Pacar Dadakan

Pacar Dadakan
Bab 42


__ADS_3

Hidup memang tak selancar apa yang kita inginkan terkadang apa yang kita mau justru bisa jadi menimbulkan masalah.begitu pun sebaliknya apa yang tak di harapkan justru bisa menjadi indah pada waktunya.


Apa sih entahlah🤭


Tak berbeda jauh dengan ucapan otor yang berharap dua insan berbeda jenis ini bersatu.Si cantik Bella sedang duduk manis menatap dengan penuh jengkel pria di hadapannya yang sedari tadi menatapnya dengan kegenitannya.


" Verel, Lo tadi sebelum kesini gak lupa minum obat kan? " tanya Bella heran


" Minum obat " jawab verel tak kalah heran karna merasa dari pagi dia baik baik saja.


Bella menempelkan punggung tangannya pada dahi verel


" Tapi gak panas " gumam Bella


" Gw baik baik aja Bella,Lo itu kenapa? " merasa heran dengan Bella yang seakan hawatir padanya.namun detik kemudian Bella menyentil verel tepat di dahinya


" Auww sakit belllll.." ringis verel karna ulah Bella


" Harusnya itu gw yang nanya kaya gitu,Lo itu kenapa apa jangan2 Lo kesambet poci di jalan " mengutarakan kekesalnya karna merasa kesal dengan tingkah verel


" Lahh apa lagi itu poci Bella,Lo itu kenapa sih salah gw apa " tambah di buat heran verel dengan tingkah bella.gak nyadar kelakuan sendiri


" Verel Lo itu nyebelin ya,poci itu pocong paham.gak nyadar diri Lo itu ya dari tadi aneh makanya gw heran sama Lo " jelas Bella panjang lebar


" Enak aja,di jaga ya itu mulut.gw baik baik aja hari ini gw lagi seneng soalnya ketemu cewe yang abis ngasih ciuman sama gw " jawab verel dengan penuh sumeringah


Seketika itu juga tangan verel terkena hantaman cantik dari tas mahalnya Bella


" Sakit bell,di kira tangan gw tempat penyimpanan tas apa " kesal verel karna tangannya sedikit sakit

__ADS_1


" Tangan Lo itu bukan lagi tempat penyimpanan tas itu terlalu bagus tapi tangan Lo itu pantesnya jadi samsak bagus banget buat di tomjokin " marah Bella karna merasa ucapan verel menyindir dirinya


" Sorry..Sorry... ya gw salah mulut gw gak di saring " sahut verel merasa paham arah bahasan Bella


" Nah itu lo tau, itu kan gak di sengaja itu bukan kemauan gw tapi kecelakaan " jelas Bella mengelak karna gengsi untuk mengakui kalo ciuman itu beneran terjadi meski di awali dari ketidak sengajaan namu dia sendiri sedikit menikmati.


" iya KECELAKASN tapi manis " sengaja verel menekan di ucapan kecelakaan supaya Bella semakin malu padahal verel sendiri tau kalo Bella juga menyukainya meski awalnya terkejut namun verel yakin kalo Bella menyukai itu


" Ihhh verelll Lo tu ya nyebelinnnn " sambil berdiri bersiap untuk menyerang verel namun verel terlebih dulu gerak cepat karna sudah terbaca gerakan Bella yang akan menyerang ingin menghajarnya.namun verel segera menghindar


tak terima verel terus menghindar dari pukulan tak seberapanya.bella pun mengejae verel di dalam Cafe itu mengelilingi meja tempat mereka duduk Tampa perduli banyak pasang mata melihat aksi mereka yang saling bergantian mengejar.


Semakin di kejar verel semakin susah di dapat dengan kekesal yang tersisa Bella berlari sekuat tenaga namun sayang seribu sayang kaki mulus dan jenjang itu tersandung kaki kursi yang membuat tubuh Bella oleng dan hampir terjatuh menyentuh lantai namun kembali seperti saat di taman verel melihat Bella menjerit dengan sigap verel berbali lalu menangkap pinggang Bella dan


Brukkk.. Auwww...


Bella tetap terjatuh namun tidak merasakan sakit


" Iya Lo gak sakit tapi gw yang keakitan mana berat lagi " sahut verel sambil meringis menahan sakit di pinggangnya


" Verel sorry... " segera berdiri sambil meraih tangan verel membantunya berdiri juga


" Sorry enak aja pinggang gw ini sakit " keluh verel karna memang sakit sambil terus mengelus pinggangnya sendiri


Mendengar nada bicara verel yang Bella rasa verel sedang beneran marah padanya.belka menundukkan kepalannya merasa bersalah merutuki ke kecerobohannya kalo saja tadi dia tak mengejar verel hanya untuk menyembunyikan gengsinya mungkin semua itu tidak akan terjadi verel gak bakalan terjatuh menolongnya.


Melihat reaksi Bella yang tiba-tiba saja diam dan menundukkan kepalanya verel jadi menyesal niat ingin mengerjai Bella namun melihat raut wajah merasa bersalahnya Bella verel mengurungkan niatnya.menghampiri Bella lalu diraihnya pipi mulus Bella untuk mengangkat wajahnya saat itulah tampa sengaja mata mereka bertemu saling menatap satu sama lain dan jangan lupakan banyak mata yang ikut menyaksikan bahkan ada yang sampai tahan nafas hanya sekedar menunggu kelanjutannya akan seperti apa


🤭🤭🤭

__ADS_1


Semakin dalam tatapan itu bertemu namun tiba-tiba


Deg


Deg


Jantung mereka berdetak merasakan getaran aneh namu belum tau itu apa.


Verel merasakan jantungnya berdetak lebih cepat namun kembali verel menatap Bella yang juga masih sama menatapnya namun kini tatapan itu beralih ke bibir pink Bella yang sepertinya menggoda.


Tampa bisa di kontrol verel terus mendekatkan wajahnya pada Bella dan ..


Cup


Kembali bibir itu bertemu.bella yang kembali merasakan benda kenyal itu menempel sempurna kembali di bibir nya membulatkan matanya tak percaya kejadian itu terulang kembali namu dengan cepat Bella memejamkan matanya.


Merasa tak ada penolakan dari Bella verel pun semakin memperdalam.******* ,***** bibir itu semakin dalam mendapat hal yang lebih dari sekedar kecupan Bella pun membuka matanya kembali membulatkan ya terkejut akan aksi verel ingin rasanya Bella meronta namun sial tubuh dan pikirannya bertolak kan tubuh dan pikirannya tak sejalur.tubuh Bella malah ikut menikmati ciu man itu


"Sial kenapa bibirnya manis banget " gumam verel dalam hatinya


Ciuman itu pun berhenti karna dikagetkan oleh tepukan tangan banyak pasang mata menyaksikan aksi mereka yang berciuman di tempat umum dan di saksikan banyak orang.bella dan verel yang baru menyadari kalo perbuatan mereka di lakukan di tempat umum dan di saksikan para pengunjung cafe langsung menjaga jarak menjauhkan diri masing masing.


Bella yang sangat merasa malu pun langsung pergi berlari mencari tempat persembunyian yang mengarah ke ruangannya.


" Bella apa yang sudah Lo lakuin " memukul mukul kepalanya merasa bodoh dan malu akan perbuatanya tak berselang lama Bella pun terdiam menyandarkan tubuhnya pada pintu meraba bibirnya lalu memegang pipinya sendiri yang sudah memerah merona seperti tomat matang.


Berbeda lagi dengan verel dia justru acuh menganggap hal yang barusan terjadi sudah seperti hal biasa.verel cuek malah dengan santainya ia melanjutkan makan siangnya meminum es jeruk di hadapnya.namun dalam hati ia pun sama merasa kan hal yang sama di rasakan Bella.


dasar si verel watados ( wajah Tampa dosa )

__ADS_1


tapi jujur selama nulis ikutan gemes sama tingkah mereka ketawa ketawa sendiri gemes😬😬🤭🤭


__ADS_2