
Melihat Naura yang enggan untuk makan albi mulai berpikir exstra bagai mana caranya agar Naura mau meminum obatnya Tampa harus susah payah.
" Ya sudah,kalo kamu gak mau makan makanan rumah sakit aku cariin makanan di luar.kamu mau makan apa? " tanya Albi agar Naura mau makan
" Nah, gitu dong.aku mau makan soto ayam kayanya enak udah lama banget rasanya gak makan soto.jadi ingat soto ayam umi Devi depan sekolah ku dulu." sambil sedikit melamun membayangkan masa itu saat Naura suka mampir ke warung soto umi devi
" Terus apa lagi sekalian keluar " tanya albi lagi karna Naura malah terdiam tidak melanjutkan pesanannya
" Ahhh iya, sama sop buah aja deh.udah itu aja " pinta Naura kemudian
" Ya sudah aku belikan.kalo ada apa-apa hubungi kakak.kakak pergi bay "
Setelah kepergian Albi Naura menjadi sendirian bingung mau ngapain karna sudah merasa bosan rebahan terus di ranjang rumah sakit.naura pun memutuskan untuk keluar dari kamar ingin mencari udara segar.dengan sedikit susah di karnakan Naura masih agak pening
Dengan tabung infus di genggam nya dan begitu pun jarum yang masih menancap cantik di tangannya Naura mulai berjalan keluar menuju taman rumah sakit menggunakan kursi roda.di hirupnya udara pagi sampai rongga paru-paru nya membuat Naura sedikit lega dan penat yang tadi di rasa hilang sudah.
Sambil menunggu kedatangan Albi Naura melihat lihat dari kejauhan Naura melihat seorang anak kecil yang sedang duduk di kursi roda sendirian membuat Naura mengerutkan alisnya heran kemana orang tua nya anak sekecil itu di biarkan sendirian anak kisaran umur 7 tahun nan.
Karna penasaran Naura menghampiri anak itu
" Haii.." sapa Naura
merasa di panggil anak itu menengok kearah Naura lalu kembali kepisisi semula
" Kenapa sendirian,kemana orang tua mu?" tanya Naura
" Mereka sibuk dengan pekerjaan Meraka masing-masing kak" jawab anak itu
" Ohhh,lalu kamu disini sama siapa " tanya kembali Naura namun belum di jawab oleh anak itu seseorang memanggilnya
" Den Dion bibi cariin dari tadi ternyata malah di sini toh.ayok den Dion harus masuk dokter mau memeriksa Aden" ucap bibi tersebut
" Nama kamu Dion ya,kenalin nama kakak Naura" mengulurkan tangannya
namun bukannya menyambut uluran tangan Naura Dion malah pergi Tampa menghiraukan Naura
" Maaf ya non,den Dion memang kaya gitu dingin apa lagi sama orang baru tapi sebenarnya den Dion anak yang baik dulu dia gak seperti itu tapi semenjak orangtuanya berubah den Dion pun jadi ikut berubah."
" Bi,ayo katanya disuruh masuk " pangil Dion pada pengasuhnya
" Sekali lagi bibi minta maaf atas nama den dion ya non "
" Iya bi,gak apa-apa "
__ADS_1
Lalu bibi tersebut pergi mentusul Dion dan Naura kembali sendiri dengan rasa heran dan penasaran pada dion.selang beberapa lama ibu Maya datang menghampiri Naura
" Naura,ibu cari-cari ternyata disini sedang apa?" tanya ibu Maya
" Naura bosen Bu di kamar Naura sendirian kak Al pergi keluar cari makanan " sahut Naura
" kenapa gak tunggu ibu datang kan bisa kesini bareng ibu.kamu bikin ibu hawatir "
" Maaf Bu "
" Ya sudah ayo kita masuk kamu harus sarapan dulu pasti nanti nak Albi cariin kamu kalo liat kamu gak ada di dalam "
"Ya sudah ayo Bu "
Dan benar saja baru saja Naura sampai di depan kamarnya Albi keluar dengan terburu-buru mau mencari Naura namun langkahnya terhenti karna orang yang mau dicari sudah ada di hadapannya
" Naura kamu dari mana " dengan raut wajah hawatir
" Maaf kak tadi aku pergi ke taman rumah sakit karna bosan sendirian di kamar " tutur Naura
" Ya sudah gak papa lain kali bilang dulu ya "
"emmn"
" Kak,mana soto nya " tanya Naura karna sudah mulai lapar
" Nih,sebentar kakak siapkan dulu.ibu ayo kita sarapan sama-sama Albi juga beli buat ibu " ajak Albi pada ibu Maya
" Iya nak terima kasih tapi ibu masih kenyal tafi sebelum ke sini ibu sudah sarapan malahan ibu bawa makanan kesini tapi karna nak Albi sudah beli makanan.makanan itu buat nanti siang saja " sahut Bu Maya
" Ibu bawa makanan,maaf ya Bu Naura malah beli makanan " Naura merasa bersalah
" Gak apa Naura kan bisa buat nanti siang kalian makan saja makanan kalian ibu mau keluar sebentar mau jenguk temen ibu katanya di rawat di sini gak jauh ko di sebelah kamar ini "
" Makasih ya Bu "
" Iya gak apa.ibu keluar dulu ya "
Setelah Naura dan Albi selesai makan kini tibalah waktunya Naura minum obat Albi menyodorkan dua tablet obat pada Naura menyuruhnya untuk ia minum
" Kak bisa nanti aja gak minum obatnya " dengang wajah melasnya
" Gak bisa sayang harus sekarang kalo nanti beda lagi akan ada obat lain yang harus kamu minum " jawab Albi menjelaskan
__ADS_1
"Tapi kak,obatnya terlalu besar aku gak bisa kak minum obat itu "
" Harus bisa nau "
" Gak bisa kak "
" Harus,mau sembuh gak ?"
" Mau "
" Ya sudah minum obatnya
" Tapi__ "
" Gak ada tapi tapian kalo gak bisa tenang nanti kakak ajarin pasti kamu bisa minum obat itu "
bujuk Albi agar Naura percaya dan mau meminum obat
" Yaki kakak bisa ajarin aku Tampa minum banyak air kan "
" Iya yakin sudah jangan banyak bicara sekarang cepat minum obatnya "
Diraihnya dua tablet obat dari tangan Albi dan dengan ragu memasukannya ke dalam mulut lalu di susul dengan air setelah Albi mengambil gelas dari tangan Naura yang sedang minum di dekatkan nya wajah Albi dan__
" Cup__"
Mendapat serangan mendadak seperti itu dari Albi Naura membulatkan matanya dan menekan obat yang ia minum dengan cepat karna merasa kaget first kiss di ambil Albi apa lagi di tempat yang menurutnya tidak pas itu
tapi seneng kan neng ciyee __
Albi menjauhkan wajahnya karna dirasa obat itu sudah Naura telan meski hanya ciuman singkat saja yang Albi berikan
" Kak Al__ " Naura menutup mulutnya detik kemudian menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut
" Maaf Naura cuma dengan cara itu kamu bisa meminum obat itu dengan cepat " tutur Albi menjelaskan
masih dengan posisi Naura membungkus tubuhnya namun Albi tak memperdulikan
Alasan aja kamu mah bang bilang aja mau
" Tapi kan gak harus gitu kak ada cara lain kan ?" jawab Naura masih di dalam selimut
🍃🍃🍃
__ADS_1
happy reading__