Pacar Dadakan

Pacar Dadakan
Bab 35


__ADS_3

Orang tersebut merasa senang karna tebakannya benar.


" Rafael,beneran ini elo.gw gak nyangka bisa ketemu Lo lagi " Naura merasa senang bisa bertemu kembali dengan rafael orang dari masa lalunya Naura.


Masih ingatkan sama Rafael temannya Naura yang suka ngajakin onar Nah,sekarang Rafael di munculkan kembali.


" Lo tahu naura, waktu gw lihat Lo.gw hampis saja gak ngenalin lo " ucap Rafael yang memang hampir tak mengenal Naura karna penampilannya.


" Lo bisa aja,apa karna penampilan gw.gw masih sama kaya dulu rel.penampilan gw kaya gini karna baru dari acara saja " sahut Naura karna memang masih sama kaya dulu


" Lo juga sekarang banyak berubah rel,makin sukses aja nih.oh iya kemana tuh jambul kesayangan Lo kok ngilang " tanya Naura karna jambul kesayangannya hilang


" Dengan sangat terpaksa harus gw hilangin nyokap maksa terus Nau,teus gw juga gak mau ketinggalan jaman kali.hehehe " jawab rafael dengan senyum hasnya


" Tapi ngomong-ngomng penampilan Lo kaya gini itu bikin Lo tambah cantik Nau." puji Rafael karna memang Naura sangat cantik


" Udah ah nanti gw terbang kalau terus-terusan Lo puji kaya gitu " pinta Naura karna merasa malu wajahnya udah mulai memerah karna pujian Rafael.


Rafael tak menjawab dia hanya tersenyum mendengar ucapan naura.saat kedua orang itu asik dengan saling melempar pujian ada pasang mata yang menyaksikan dengan tak suka melihat interaksi Naura dan temannya itu.


" Ehemmm.. " Albi berdehem karna nerasa tak dianggap ada


Naura menoleh melihat kearah albi dan melihat juga sorot mata tak suka darinya.melihat itu Naura tiba-tiba saja merasa susah menelan salivanya.lalu menoleh kembali pada Rafael mengalihkan tatapan Albi yang mendadak menakutkan.seolah mengerti Naura pun mengenalkan ke duanya


" Oh iya rel,kenalin ini kak Al " belum selesai Naura mengenalkan. Rafael sudah lebih dulu menyela omongannya dengan langsung mengenalkan dirinya yang juga tahu pada Albi.


" Perkenalkan saya Rafael tuan muda Albi." Rafael mengenalkan dirinya lalu mengulurkan tangannya


" Lo tahu Rel, bertanya dengan setengah berbisik.


" Siapa yang tak tahu tuan muda Nau,pewaris satu-satunya ALFA Grup.lo beruntung sekali Naura bisa deket dengan tuan muda " dengan setengah berbisik pula.


Albi pun menerima uluran tangan Rafael " Ya, Albi CALON SUAMI nya naura " sahut Albi sengaja menekankan kata calon suami pada Rafael.mendengar itu Rafael replek langsung menoleh pada naura meminta jawaban.naura yang mengerti arti tatapan Rafael ia langsung mengangguk pelan sambil menunjukan tangannya yang tersematkan cincin pemberian Albi.


" APA " Rafael seolah tak percaya mendengar Albi adalah calon suaminya naura


" Beneran ini Nau,Lo gak bohong kan Naura ?" tanya kembali Rafael karna masih kurang percaya.

__ADS_1


" Gw gak pernah bohongan kalau soal ginian rel Lo tahu sendiri kan gw " Naura meyakinkan rafael dan balik beratnya atas ke jujurannya.


Rafael malah terdiam mencerna ucapan Naura


" Iya juga sih Naura gak mungkin bohong soal ginian , dia itu kan paling anti sama cowo apa lagi kalau cowo itu gak tulus mana mau si naura.tapi,sekalinya percaya sama cowo ni anak jago juga milihnya beehhh gak nanggung dapetinnya sultan " mengupat Naura dalam hatinya.


" Tuan apa anda tidak apa-apa " tanya Albi merasa heran karna Rafael terus saja diam


" Ahh iyaa maaf tuan,jangan panggil saya seperti itu panggil nama saja " pinta Rafael karna tak mau di panggil tuan


" Baiklah " sahut Albi


" Nau,gw harus pergi ada urusan yang belum selesai lain kali kita bertemu lagi.oh ya tuan maaf sudah mengganggu acara anda.kalau begitu saya pamit mari." rafael pamit pada Naura dan Albi lalu melangkah pergi


Setelah kepergian Rafael Naura dan Albi pun duduk kembali berniat untuk melanjutkan makanan mereka namun selera makan mereka tiba-tiba menghilang di karna kan suasana meja makan mereka mendadak jadi dingin dan horor percis seperti di dalam bioskop tadi.


" Apa hubungan mu dengan laki-laki itu Nau?" tanya Albi memecah kesunyian


" Di dia teman masa SMA dulu kak " Sahut Naura dengan begitu gugup


" Apa an sih kak biasa aja kali,dia hanya teman kak gak lebih" ucap Naura karna merasa Albi berlebihan


" Sudahlah lupakan saja.ayo kita pulang " ajak Albi sambil berlalu pergi meninggalkan Naura


Melihat tingkah Albi yang tiba-tiba saja berubah aneh menurutnya Naura mengangkat kan keduabahunya tanda tak tahu lalu melangkahkan kaki menyusul albi yang sudah lebih dulu meninggalkannya.


...****************...


Selama perjalanan Albi terus saja diam tak memperdulikan Naura yang dari tadi mengajaknya berbicara


" Kak,Kakak kenapa sih dari tadi diam terus?" tanya Naura merasa heran


" Kakak cape " hanya dua kata yang keluar dari mulut Albi selanjutnya Albi kembali terdiam.


Suasana kembali sunyi Naura dan Albi kembali terdiam dengan pikirannya masing-masing


" Kak Al kenapa sih dari tadi gw di diamin terus perasaan gw gak bikin salah deh.atau emang gw bikin kesalahan ya?? " ucap Naura dalam hatinya

__ADS_1


Naura melihat kearah Albi yang sedang fokus menyetir dan tak memperdulikan Naura yang sedari tadi terus mengamatinya.


" Sudah sampai " Albi memberitahukan pada Naura yang tak menyadari kalo mobil Albi sudah sampai di halaman rumahnya.


" Sudah sampai ya " Naura mengulangi ucapan Albi yang baru menyadari kalo ia sudah sampai rumah.


Naura menatap Albi " Apa kakak ga mau mampir dulu ke dalam " tanya Naura


" Kakak mau langsung pulang saja besok ada rapat pagi " ucap Albi Tampa berbasa basi


" Begitu ya,ya sudah kakak hati-hati " Naura pun keluar dari mobil Albi tak menunggu Naura masuk Albi langsung pergi melajukan mobilnya dengan sangat kencang.


Ke esokan paginya dara terbangun dari tidurnya mengeja-ngerjapkan matanya lalu memegang kepalanya yang terasa berat.


" Gw ada di mana " tanyanya pada dirinya sendiri.lalu dara melihat kesekeliling karna merasa dia bukan ada dikamaenya dara melihat ke arah sofa ada yang sedang tidur disitu dara pun turun dari ranjang menghampiri orang itu


" Verel bangun kenapa Lo ada di sini " tanya dara pada Verel karna ternyata yang tidur di sofa itu Verel.


" Apa Ra gw masih ngantuk " jawab Verel


" Bangun gak Lo jelasin sekarang juga kenapa gw bisa ada di sini " pinta dara pada Verel dengan suara keras


" RAAA,ya iya gw bangun gak usah teriak-teriak kali gw juga gak budeg " sahut Verel dengan kesal


🍁


🍁


🍁


... tinggalkan jejak ya jangan lupa di...


...Like...


vote


komenya juga di tunggu

__ADS_1


__ADS_2