
Verel bangun dari tidurnya lalu dia duduk mengela nafas sebentar lalu menoleh pada dara yang masih setia berdiri menunggu jawaban dari dirinya.
" Verel ayo jawab jangan diam aja.kenapa gw bisa di sini dan apa yang terjadi semalam " tanya dara tak sabar
" Dasar bawel " gerutu Verel pelan
" Apa Lo bilang " tanya dara karna merasa Verel berkata sesuatu
" Enggak Ra gw hanya bilang.semalan apa ya yang terjadi " elak Verel
" Iya apa coba yang terjadi semalam "
" Lo semalem itu pingsan.yang harusnya nanya itu gw Lo itu semalam kenapa kok bisa pingsan.apa Lo sakit ?" sambil meraba kening dara mengecek apa dia sakit atau tidak
" Apaan sih rel gw sehat, tapi semalam itu yang gw rasa kepala gw terasa berat lalu setelah itu gak tau lagi " jawab dara dengan ragu
" Apa jangan-jangan "
Dara dan Verel bebarengan berkata hal yang sama lalu saling menatap
" Jangan-jangan minumannya ketuker " ucap dara melanjutkan.
" Tapi bagai mana bisa Ra,gw udah pastiin kalo itu minuman harus di ambil albi.tapi tunggu,semalam kalian itu ngambil minuman yang samakan ahhhh.. Ra.." melirik dara sambil menepuk jidatnya
Melihat tingkah Verel dara langsung mengerti
" Verellll jadi rencana gw gagal " ikut menepuk jidatnya sendiri
" Ya mau gimana lagi Ra sudah terlanjur " bersikap seolah gagal total padahal di hatinya bersorak gembira
" Ya sudah rel Lo jangan sedih lain kali kita coba lagi Karana bagi KARLIE DARA tidak ada kata menyerah " berkata sambil mengepalkan tangannya lalu mengangkatnya
" Semangat "
Verel yang tadi sudah bersorak ria karna rencananya berhasil seketika berubah lemas karna mendengar ucapa dara.dengan malas Verel mengiyakan ucapan dara
" Iya semangat " dengan nada lesu Verel mengucapkannya
__ADS_1
...----------------...
Pagi-pagi sekali Naura sudah terbangun yang pertama kali iya lihat adalah henponnya di raihnya henpon itu dari atas nakas.sejak semalam pulang dari bioskop Naura terus menerus melihat hanponnya berharap Albi menghubunginya seperti biasanya namun,sampai pagi pun di handphon Naura tak satu pun ada panggilan atau pun pesan.
" Kenapa jadi gini sih." Naura masih tak mengerti dengan sikap Albi
" oke kalau maunya dia kaya gitu gw turutin " merasa kesal dan memutuskan mengikuti sikap Albi yang mendiamkannya
Sedang Albi mondar mandir di kamarnya ia tak bisa tenang albi masih memikirkan kejadian semalam saat ada pria lain memuji kekasihnya.ia sungguh masih kesal dengan kelakuan pria bernama Rafael itu yang terus-terusan memuji Naura di hadapannya Albi di buat cemburu olehnya.
" Berani sekali dia " dengan sangat kesal Albi terus mengupat Rafael
Tookkk
Tookkk
ketukan pintu membuyarkan kekesalan Albi
" Masuk " Albi menyuruh masuk
Pintu terbuka memperlihatkan pria yang juga gak kalah tampannya dari Albi tapi bedanya di terlalu kaya kulkas dan datar siapa lagi kalo bukan asisten Herry
" Selamat pagi tuan,tuan belum siap ? pagi ini akan ada rapat bersama para petinggi tuan.saya harap anda tidak melupakannya ?"
" Aku ingat Herry,setelah rapat apa jadwal berikutnya " tanya Albi
" Baik tuan,jam 11 nanti anda akan ada peninjawan ke lokasi pembangunan proyek terbaru dan jam makan siang nanti seperti biasa anda akan mengunjungi Bella Cafe. setelah itu jam 2 nanti anda akan ada pertemuan dari SURYA grup " tutur Herry menjelaskan.
" Herry rubah jam makan siang ku,aku tidak ingin ke Bella cafe aku ingin ke tempat lain. " pinta Albi pada Herry
" Baik tuan " asisten Herry pun pergi
Di kamar lain Naura sedang menatap dirinya di depan cermin dengan style tomboy nya lalu Naura memoles wajahnya dengan make up tipis karna naura tak harus memakai make up tebal karna Tampa make up pun Naura sudah sangat cantik.cukup memoleskan bedak dan memakai lip balm saja
di rasa sudah rapih Naura pun meraih tas Selempang nya bergegas pergi menuju tempat kerjanya.sebelum pergi Naura terlebih dulu berpamitan pada ibu nya
" Ibu aku pergi ya.Assalamualaikum.."
__ADS_1
" Wa'alaikum salam, hati-hati di jalannya awas jangan ngebut2 bawa motornya " ibu Maya berpesan agar Naura berhati-hati.
" Iya Bu " sahut Naura
Naura pun menghidupkan motor metic kesayangannya keluar halaman rumah menuju Bella Cafe.
Saat sedang mengendarai motornya dan berhenti di lampu merah Tampa di duga mobil Albi pun berhenti di sampingnya.tampa Naura tak menyadari kalo mobil di sampingnya itu adalah mobil albi
Tak di sangka Albi melihat Naura di samping mobilnya.melihar Naura ada di dekatnya rasanya Albi ingin sekali menarik dan memeluknya karna rasa rindunya.albi lebih memilih mengabaikannya tapi,karna kerindunnya tak bisa di sembunyikan albi memilih menatap Naura diam-diam memperhatikannya
" Cantik,selalu canti seperti apa pun penampilannya dia tetap saja cantik " puji Albi melihat kecantikan Naura
Sedang yang di perhatikan terlihat sedang melamun,entah apa yang sedang di pikirannya.lampu pun berubah hijau lamunan Naura buyar karna suara klakson yang bising Naura pun kembali melajukan mobilnya sambil masih dalam keadaan kembali melamun.tampa di duga dari arah berlawanan ada sebuah mobil box melaju sangat kencang kearahnya Naura masih tak menyadari mobil di depannya.untung saja mobil Albi mengukuti Naura dari belakang Albi memanggil manggil Naura dari dalam mobilnya
" Naura... Naura apa yang sedang kau lakukan lihat ke depan " teriak Albi pada Naura dari dalam mobilnya
Naura tersadar dari lamunannya karna pangilan Albi.naura menoleh ke arah Albi lalu melihat kembali ke depan alangkah kagetnya Naura Ari arah depan ada mobil melaju kencang ke arahnya.dengan cepat Naura mebelokan motarnya menghindari mobil box itu namun naas alih-alih menghindari mobil naura justru malah menabrak
Brrraaakkk
Brrruukkkk
Saat di tikungan Naura hilang kendali motor Naura tergelincir dan menabrak pembatas jalan kepalanya terbentur cukup keras dan terjatuh tertimpa motornya sendiri.melihat Naura terjatuh karna menabrak pembatas jalan Albi dengan cepat menyuruh Herry memberhentikan mobilnya dia keluar berlari menghampiri Naura
" Nauraa... " teriak Albi melihat keadaan naura yang merintih kesakitan dengan cepat Albi menyingjirkan motor yang menimpa kaki Naura.
" Sayang kau tidak apa-apa? kita kerumah sakit sekarang " mengangkat Naura menuju menuju mobilnya
" Herry kita ke rumah sakit sekarang " perintah Albi
Albi menatap Naura " Sayang sabar ya sebentar lagi kita akan sampai di rumah sakit " dengan penuh hawatir
Sedang Naura sendiri yang masih dalam keadaan antara sadar tak sadar menahan sakit di kepalanya akibat terbentur dengan pembatas jalan.naura terus menatap Albi Tampa kata lalu tak lama kemudian kesadaran Naura hilang.
🍁
🍁
__ADS_1