Pacar Dadakan

Pacar Dadakan
Bab 41


__ADS_3

Dua hari berlalu...


Semenjak kejadian di taman itu Bella dan Verrel tak pernah bertemu atau pun berkomunikasi dan begitu pula dengan rencana mereka untuk Dara pun ikut tertunda.


" Gw harus ngomong apa coba kalo ketemu Verrel,muka gw harus di taro di mana malu banget gw " Bella bergumam sendiri saat mengingat kejadian bersama Verrel yang tak sengaja mencium nya di saat terjatuh.


Bella merasa tak karuan saat ia menerima pesan dari Verrel yang ingin bertemu dengannya.Bella terus meraba pipinya yang terasa panas karna malu mengingat kelakuannya itu.di ambilnya handphone yang terletak di atas meja riasnya dan melihat kembali pesan yang di kirim Verrel tadi


Tringgggg....


Pesan kembali masuk dari Verrel


📨 Kenapa pesan gw gak di bales.??


Bella merasa gugup karna verrel menunggu balasan darinya.dengan Tampa pikir panjang lagi Bella mengetik pesan balasan


📨 Sorry baru bales baru kebuka.ada apa minta ketemu ?


📨 Ooooohh kirain gw,Lo lagi bingung karna rasa malu Lo 😂😂


📨 Siapa bilang,nggak kok gw udah lupa tuh kenapa juga gw harus malu


📨 Beneran Lo udah lupa... awas ya nanti Lo ketagihan pas keinget gw🤣🤣


📨 VERREEEELLLLLLL AWAS LO YA KALO KETEMU

__ADS_1


📨 Ya gw tungguuuu.jangan lupa di tempat biasa cafe Melati


📨 Gak harus Lo ingetin tempatnya Cafe itu gw punya 😒


📨 Iya yah tu Cafe kan punya Lo 😆😆 sorry


Setelah perpesanan selesai Bella pun bersiap untuk pergi ke cafe untuk bekerja dan tentunya bertemu Verrel.


Sedang selama dua hari ini juga Albi tidak pergi kekantor ia lebih memilih bekerja di rumah sakit sambil menemani Naura yang sedang pemulihan.


" Sayang,apa masih ada lagi yang harus di kemas? " tanya Albi pada Naura karna ia sedang membereskan barang barang Naura kedalam tas untuk di bawa pulang.karna hari ini Naura sudah di perbolehkan pulang.


" Sudah itu saja gak ada lagi " sahut naura


melihat Dion yang sendirian Naura pun berinisiatif menghampiri nya.


" Hei bocah kita bertemu lagi " guyon naura


merasa di panggil bocil Dion menoleh ke arah Sura " Siapa yang bocil "


" Ya kau lah siapa lagi.bocil di sini kan cuma kamu aja " goda kembali naura


Tak terima dengan sebutan Naura Dion menyungingkan mulutnya sambil melipat tangannya di dada


" Jangan panggil aku dengan sebutan itu karna aku bukan anak kecil, aku udah besar.dasar tante2 " marah Dion tak terima di goda seperti itu

__ADS_1


" Oh ya,terus kenapa kalo kamu udah besar kenapa nangis kaya bocil " tanya Naura


" Siapa bilang aku nangis,enggak kok " elak Dion


" Jangan bohong bocil mata kamu itu merah abis nangis.pake bohong segala " membuat Dion tak bisa bicara lagi karna ketauan berbohong.


" Kamu mau pulang ya,rumah kamu dimana? kakak anterin ya " ajak Naura karna Naura tau Dion pasti mau pulang tapi ia menunggu kedua orangtuan datang menjemputnya namun kenyataannya samapi sekarang pun kedua orangtuanya tak kunjung datang Dion hanya di temani seorang ART saja.


" Tidak usah,aku bisa pulang sendiri kok " tolak Dion karna memang dia pulang di jemput supir


" Ya sudah kakak pulang duluan ya,semoga lain waktu kita bertemu lagi tapi dalam keadaan kamu gak lagi sedih tapi bahagian.bay " pamit Naura pada Dion karna sudah harus pulang


Setelah meninggalkan Dion di mobil Naura diam dengan pikirannya sendiri dan itu justru mengganggu pikiran Albi,di raihnya tangan Naura lalu ia genggam


" Kenapa diam terus dari tadi aku disini di cuekin sama kamu.apa yang kamu pikirkan sayang coba cerita " pinta Albi merasa hawatir


" Maaf kak,aku terlalu asik memikiekan Dion " sahut Naura merasa bersalah


" Dion,siap Dion apa anak kecil tadi kenap dengan anak itu " tanya Albi penasaran


" Kasian kak,anak itu kurang perhatian kedua orangtuanya,aku jadi teringat pada diri ku sendiri dulu meski sedikit berbeda tapi aku jadi bisa merasakan apa yang dirasakan Dion. " menghela napas teringat akan dirinya dahulu kurang perhatian dan kasih sayang dari seorang ayah Naura sangat paham begitu kesepiannya dirinya apa lagi Dion oleh keduanya.


" Jangan terlalu di pikirkan kita doakan saja semoga kelak kedua orangtua Dion kembali seperti dulu " ucap Albi memberi pengertian agar Naura tak lagi memikirkan Dion karna Albi tak mau melihat Naura teringat kembali pada masalalunya sudah cukup kesulitan yang Naura dan ibunya rasakan saatnya mereka bahagia.


" Iya,semoga saja itu cepat terjadi kak. " sahut Naura berharap itu segera terjadi pada Dion.

__ADS_1


__ADS_2