
Sudah sekian hari Dara menunggu dan merencanakan sesuatu dengan seseorang yang ia sewa untuk menyusun rencana dan saat inilah waktu yang di tunggu pun tiba
" Bagai mana apa semua sudah beres " tanya dara pada orang tersebut di ujung telponnya
" Tentu,sesuai keinginanmu " jawab orang tersebut
" good job" kembali dara tersenyum merasa puas membayangkan rencana yang iya susun akan berhasil
Setelah obrolan mereka usai tak lama verel pun datang menemui dara yang beberapa hari belakangan ini tak ia jumpai.
" Hai Ra... " sapa nya verel setelah sampai dihadapan dara
" Emmmm.." hanya itu yang keluar dari mulut dara dengan acuh tak berniat menyapa balik atau melihat kehadapan verel.justru dara malah merasa jengah atas kehadiran verel karna semenjak terakhir bertemu verel waktu pesta itu bahkan dara pun menyalahkan verel atas gagalnya rencana untuk menjerat albi
" Lo masih marah ya sama gw Ra?" tanya verel merasa dara bersikap acuh terus padanya
" Nah itu,udah tau jawabannya jadi gak usah nanya nanya lagi " jawab dara dengan menekankan di setiap ucapan nya
Bukannya tersinggung atau merasa bersalah Verel justru merasa gemas dengan tingkah juteknya dara.verel menghampiri dara lalu mencubit kedua pipi dara gemes
" Lucunya makin gemes aja " goda verel dengan sengaja
__ADS_1
" Aaawww.. verel lo ya,sakit tau pipi nih dikira skuisi apa gemes " sambil terus memegang kedua pipi nya yang lumayan sakit itu.bukannya mereda kekesalan dara terhadap verel justru semakin menambah dengan tingkahnya barusan.sebenarnya dara sudah biasa menerima perlakuan semacam itu dari verel tapi situasinya saat ini berbeda dara sedang marah pada verel karna gara-gara rencananya gagal
Dengan kesal dara melangkah pergi meninggalkan verel yang mematung memperhatikan sikap dara yang verel rasa dara tidak seperti biasanya
" Ra Lo mau kemana ?" tanya verel menahan dara pergi
" Bukan urusan Lo,urus aja urusan Lo sendiri dan mulai saat ini gw gak butuh bantuan Lo lagi " ucap dara dengan penuh kekesalan.lalu melangkah pergi
" Ra,Lo itu kenapa sih,biasanya juga Lo itu suka gw cubitin pipi lo.dia beneran marah kali ini padahal gw kangen Ra sama lo " berucap sendiri sambil terus melihat bayangan dara sampai menghilang.
setelah dara keluar meninggalkan nya verel merenung tentang hubungannya dengan dara merasa semakin sini semakin renggang.dara sulit untuk di luluhkan.
" Mau sampai kapan Lo Ra,mengejar orang yang jelas jelas gak peduli sama lo.sedang di sing ada orang yang rela nunggu Lo " mengingat itu verel merasa apa yang selama ini ia lakuin sia sia mau bagai mana pun verel berkorban melakukan banyak hal justru ia gak di lihat sama sekali.
Verel menarik napasnya dan menghembus kannya dengan kadar
Lalu sekelebat bayangan tiba tiba lewat begitu saja.seorang wanita yang akhir akhir ini bersamanya membantunya menggagalkan rencana2 nya dara
" Bella... "
Nama itu terucap begitu spontan saat wajah Bella melintas begitu saja.ya,Bella wanita yang muncul di pikiran verel dan entah mengapa mengingat nama itu membuat senyman verel tak berhenti apa lagi mengingat kejadian kejadian yang tak di sengaja mereka alami saat degan berci*m*n makin membuat senyuman verel semakin lebar.
__ADS_1
Tampa di sadari verel bahwa sebenarnya sudah ada tumbuh benih2 cinta antara mereka.karena hal yang sedang verel alami saat ini.itu pun di rasakan Bella yang juga saat ini dia sedang senyum senyum sendiri di ruangannya dengan pipi merah merona
" Kenapa wanita itu terus menerus ada di kepalaku,apa yang terjadi dengan diriku " seketika menghentikan aksi senyum senyum sendirinya karna baru tersadar yang sedang dia pikirkan bukan dara lagi melainkan Bella sahabatnya dara.
Deg
Verel merana dadanya ada desiran aneh,jantung itu tidak pernah sekencang itu berdetak ketika mengingat dara namu mengapa ketika wanita itu muncul di pikirannya jantung itu berdetak begitu keras.sampai verel sendiri merasa kesakitan
" Kenapa dengan jantungku,apa ada masalah apa mungkin gw sakit.sepertinya harus memeriksakannya " dengan terus meraba dadanya sendiri merasa aneh
π³π³π³π³π³π³
Seseorang dengan kaca mata hitam nya duduk dalam mobil berwarna hitam sedang menatap target yang beberapa hari ini terus ia awasi seolah tak mau kehilangan jejak satu jengkal pun.
Sampai pipis pun kau disitu karna gak mau kau tinggal itu orangπ π
Seorang lelaki bertubuh tinggi besar berotot kekar namun bersuara kecil itu sedang mengawasi gadis tomboi.menunngu saat gadis itu lengah dan menculiknya
Naura sendiri yang sibukan dengan motor nya yang sedang merajuk tak mau di ajak pergi terpaksa membujuknya dengan cara mengotak Atik apa saja yang di tau manun nihil motor Naura tak mau juga hidup.
disaat Naura terus berusaha mengotak Atik sambil sesekali menghubungi montir langganannya datang namun naas disaat sedang Jungkook,eh jongkok menunduk melihat mesin dari arah belakang tiba tiba Naura di bekap dan di tutup matanya Naura meronta melawan namun hanya sebentar karna selanjutnya dia tak sadarkan diri akibat obat bius yang membekap hidungnya.
__ADS_1
Setelag itu para preman dan tak lupa si kekar bersuara kecil itu juga membawa Naura ke mobil mereka lalu membawa nya ketempat jauh dari perkotaan.