
" kamu hawatiran aku...? kenapa? apa jangan2 udah ada aku di situ ya" Albi menggoda Naura
" APA.. eng..enggak kok siapa bilang.ya..ya aku pasti hawati lah kak Al kan orang besar penilayan orangkan kita gak tahu" jawab Naura dengan terbata2.
Albi tersenyum mendengar penuturan Naura terhadapnya meski mengkhawatirkannya karna hal lain tapi untuk Albi hal itu bukan masalah baginya.
" aku kira di situ udah ada aku ternyata belu ya. cantik... kehawatiran mu itu tidak berpengaruh bagiku. aku gak peduli apa kata orang yang aku butuhkan dan peduliin kamunya bukan orang lain." jelas Albi
naura terdiam mendengar penuturan Albi ia mencoba mencerna setiap ucapan Albi.
" apa hanya itu yang ia inginkan dariku.ingin aku menganggapnya di sini hati " gumam hati Naura.
Naura berpikir apa ia keterlaluan selam ini pada Albi ia tidak pernah sekali pun menganggapnya yang ia lakukan selama ini hanya menuruti apa kemauannya Tampa tahu perasaannya dan Naura sendiri tak pernah melibatkan perasaannya karna ia tak mau terluka.tapi setelah mendengar ucapan Albi entah kenapa mendengar itu hati Naura seperti tercubit ada sedikit sesak didalamnya.
" bukan itu maksudku" entah mengapa Naura seperti kehabisan kata ia tak mampu melanjutkan ucapannya.
" ah sudahlah jangan terlalu di pikirkan.apa kita akan disini terus kapan kita pergi kalo kau diam terus aku sudah sangat lapar." meraih tangan Naura dan menariknya membawa ia pergi albi tidak mau memaksa Naura untuk berpikir karna ia tau naura pasti sedang memikirkan hal itu.biarlah semuanya mengalir apa adanya bukan karna ada apanya.
Apa sih ini kenapa jadi kesonoðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤
asissten Herry pun membukakan pintu untuk mereka setelah mereka masuk Herry pun menjalankan mobil dengan kecepatan sedang membelah jalan.
" kita sekarang mau makan di mana kak?" tanya Naura memulai bertanya karna sejak tadi hanya ada keheningan diantara mereka.
" kita akan ke lestoran favorit ku " jawab Albi
sedang Naura hanya membulatkan mulutnya berbentuk o.
...****************...
setelah mereka sampai dan memesan makanan yang mereka suka Naura dan Albi pun mulai berbincang sambil menunggu pesanan mereka.
" bagi mana kamu suka ga tempatnya." tanya Albi pada Naura
"ya aku suka suasananya enak" jawab Naura
pesanan pun datang " silahkan tuan nona " pelayan menata makanan mereka.
" ya terima kasih" jawab Naura
saat sedang asik menikmati makanan Naura di kejutkan dengan suara orang yang memanggilkan.
__ADS_1
" Nauraaa....lo kemana aja gw kangen." Dara memeluk Naura senang.
ya seseorang yang menyapa Naura itu sahabatnya siapa lagi kalo bukan Dara.
" Dara,gw juga kangen."jawab Naura tak kalah senang.
" Lo kemana aja sih chat gak pernah di bales,tlp gak di angkat." kesal dara
" sorry Ra,akhir akhir ini gw lagi banyak kerjaan jadi ga sempet bales" jawab Naura beralasan.
" Lo lagi apa di sini.terus siap dia" tanya dara penasaran sama orang yang bersama Naura."
" gw lagi makan siang oh iya ini kenalin teman aku"Naura pun memperkenalkan Albi pada dara yang Tampa dara sadari Albi itu adalah orang yang dulu akan di jodohkan Verel padanya.
" kak Al ini kenalin Dara sahabat aku" Naura memperkenalkan
" Albi" memperkenalkan dan menerima uluran tangan dara
"Albi,kok aku kaya gak asing dengan nama itu.tapi dimana ya." bergunam sambil mengingat nama itu
" Nau,Lo sibuk kerja apa Lo sibuk pacaran nih" goda dara pada Naura
"Ra apa sih gw beneran kerja ko.siapa bilang gw pacaran."
" iya aku PAC" belum selesai Albi bicara tangan Naura lebih dulu menutup mulut Albi.
" bukan Ra,kak Al dia temen aku.kita juga baru kenal"jawab Naura meneruskan ucapan Albi.
Albi merasa kesal ia melepaskan tangan Naura yang menutup mulutnya.albi berdiri lalu pergi
" aku ke toilet dulu Nau." dengan raut wajah yang menahan amarah.
Albi pun pergi ke toilet dengan emosi yang sedari ia tahan.
" kenapa sih naura.bahkan di depan sahabatmu pun kamu tidak mau mengakui ku"
setelah kepergian Albi Naura pun mulai menceritakan soal Albi pada dara.
" Ra Lo ga tau kak Al Lo lupa Ra," Naura mulai mengingatkan dara.
" gw sih sebenarnya pernah denger nama itu albi, tapi di mana gw lupa Nau. yang gw tahu Albi ya Albi Putra Anggara." jelas Dara karna masih lupa.
__ADS_1
" Ra Lo inget gak.lo pernah nyuruh gw buat nemuin cowo gantiin Lo dan lo tahu itu cowonya."Naura mengingatkan
" beneran Nau,dia orangnya kok beda ya gak kaya di foto.ini sih ganteng Nau,kenapa bisa beda ya atau jangan2 Verel salah ngasih foto ya" dara mulai menebak nebak
" Lo pernah liat tuan muda Pewaris ALPA grup ga Ra." tanya lagi Naura
" gak pernah lah Nau,gak ada yang tahu wajah tuan muda.beliaukan sangat tertutup dia gak mau publik tau siapa dia." jelas Dara
" Lo juga pasti gak bakalan percaya dengan apa yang bakalan Lo denger.lo tahu Ra,kak Al itu adalah tuan muda.naura mengungkapkan dengan berbisik di telinga dara.
"APA... beneran Nau." dara membulatkan matanya dia gak percaya dengan apa yang ia dengar.
neng Dara nyesel ya udah nyuruh Naura gantiin neng😄😄😄
" ssttttt...pelanin suara lo Ra,nanti orang tahu" Naura mengingatkan
" gw harus mastiin ini semua sama Verel Nau,gw masih gak percaya.gw harus ketemu sama Verel dia udah bohongin gw."
Dara pun beneran pergi ninggalin Naura yang bengong liat tingkah lebay nya dara.
sentara itu albi yang baru saja datang dari toilet merasa heran melihat Naura yang kebingungan.
" sayang,kamu kenapa?" tanya Albi
"ahh... kak Al ngagetinal aja kapan kak Al disitu." Naura mengelus dadanya karna kaget.
" barusan,kamu ga apa apakan? ada apa? terus kemana teman kamu" Albi bertanya kembali pada Naura.
" aku ga papa,aku cuma lagi heran aja sama dara kak."ucap Naura
" emang kenapa dia,?"
"aku cuman bilang sama dara soal kak Al.teris dia gak percaya.sekarang dara malah pergi mau mastein cerita aku sama Verel." cerita naura
" Verel Biantara," ucap Albi
" kak Al kenal sama Verel?" tanya Naura
" iya aku kenal,dia teman ku semasa kuliah" ucap Albi."
" apa kak Al lupa sama Dara," Naura mulai mengingatkan.
__ADS_1
" Apa Dara yang kamu maksud itu adalah dara yang harusnya bertemu denganku.?"
Bersambung...