Pacar Dadakan

Pacar Dadakan
Bab 18


__ADS_3

Naura melongo tak percaya kalo sahabatnya membuka kartu rahasianya.naura suka sekali menyembunyikan obat di bawah bantal setiap kali ibunya memberikan obat untuk ia minum kalo Naura sakit Naura sering berbohong kelihatannya di minum taunya di umpetin.kalo ditanya alasanya pahitlah,susah nelannyalah,dll.


sebelum Bella menerima semprotan dari Naura dengan jurus seribu langkah Bella berlari


" Bu Bella pulang ya bayyyy nauraaaa" sambil berlari


sedang Naura mendapat pelototan dari ibu Maya karna ternyata Bu Maya pun baru tahu kelakuan Naura yang satu ini.


" Naura bigitu yaaa berani bohongin ibu" maju mendekati Naura


dengan sigap Naura segera bersembunyi di belakan tubuh Albi minta perlindungan karna takut kena jeweran ibu Maya


" kak tolongin aku " merasa ngeri melihat ibunya mendekat yang pasti telinganya akan kena jeweran


"salah sendiri kenapa kamu bohongin ibu kamu suka ngumpetin obat" terkekeh menahan tawa


"awww awww Bu ampun iya maafin Naura gak lagi janji" sambil mengangkat dua jari berbentuk V.


"awas ya kalo kamu ulangi gak hanya satu yang ibu jewer tapi dua duanya" menahan tawa


sebenarnya ibu Maya tak marah malah merasa lucu kelakuannya itu sama persis seperti ayahnya tak suka makan obat.


setelah selesai dengan Serama ibu anak itu Albi pun memutuskan beneran pergi kekantor setelah sebelumnya terhambat jarna drama dua wanita beda jaman itu.


" ibu saya pamit ada rapat di kantor yang tidak bisa saya tinggal" pamit Albi pada Bu Maya


" iya tidak apa apa nak albi.jangan hawatirin Naur ada ibu yang akan memadtikan obatnya di minum" sambil terkekeh geli melihat raut wajah Naura yang di tekuk kusut dan tak lupa bibir di manyunin.


" Naura aku pamit.ingat di minum obatnya agar cepat sembuh lukanya" mengusap rambut Naura lalu pergi


"assalamu'alaikum.."


"wa'alaikum salam.."


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€

__ADS_1


di tempat lain dara sedang merasa kesal karna Albi tidak ada di kantornya ia merasa kecewa niat ingin caper eh orangnya ga ada yang ada di caperin cowo lain karyawan di kantor Albi dengan beraninya menggoda dara.


" kesel kesell gagal deh bisa ketemu Albi"


" kenapa sih Ra Lo lagi dapet?" tanya verel merasa heran dengan tingkah dara


"gw lagi kesel VER,"


" kesal kenapa sih Lo cerita ke gw"


" gw kesel tadi gw pergi ke kantornya Albi tapi albinya ga ada."


" mau ngapain Lo ke kantor Albi"


" ada kerjaan tapi selain itu gw pengen caper ke dia.tapu sayangnya Albi ga ada di kantor yang ada malah gw di caperin karyawannya kesejadinya" dara bercerita panjang lebar


Verel mendengar dara ingin mencari perhatian Albi raut wajahnya Verel langsung berubah kusut.


" saingan lagi nih" verel bergumam dalam hati.


" Lo yakin pengen deketin Albi " to the point verel bertanya pada dara


dengan sangat sangat terpaksa lagi Verel mau menuruti dara.meski begitu Verel pun akan mencari cara juga untuk menggagalkan keinginan dara kara dia ga mau dara di miliki juga oleh orang lain dan kali ini Verel benar bendar tidak mau membiarkan miliknya di miliki orang lain.


" serah Lo deh" membuang napas dengan kasar


sedang di sebuah kamar ibu Maya sedang menunggu Naura memastikan ia memakan obatnya dan tak di sembunyikan setelah sebelumnya makan bubur terlebih dahulu dan Menganti perban di tangan Naura.


" ayo Nau di minum obatnya jangan di liatin terus itu obat gak bakalan masuk sendiri kalo kamu gak meminumnya"


" iya Bu ini juga mau di minum" tapi Naura ngeri melihat obat yang di tangannya gede gede bahkan gak hanya satu tapi ada 4 kapsul obat.ingin rasanya pingsan aja untuk menghindari obat obatan itu.


" lebih baik gw ngeladenin preman di pasar dari pada gw harus minum obat se gede gede gini.langit tolong turunkan bantuan mu hiks hiks hiks " umpat Naura dalam hatinya


" tapi Bu bisa nanti aja ga minum obatnya Naura pengen tidur dulu."

__ADS_1


" Naura justru sebelum kamu tidur di minum dulu obatnya biar enakan.kamu jangan banyak alasan"


"tapi Bu obatnya ke gedean Naura gak bisa nelenya dan pasti pahit kan Bu rasanya."


" gini aja ibu alusi obatnya ya biar kamu gampang minumnya"


setelah selesain menghaludkan obat ibu maya memberikannya lagi pada Naura


" nih Nau di minum pasti sekarang lebih gampang"


dengan terpaksa Naura membuka mulutnya sambil tangannya memegang hidung menahan napas.


dan... dan ..


uwekkk uwekkk Naura hampir memuntahkan obatnya tapi dengan sigap Bu Maya segera memberikannya minum dari gelas yang kedua.


"Bu pahitttt Naura gak suka ga mau lagi minum obat udah ini yang terakhir" rengek Naura pada ibunya berharap ibunya mengabulkan.tapi nyatanya ibu Maya justru tertawa lepas mendengar Naura merengek seperti itu


" Nau kamu tu ya sama preman aja kamu berani ini sama obata kok gak berani malah takut." ejek Bu Maya


" justru itu Naura itu lebih baik ngeladenin preman sekalian dari pada harus minim obat" naura brigidig geri memegang tengkuk lehernya.


πŸƒ


πŸƒ


πŸƒ


Naura kamu ya sama obat aja takut tapi sama preman berani padahal ngarangan mana cobat obat sama premanπŸ€¦πŸΌβ€β™€οΈπŸ€¦πŸΌβ€β™€οΈπŸ€¦πŸΌβ€β™€οΈ


happy reading...


jangan lupa tinggalin jejaknya ya


Like

__ADS_1


comment


😘😘😘😘


__ADS_2