
Naura berjalan ke halaman rumahnya dengan pikiran yang terus tertuju pada Albi.naura terus memikirkan perlakuan Albi seharian ini padanya terutama saat di mobil barusan.
Naura melihat dari matanya Albi tidak ada kebohongan hanya ada ketulusan di sana tapi Naura masih ragu apakah itu ketulusan atau hanya akal bulusnya Albi saja.
"aku melihat di matanya seperti ada ketulusan tapi aku ragu apa itu tulus atau hanya akal-akalannya saja untuk mengambil hati perempuan.aku gak yakin cowo kaya dia gak pley boy pasti cewenya di mana-mana secara diakan tajir pasti banyak cewe yang berebutin dia.dan gw gak bakalan kena jebakan Lo" umpat Naura dalam hatinya.
Naura pun mengetuk pintu rumahnya dengan tangan yang keribetan penuh dengan banyak kantung kantung di tangannya.
" Assalamu'alaikum Bu...ibu.. Naura pulang..." salam dan panggil Naura pada ibunya...
ckklek.... pintu di buka
" wa'alaikum samlam.... Naura kenapa banyak sekali kantung belanjaan.belanjaan siapa ini semua." ibu Maya bertanya pada Naura karna heran banyak sekali belanjaan yang di bawa Naura
" ini punyaku semua bu,maaf Bu" Naura merasa malu dan bingung harus bagai mana menjelaskan dan pasti ibunya beranggapan kalo dia menghambur hamburkan uangnya.
" kenpa kamu minta maaf,emang kamu berbuat salah apa.itukan hak kamu gajih kamu mau kamu apakan tapi ibu cuma heran kamu kok tumben belaja sebanyak ini." heran Bu Maya
" emmm ini semu sebenarnya Bukan kemaunan ku semua ini pemberian bu." ragu ragu Naura menjelaskan.
ibu Maya keheranan kurang begitu mengerti dengan penuturan Naura apa maksud cerita Naura. " maksudmu apa naura.apa semua ini barang pemberian itu maksuk mu Naura." jelas ibu Maya menebak
" I iya Bu... ini semua barang pemberian." dengan terbata bata Naura menjawab.karna takut ibunya marah.
__ADS_1
" dari siapa " ibu Maya mulai menyelidik
" dari temen Naura Bu,Naura udah nolak tapi dia
maksa." ucap Naura menjelaskan
" terus teman kamu juga yang tadi anterin kamu pulang.siapa dia Nau??" tannya ibu Maya
Naura bingung harus menjawab apa karna Naura tidak mau ibunya tahu soal hubungannya dengan Albi.karna menurut Naura Albi tidak terlalu penting.
" iya Bu,dia itu teman Naura dia yang udah belanjaan Naura juga.udah ibu jangan pikirin dia nanti Naura bakalan ganti semua uang dia.oh iya ibu udah makan kalo belum kita makan bareng yu" Naura mencoba mengalihkan karna pasti ibunya bakalan terus bertanya.
" belum,ibu belum makan"
" ya udah kita makan" ajak Naura kepada ibunya langsung ke meja makan. Naura pun mulai melayani ibunya mengambilkan nasi dan lauknya setelah memberikan ke ibunya baru untuk dirinya.
" ibu tidak memikirkan hal itu Nau,ibu cuma hanya ingin tahu sia dia,ini pertama kali ibu melihat ada laki laki yang mengantarkanmu pulang.lain kali kenalkan ibu pada temanmu itu ya.ibu jugan pernah muda Nau,ibu tidak melarangmu dekat dengan siapa pun asal dia baik bertanggung jawab kamu sudah dewasa dan kamu pun harus tahu juga mana benar dan mana salah." ibu Maya menasehati
" iya Bu,Naura akan ingat pesan ibu.lain kali Naura akan kenalkan ibu pada teman Naura." menunduk merasa tidak enak hati pada ibunya
...****************...
seminggu pun berlalu Naura hampir tiap hari di ganggu oleh si cowo pemaksa pacar dadakannya Albi Putra Anggara.
__ADS_1
seperti biasa hari ini Albi sudah datang menemui Naura untuk sekedar mengajak makan siang keluar.
" haii sayang... udah siap yu?" ajak Albi sambil sedikit menggoda Naura
" apa sih,malu tau kak banyak orang " Naura sedikit malu dengan panggilan albi padanya karna banyak orang yang memandangi mereka.
" kenapa harus malu Nau, biarin aja gak usah di lihatin.yu kita jalan" jelas Albi gak perduli pandangan orang padanya.
" gak bisa gitu kak Al jelas itu penting untuk ku aku ini pelayan di sini kak,sedang kak Al bos besar.aku cuma ingin menjaga nama baik kak Al aja.jadi bersikaplah biasa kalo kesini.jangan kaya gitu aku gak mau Mera tahu kalo kita ada hubungan nanti bagaimana dengan fans mu habis aku oleh mereka." jelas Naura panjang lebar.
" kamu hawatir aku malu karna setatusmu kamu salah Nau,dan kenapa pula harus di tutup tutupi.apa karna kau belum juga membuka hatimu dan mencoba menerima ku" jawab Albi di dalam hatinya.
memang Naura belum membuka hatinya maupun mencoba menerima hubungan mereka karna Naura masih bersikukuh dengan anggapannya terhadap laki laki.meski pun sebenarnya Albi itu baik dan selalu berusaha tulus padanya tapi entah mengapa Naura masih enggan untuk membuka hatinya dan menerima albi.masih susah untuk menghilangkan troma dalam diri naura
berbeda dengan Albi sendiri meski di hatinya belum ada cinta untuk Naura tapi Albi mau belajar mencintai ,menerima,membuka hatinya untuk naura.ia sedang meyakinkan dirinya sampai waktunya.kenapa Albi memilih pacaran bukan menikah Albi sendiri bingung dengan pertanyaan itu.di sisi lain orangtuanya terus memaksanya menikah bahkan mengancam akan menjodohkannya dengan anak rekan bisnis ayahnya.kalo sampai dalam satu bulan ini Albi tidak juga membawa perempuan ke hadapan orangtuanya makan di pastikan Albi harus menerima perjodoha.
entah karna tekanan orangtuanya makanya Albi mengajak Naura jadi pacarnya dipertemuan pertamanya.atau karna cinta pada pandangan pertama.
entahlah hanya Albi dan Author yang tahuπ€π€π€
yang pasti Albi sedang belajar segalanya sampai waktunya tiba...
Bersambung....
__ADS_1
maaf ya ceritanya masih agak sedikit ngawur...
maklum masih BELAJAR... πππ