
setelah tiga puluh menit kemudian Naura pun keluar dari ruangan.Albi yang sedang membaca majalah pun mulai mengalihkan pandangannya pada naura ia begitu cantik dengan dress hitam seatas lutut rambut yang di biarkan terurai.dengan tampilan Naura yang begitu berbeda dari yang tomboy jadi feminin.
kurang lebih seperti itu penampilan Naura
" Cantikkk.."
Albi pun berdiri menghamampiri Naura yang terus menundukan wajahnya karna merasa gak PD.albi pun mengeluarkan kartu dan memberikannya pada salah satu pegawai untuk membayarnya.
" Jangan nunduk terus dong kan jadi ga kelihatan cantiknya " goda Albi merasa lucu dengan tingkah Naura
" Bukan gitu kak,aku hanya ngerasa ga PD aja dengan penampilanku "
" Kenapa ga PD uadah ah buang jauh2 rasa tidak percaya diri kamu.kamu itu udah cantik " Albi meyakinkan
Naura pun mengganggukan kepalanya
" Ayo kita berangkat nanti ke malaman"
sepanjang perjalanan tidak ada yang bersuara Albi merasa heran ada apa dengan Naura tidak biasanya dia terdiam
" Sayang kamu kenapa apa kamu sakit? kok diam aja"
" Gak kok kak.aku hanya merasa gugup aja takut salah " dengan polosnya
mendengar itu Albi sudah tidak bisa menahan tawanya lagi dari tadi.
" Hahahaaaa... kamu itu lucu sekali sayang.kamu itu cuman mau bertemu orang tua ku bukan mau pergi ke perang" terkekeh karna merasa gemas dengan wanitanya ini
Mendengar itu Naura jadi kesal sendiri.ia melirik Albi yang sedang menertawainya
__ADS_1
" Udah ketawanya,orang lagi gugup gini malah di ketawain itu kan kenyataannya aku ini beneran gugup kak." kesal Naura sambil memanyunkan mulutnya
" Kamu itu ya,masa sama preman pasar yang garangnya naudzubillah kamu berani gak ada gugup2 nya ini sama bunda dan ayah yang baik nya MasyaAllah kamu malah gugup" geleng kepala karna gak habis pikir
" Kak justru aku mending ngadepin preman pasar dari pada gini.coba liat nih tangan aku sampai dingin begini" memegang tangannya yang memang terasa dingin.albi pun memegangnya dan benar saja memang dingin
" Naura coba kamu tenang tarik napas pelan lalu keluarin.dengerin aku orang tua ku itu baik mereka tidak seperti yang ada di pikiranmu anggap mereka seperti orangtua mu saja jangan di bawa tegang oke " mengelus rambutnya Naura perlahan.
" Baiklah kak aku coba.tapi tunggu dari mana kak Al tahu aku suka ngadepin preman pasar?"
" Itu... Ada deh..."
" Idihh kak Al rese ya..."
" Biarin aja.."
" Kak Alllll... " kesal Naura memalingkan wajahnya kesaamping
" Aku ga marah kok kak jadi kak ga perlu minta maaf " Naura pun membalas dengan senyuman pula
tak terasa mobil Albi sudah sampai di depan rumah utama milik orang tuanya dan di sambut bundan dan ayah yang sedari tadi menunggu.
" Sayang akhirnya datang juga bunda sudah sangat rindu.kamu cantik sekali sayang bagai mana kabar kamu dan kabar ibu mu?" bertanya sambil memeluk naura
" Seperti yang bunda liat aku baik baik saja luka di tangan juga sudah tinggal bekasnya.ibu alhamdullah sehat."
" Syukurlah kalo gitu.ayo sayang masuk " bunda Naumi menggandeng tangan Naura membawanya masuk.sedang Albi di abaikan
" Jadi ini Al perempuan yang di maksud herry cantik," ayah satria mengungkapkan
" Apa kabar Om " Naura mencim punggung tangan ayahnya Albi
__ADS_1
" Baik, jangan panggil om ayah saja"
" baik o.. eh ayah"
" Mentang2 udah ada Naura anak laki lakinya di lupain.sebenatnya yang anak bunda aku atau Naura sih" pura pura merajuk.padahal dalam hati tersenyum senang melihat pemandangan didepannya.
" Untuk sekarang anak bunda ya Naura bunda udah bosen sama kamu mh" terkekeh melihat raut wajah Albi yang terkejut.
" Bundaaaaa... kok gitu sih sama sendiri"
" Abis bunda kesel kenapa baru bawa Naura sekarang kalian kan udah hubungan dari sebulan yang lalu tapi baru di bawa sekarang" kesal bunda Naumi
yang adi ambekin menggaruk tengku lehernya yang ga gatal sambil nyengir kuda
" Kalo itu sih bunda tanya sendiri ke anak perempuan bunda" menunjuk dengan dagunya
" Kok aku sih kak,kan yang ditanya Kaka" merasa ga ngerti
" Kamu lupa aku itu butuh perjuangan dulu supaya bisa sampai sini"
setelah Naura mengerti dengan apa yang dimaksud Albi Naura pun tersenyum sambil menunduk.
" Udah bunda ngerti kok sayang,ayo kita langsung ke ruang makan saja"
merekapun duduk makan bersama dengan di selingi canda tawa.
πΊπΊπΊπΊ
π Bersambung dulu yaπ
Mohon maaf up nya dikit mohon maaf banget lagi banyak yang harus diurusin di dunia nyatanyaππ
__ADS_1
Happy raeding...ππππ