
Albi menghempaskan tubuhnya ke kursi kebesarannya duduk sambil memijit sedikit keningnya ia sedang berpikir bagai mana cara Albi mengajak Naura ke rumah orangtua nya.sedang Albi tahu Naura pasti tidak akan mau ikut dengannya.
sebenarnya Albi tidak mau pacaran dia lebih suka langsung menikah.tapi Albi berpikir tidak mungkin itu ia lakukan pada pertemuan pertama dengan Naura ia meminta Naura untuk jadi istrinya apa yang akan Naura pikirkan tentangnya.pasti dia berpikir Albi mempermainkan pernikan karna Tampa mengenal, ada meminta kepada ibunya dan yang lainya.maka Albi memutuskan dia akan mengikat Naura dengan cara seperti itu dulu menjadikannya pacar meski dadakan.baru setelah meluluhkan hati Naura Albi baru akan mengutarakan keinginannya.
" bagai mana caranya agar Naura mau ikut ke rumah ya." Albi terus mencari ide.
tak lama pintu pun ada yang mengetuk
tokk...tokk...
" masuk " ucap Albi
mauklah asisten Herry membawa berkas berkas yang harus Albi tandatangani.
" ini tuan berkas yang harus anda tanda tangani.dan nanti malam ada pertemuan dengan pak Surya dari perusahaan Sanjaya grup yang ingin membahas kerja sama dengan ALPA grup." Herry mengingatkan
" baiklah persiapkan semuanya" ucap Albi
" oh ya Herry apa kau punya pacar" tanya Albi
" ada tuan, bahkan sekarang sudah jadi calon istri kami sudah bertunangan" jelas Herry sedikit malu.
" benarkah,selamat kalo begitu " Albi mengurungkan diri untuk bertanya..a
" ada apa tuan,apa ada yang ingin anda tanyakan" Herry bertanya karna merasa aneh dengan bosnya yang tumben sekali bertanya hal pribadi kepadanya.
" ahh tidak,aku cuma bertanya saja" bohong Albi
" kalo begitu saya permisi" Herry pun pergi dari ruangan bosnya.sedang Albi sendiri mulai memikirkan kembali bagi mana cara dia membujuk Naura un hituk ikut dengannya.
__ADS_1
******
keesokan harinya jam 08:30 mobil hitam mewah milik Albi melaju menuju rumah pujaan hatinya.albi ingin menjemput Naura mengantarkan nya ke cafe.
" assalamu'alaikum " Albi mengetuk pintu rumah Naura.
" wa'alaikum salam.." jawab ibu Maya membukakan pintu.merasa heran siapa ibu Maya mengerutkan alisnya.
" maaf siap ya? ada yang bisa ibu bantu nak" tanya ibu Maya.
" ahh perkenalkan Bu,saya Albi ingin bertemu dengan Naura apa nauranya ada??" jawab Albi
" ada keperluan apa ingin bertemu anak ibu.apa Naura bikin onar?apa yang sudah anak ibu lakukan sampai nak Albi datang kesini.anak itu ya keonaran apa lagi yang sudah dia perbuat." tanya ibu Maya bertubi tubi.sambil mengupat naura
Albi mendengar ibu Maya bertanya seperti itu dia bukan terkejut tapi malah terkekeh ingin sekali tertawa tapi ia tahan.mendengar Naura bikin onar Albi jadi berpikir seperti apa kehidupan Naura sebelum bertemu dirinya.
" lalu nak Albi ini mau apa.setahu ibu Naura itu tidak memiliki teman laki laki."
" saya kesini ingin menjemput Naura untuk mengantarkannya ke cafe" jelas Albi
"Ohh kiran.ya sudah ayo nak Albi silahkan masuk.sebentar ibu panggilkan Naura nya dulu." ibu Maya pun masuk ke dalam
" Naura... itu ada yang mencari kamu.." pangil ibu Maya
" siap Bu" tanya naura
Naura pun menghampiri ibunya
"di depan nak Albi ingin bertemu denganmu"
__ADS_1
jelas Bu Maya
"kak Al ada apa kesini tumben banget" karna penasaran Naura pun kedepan menemui Albi dan benar saja Albi ada di depan duduk sedang menunggunya.
" kak Al ada apa kok tumben kesini " tanya Naura
" aku kesini ingin mengantarkanmu ke cafe.kenapa gak boleheh??" jawab Albi
Naura mengerutkan sebelah alisnya
" Ohh...kirain ada apa" Naura menanggapinya cuek.
" sebenarnya ada yang ingin aku sampaikan nau,tapi aku takut kamu ga mau" karna Naura penasaran Naura pun mulai merasa kepo tadinya cuek ga peduli jadi kepo
" apa kak bilang aja jangan bikin penasaran belum apa2 kak Al udah bilang aku ga bakalan mau" Naura mulai tak sabar
" aku ingin mengajakmu ke rumah ku Nau,bertemu ke dua orangtua ku.apa kamu mau ikut denganku??" tanya Albi ragu
Naura terdiam dengan pikirannya merasa bingung kenapa jadi seperti ini Naura tidak mengharapkan akan sejauh ini.hal seperti ini sangat amat Naura hindari.naura dilema harus bagai kalo ia ikut Naura sudah membayangkan pasti akan ada kelanjutan itu pun kalo keluarga Albi suka padanya.tapi kalo ia tidak ikut Albi akan kecewa padanya sedang sudah banya sekali kebaikan yang Albi berikan Naura.
Tampa mereka sadari ada sepasang mata sedang memperhatikan dan mendengar obrolan mereka.ibu Maya menarik napasnya dalam2 lalu keluar menghampiri mereka.
" apa maksud nak Albi ingin mengajak Naura ke rumah nak Albi??" Bu Maya memotong pembicaraan mereka.
" i ibu maaf Bu sebenarnya saya datang kesini ingin meminta izin pada ibu mau mengajak Naura ikut ke rumah saya.saya ingin memperkenalkan Naura pada kedua orangtua saya" jawab Albi merasa gugup
🍀🍀🍀🍀
Bersambung....
__ADS_1