
"Bersembunyi di balik topeng, menyembunyikan kelicikan yang selalu dilakukannya? Bukankah itu terlihat lebih munafik? "-QuotesbyNadhira.
Konser sudah diselenggarakan kini waktunya mereka beristirahat setelah makan bersama seluruh anggota staf.
Mereka kembali ke kamar hotel masing-masing.
Berbeda dengan Nara yang masih setia memandang pemandangan di depan hotel.
Ah iya sekarang ia berada di INGGRIS BTS mengadakan konser si Dymple.
Ia menelpone Daniel tetapi HP nya tidak aktif. "Pasti dia sedang sibuk".
Tangannya menyentuh kalung pemberian Daniel.
"Aku tidak bisa melepaskanmu Niel..".
Tak lama dari itu HP Nara berbunyi.
Jimin's Calling
"Iya halo?" Nara menjawab telpone dari Jimin.
"Datang kekamarku sekarang" ujar pria itu.
"Kau gila ini sudah jam satu malam! Bagaimana jika ada yang melihat!" Bentak Nara pada Jimin.
"Kamarmu di samping kamarku"
"Tidak! Aku tadak mau, aku lelah aku mau tidur". Nara hendak mematikan telponenya tapi urung karena ucapan Jimin.
"Datang sebelum aku mengirim videonya ke Daniel"
Sialan!!!
Nara menekan bel Jimin lalu masuk.
"Sini masuklah.. tidak usah takut aku tidak berniat untuk menerkammu untuk malam ini". Jimin menarik tangan Nara untuk duduk.
"Jadi.. apa kau sudah memutuskan Daniel?" Tanya Jimin tidak sabaran langsung to the point.
Nara tidak menjawab, dan membuat Jimin mengangguk paham. "Ahh kau belum memutuskannya".
"Aku tidak bisa... aku mencintai Daniel". Kata Nara sedikit pelan takut Jimin marah.
"Jadi kau lebih memilih opsi kedua? " Jimin mengelus rambut panjang Nara.
"Akan kulakukan apapun semua kemauanmu tapi... tidak dengan memutuskan Daniel. Aku menyukainya dengan tulus. Aku tidak bisa meninggalkan Daniel..
Jadi ku mohon.. jangan kirim video itu ke Daniel, aku bersumpah akan melakukan semua keinginanmu. "
Maaf Daniel.. aku memang perempuan jahat! Tapi aku tidak mau kehilanganmu.
Jimin tersenyum sinis. "Kau serius?" Tanya Jimin dan Nara mengangguk cepat.
"Kau akan melakukan apapun semua yang ku inginkan.. ?". Tanya Jimin lagi memastikan apa yang baru saja wanita itu ucapkan benar adanya.
"Penawaran yang menarik.. aku akan memikirkan keinginanku malam ini.. baiklah sesuai dengan perjanjian. Tapi kalau kau macam-macam...
Ingat akan kubuat Daniel mencampakkanmu dia pasti kecewa mengetahui pacarnya mendesah kenikmatan karena pria lain". Jimin mengangkat dagu Nara untuk menatap ke arahnya.
"Istirahatlah aku yakin kau kelelahan... karena besok aku dan Daniel akan dalam satu acara varity show."
...
Nara membawakan hamburger dan minuman bersoda kesukaan Jimin keruang tunggu.
Kali ini Jimin, Daniel, Samuel, KAI, dan Seulgi akan dipertemukan dalam satu acara Varity show Infinity challanges yang bertemakan a Dancer.
Kini mereka berada di ruang tunggu masing-masing. tetapi di ruangan Daniel terlihat kosong, Daniel belum terlihat sejak tadi.
Semua artis sudah siap di make up dan tinggal menunggu Daniel.
"Kenapa pacarmu itu membuat semua orang menunggu" kata Jimin tidak senang.
Nara hanya diam duduk di dekat Jimin.
Jimin menyentuh tangan Nara yang melamun sejak tadi. Membuat Nara terkejut.
"Kau kenapa melamun" tanya Jimin heran.
"Tidak apa-apa hanya saja aku heran, tidak biasanya Daniel telat. " kata Nara yang terlihat khawatir.
Jimin terlihat tidak suka, kenyataan bahwa Nara terlihat khawatir dengan keadaan Daniel, membuat Jimin muak.
__ADS_1
Lebih tepatnya cemburu.
"Kau membuat moodku rusak, menghadap meja rias sekarang juga!" Titah Jimin membuat Nara terkejut.
"A-aapa?" Jimin dengan kasar membalikkan badan Nara ke arah Cermin lalu membungkukkan badan Nara dengan paksa sehingga posisi Nara sedikit menungging.
"Apa yang kau lakukan!!" Nara berusaha memberontak tapi tiba-tiba ia terdiam.
"Aku melakukan apa yang ku inginkan sekarang jadi kau cukup diam".
Jimin memasukkan sesuatu dibawah sana, benda kecil itu lagi.
"Aghk!!" Nara memekik tak kala benda itu sudah berada di sana.
Jimin tertawa senang lalu merapikan celana Nara.
"A-aapa maksudmu" Nara menahan desahan saat Jimin memencet sebuah remot kecil ditangannya dan membuat benda itu bergetar.
"Ahh... " Nara menutup mulutnya.
"Ini hukumanmu untuk hari ini, tahan sampai kita sudah di dorm baru aku lepaskan".
Lalu staff menyuruh Jimin keluar dari ruang tunggu.
Nara berdiri diam dengan kaki yang resah karena tak tahan dengan benda yang bergetar menyentuh kloritasnya sejak tadi.
Ia melihat Daniel di depan sana dan Daniel sedikit mencuri senyum pada Nara.
Nara ikut tersenyum lalu mengatakan sesuatu pada Daniel tanpa suara hanya gerakan mulut.
"Berhenti melihatku dan focus pada pekerjaanmu bagaimana jika nanti semua orang tahu kau pacaran denganku".
Daniel kembali tersenyum lalu melanjutkan perbincangannya di hadapan kamera.
Nara berjalan ke arah ruang tunggu Jimin lalu menutup pintu.
Ia menatap cermin memperlihatkan wajahnya yang menahan kenikmatan dan desahan yang menyiksanya.
"Brengsek kau Jimin!!"
Nara tidak tahu harus melakulan apa-apa ingin melepaskan benda itu dari kemaluannya tapi ia tidak mengerti caranya.
Benda itu semakin cepat bergetar.
"Aghhkk" Nara kembali mendesah. Rasanya ingin mengeluarkan sesuatu.
Shittt dia *******. Terpaksa Nara hanya bisa pasrah menunggu Jimin mematikannya.
Ia hanya bisa duduk sesekali mendesah saat vibrator itu bergetar menyentuh daerah yang membuatnya mendesah kenikmatan.
Setelah 4 jam menunggu akhirnya Jimin masuk keruang tunggu dan melihat Nara yang terduduk lemah dengan penuh keringat.
"Ah maaf aku lupa mematikannya " kata Jimin tanpa merasa bersalah lalu ia mematikan vibratornya.
Jimin berjongkok dihadapan Nara lalu mencium bibir Nara yang kemerahan, Jimin yakin bibir tak bersalah itu digigit oleh Nara untuk menahan desahan.
Saat mencium Nara, Nara tak membalas ia hanya membuka mulut membiarkan lidah Jimin menjamahnya.
"Augh..." Nara mendesah lega tak kala Jimin melepaskan benda yang menyiksanya dengan penuh kenikmatan.
"Ayo bersiap-siap kita akan makan malam bersama staf Infinity challanges. "
Nara menggelengkan kepalanya "suruh menejermu saja, aku benar-benar lelah ".
"Menejerku sibuk makanya aku menyuruhmu menemaniku bukannya Rapmon sudah memberitahumu? Tugasmu itu tidak jauh beda dengan menejerku".
"Lebih tepatnya babu mu, begitukan maksudmu" Nara tersenyum miris.
"Itu kau tahu, makanya gajimu lebih banyak dari pada staff yang lain." Jimin menarik Nara menyuruhnya untuk berdiri.
....
Saat makan malam bersama kru-kru yang lain Nara dan Daniel saling tatap.
"Berhenti menatapku bagaimana jika mereka curiga" bisik Nara.
Daniel menganggukkan kepalanya.
Lalu menatap ke arah Jimin yang duduk di samping Nara.
Daniel memberikode Nara untuk mengikutinya.
"Aku permisi ke kamar mandi sebentar." Kata Daniel lalu pergi meninggalkan meja makan.
Tak lama dari itu Nara juga izin pamit.
Daniel menarik Nara masuk ke kamar mandi.
"Kau baik-baik saja? Kenapa kau terlihat kelelahan? Kalau lelah sebaiknya kau berhenti bekerja" Daniel melihat Nara kasihan karena penuh dengan keringat dan mata yang sayu.
Aku kelelahan bukan karena bekerja Niel...
"Aku tidak apa-apa serius... hanya kurang tidur".
Daniel mencium bibir Nara "maaf... aku tidak bisa menjagamu... aku menyuruhmu berhenti bekerjapun kau tidak akan mau.. ".
"Aku janji setelah kontrakku berakhir dengan Bighit Aku akan berhenti" ujar Nara menyakinkan Daniel.
"Aku juga berjanji setelah kontrakku berakhir dengan LM entertaiment, aku akan membuat Agensi sendiri dan akan ku jadikan kau sekertarisku".
"Kembalilah bagaimana jika orang lain curiga nantinya. " Nara menyuruh Daniel untuk keluar kamar mandi terlebih dahulu.
__ADS_1
...
Saat selesai makan dengan cepat Nara di tarik oleh Jimin, kali ini Jimin membawa mobil pribadinya, mobil bmw berwarna merah kesayangannya itu.
Membawa mobil itu entah ke arah yang mana yang jelas Nara terlihat ketakutan.
Jalanan sangat sepi Jimin membawa mobil dengan kecepatan yang luar biasa membuat Nara menggenggam erat savetyball.
"Jiminn.... " Nara memejam kan matanya benar-benar ketakutan saat Jimin menginjak gas dengan kekuatan penuh.
Jimin memukul stirnya kasar.
Ia tidak sengaja melihat Nara berciuman di belakang restoran tadi sehabis makan malam.
Jimin menghentikan mobilnya di pinggir jalan.
Nara terlihat ketakutan tak berani melihat ke arah Jimin.
Jalanan terlihat sangat sepi dan gelap di malam hari.
Apa dia akan membuangku disini? Meninggalkanku di hutan?
Dan membiarkanku di makan oleh babi hutan begitu?
Sebenarnya ada apa dengan Jimin?
Apa dia penyakitan!!
Bagaimana bisa saat bersamaku dia seperti orang kasar dan tak tahu lemah lembut sedangkan saat didepan kamera atau panggung wajahnya terlihat manis.
Bahkan Jimin memperlakukan orang lain dengan baik.
Tapi mengapa aku tidak?
"Ke-kenapa kau berhenti?" Tanya Nara gugup.
"Aku ingin memberimu pelajaran ah bukan, ini hukuman. " Jimin menggeser tempat duduknya agak ke belakang lalu menarik Nara dengan kasar agar duduk di pangkuannya.
"Jimin!! Lepas!" Nara mendorong Jimin sekuat mungkin.
Karena Nara yang tak berhenti memberontak, Jimin kelepasan ia mendorong Nara hingga membentur pintu Mobil.
Plak!!!
Lalu menamparnya.
Nara langsung terdiam, ia tak percaya Jimin menamparnya. Dan dia adalah orang pertama yang menamparnya.
"Diam!! Atau aku akan meninggalkanmu dihutan ini sendirian". Ancam Jimin yang ampuh membuat Nara terdiam dengan air mata yang mengalir menahan pedihnya tamparan Jimin barusan.
Jimin menarik napasnya dalam-dalam.
"Good girl.. sekarang sini duduk dipangkuanku gadis kecil.." Jimin menepuk pahanya memerintahkan Nara agar duduk dipangkuannya.
Nara melepas savetyballnya lalu merangkak duduk dipangkuan Jimin.
Ia menarik baju kaos Nara lalu menciumi leher Nara.
"Emghh" Nara mendesah tak tahan saat Jimin mengigit kecil leher Nara.
"Aku tak suka saat Daniel menciummu... aku ingin menjadi pria satu-satunya yang boleh menyentuhmu Nara". Kata Jimin ia menatap Nara serius.
Tangan Jimin membuka bra hitam milik Nara, dan memperlihatkan dada Nara.
Jimin meremas kedua-duanya sambil menikmati raut wajah Nara yang menahan kenikmatan.
"Ahhh... " Nara mendesah kuat saat tangan Jimin mencubit ujung dadanya hingga memerah.
"Ssakit..."
Jimin tertawa melihat Nara mendesah dengan raut wajahnya yang seperti menikmati.
"Aku suka kenyataan bahwa kau menikmati perlakuanku Kim Nara... "
Jimin menghisap ujung dada Nara mengecupnya kasar seperti bayi kehausan.
"Aghhhh Jimin!!" Nara mendesah kenikmatan kepalanya mengadah ke atas membiarkan Jimin menjamahnya lebih dalam lagi.
Maaf Daniel.....
Nara menangis tanpa suara ia tidak bisa memungkiri bahwa ia menikmati perlakuan Jimin.
Aku benar-benar seperti perempuan murahan sekarang....
"Ahh.... " Jimin berhenti melakukannya. Ia mengecup bibir Nara sekilas lalu memakaikan bra dan baju Nara kembali.
"Tak bisakah kau memutuskan Daniel dan bersamaku?" Tanya Jimin sambil mengemudi.
"Sebenarnya ada apa denganmu?" Tanya Nara terisak ia sekarang benar-benar merasa seperti wanita murahan yang di jamah oleh Jimin sesuka hati Jimin.
"Aku menyukaimu... aku suka tanganmu yang menyentuh wajahku saat meriasiku.. "
"Kalau kau menyukaiku kau tidak akan melakukan ini. Kau tahu aku pacar Daniel."
"Ah kurasa kau salah paham.. rasa sukaku berbeda seperti rasa sukanya Daniel... aku menyukai aroma tubuhmu....
Aku suka saat kau memohon padaku, aku suka saat kau menjerit kenikmatan karenaku... ah aku yakin Daniel juga suka suara desahanmu.".
Kau benar-benar brengsek!
...
...
TBC
__ADS_1