
" Aku akan ke apartementmu "
...
Jimin terlihat sangat khawatir ia menunggu temannya yang sebagai dokter itu memeriksa Nara.
Jimin benar-benar terkejut mendapati Nara yang memegang kepalanya menahan sakit, dan perutnya yang kesakitan.
Ia ingin membawa Nara ke rumah sakit tapi jika ia membawanya tak mungkin karena banyak fans yang sedang menunggu di depan gedung apartement meminta penjelasan dengan Jimin.
__ADS_1
Makanya itu Jimin terpaksa tinggal sementara di apartement Yoongi.
Untungnya Jimin memiliki teman yang berkerja sebagai dokter.
Setelah memeriksa Nara yang masih tak sadarkan diri, Seojon menghampiri Jimin dan berbisik.
" Apa ini ulahmu? " tanya Seojon.
" maksudmu ? " Jimin terlihat bingung.
" Dia hamil, janinnya berumur 2 minggu. Dan janinnya sangat rapuh! Jangan bilang ini ulahmu! Kau gila ya?" Bentak Seojoon tak menyangka Jimin gegabah disaat ia sedang memuncaki popularitasnya dan Jimin melakukan hal konyol seperti itu.
" Bu-bukan... Nara benar-benar hamil? Eh maksudku... dia pacarnya Daniel, kebetulan Daniel sedang sibuk jadi aku membantunya"
Seojon menghela napasnya " syukurlah, kupikir kau yang menghamilinya... katakan padanya untuk tidak meminum minuman yang mengandung kafein, lalu suruh dia makan dengan teratur kalau tak ingin kehilangan janinnya.. aku harus pergi aku punya jadwal operasi. "
"Owh hyung.. terimakasih banyak "
Jimin menatap Nara tak percaya, ia tak percaya Nara hamil.
Tiba-tiba Nara terbangun dan menyadari tangannya di infus.
" Ah apa kau memanggil dokter kesini? " tanya Nara dan Jimin mengangguk.
" maaf merepotkan.. aku takut mengganggu Daniel yang sedang sibuk "
"Hmm Doktor mengatakan kau kelelahan dan tak makan tepat waktu.. dan katanya kau tak boleh meminum minuman kafein..."
"Dan katanya kau hamil... "
" Jangan lupa makan, kau membuatku khawatir.. " Jimin mengusap kepala Nara.
" setiap makan rasanya tak enak dan aku memuntahkan semua makananku, itu membuatku malas untuk makan.. lain kali aku akan memaksa memakannya ".
Ia tak tahu kenapa ia bebohong dan tak mengatakan pada Nara kalau Nara hamil.
" Sudah seminggu ini... "
" Kau melakukannya dengan Daniel ? " kata Jimin yang membuat Nara terkejut dan tertawa.
" yaa kau pikir aku hamil ? Kalau aku hamil pasti dokter mengatakannya, kan dia bilang aku hanya kelelahan. Dan juga aku melakukannya dengan Daniel 5 hari yang lalu dan itupun... "
Nara menghentikan kalimatnya setelah menyadari kemana arah pembicaraannya.
Jimin hanya berusaha tersenyum menutupi keterkejutannya.
Ya
Terkejut...
Masih tak percaya
Kalau
__ADS_1
Nara hamil...
Dan ia juga merasa senang...
Karena kenyataannya Nara tidak mengandung anak Daniel....
Jimin kembali mengelus kepala Nara " Kau harus makan banyak, ingat kalimatku tadi. Kata dokter kau akan sakit parah kalau tak makan tepat waktu. "
" aku harus kembali menemani Yoongi rekaman di studio apartementnya " kata Jimin, tapi Nara menahan lengannya.
Nara memegang tangan Jimin.
" Kalau ada masalah kau bisa bercerita denganku, kita sudah menjadi teman.. " kata Nara, karena Nara dapat melihat Jimin yang terlihat frustasi karena akhir-akhir ini ia terkena masalah dengan netizen yang selalu mengomentarinya dengan berbagai kebencian.
Dan Nara paham betul dengan Idol yang dalam situasi seperti terpuruk dan bisa saja kejadian Jonghyun bisa terjadi
Pada Jimin.
Jimin tersenyum manis lalu menganggukkan kepalanya.
.
.....
Hayooooo
Tebakkkkkk
Heheheheheheheehhe
Dari Kelakuan Nara sudah terlihat kok mudah kok nebaknya wkwkwk
Jadi menurut kalian siapa Ayah dari janinnya Nara ?
__ADS_1