Pacar Dadakan

Pacar Dadakan
Bab 37


__ADS_3

Melihat Naura yang tak sadarkan diri Albi mencoba membangunkannya memanggil namanya dan menepuk pelan pipinya.


" Naura,sayang... Naura... " terus memangil namannya menco menyadarkannaya


" Herry cepat bawa mobilnya apa kau tak bisa membawa mobil " sentak Albi pada herry yang Albi rasa Herry sangat lamban membawa mobil karna begitu hawatir.padahal Herry sudah sangat kencang membawa mobil asistem Herry tak menghiraukan ucapan bosnya ia hanya fokus pada jalanan.


Tak butuh waktu lama Herry pun memberhentikan mobil tepat di depan rumah sakit.albi dengan cepat keluar dari mobilnya masuk kedalam rumah sakit.


" Doket... Suster... tolong " Albi berteriak meminta tolong


Suster menhampiri membantu Albi lalu membawa Naura masuk ke ruangan UGD.


" Tolong suster selamatkan Naura " mohon Albi


" Kami akan melakukan yang terbaik tuan " sahut suster memberi pengertian


Setelah menunggu beberapa waktu dokter pun keluar dari ruang UGD.melihat dokter keluar Albi dengan cepat menghampiri nya


" Bagai mana dokter keadaan Naura? apa dia baik-baik saja? apa lukanya serius ? jawab dok jangan diam saja " Albi memberondonginya dengan banyak pertanyaan


" Tenang dulu tuan muda,pasien sudah setabil sudah melewati masa keritisnya. untung anda cepat membawanya terlambat sedikit saja mungkin nyawa pasien tidak akan tertolong." sahut si dokter menjelaskan


" Apa saya bisa menemuinya dokter " tanya Albi


" Bisa tuan,silahkan " balas dokter tersebut


Disilah sekarang Naura di ruang rawat pasien terbaring belum sadarkan diri.albi duduk di samping ranjang pasien menggenggam tangan Naura masih dengan kehawatiran nya.


" Sayang cepatlah sadar "


Tookkk...


Suara pintu di ketuk dari luar


Ckklikkk..


" Masuk " sahut Albi


Masuklah ibu Maya dan sahabat Naura dan tak lupa asisten Herry.


" Sayang... nak Albi kenapa bisa begini?" tanya ibu Maya dengan sudah tak bisa menahan tangisannya.


" Bagai mana bisa begini kak? apa yang terjadi pada Naura kok bisa begini ?" tanya Bella bertubi-tubi


" Iya kak bagai mana kejadiannya ?" Dara ikut menimpali pertanyaan karna mereka hawatir setelah di beri kabar oleh asisten herry


" Kejadiannya sangat cepat sekali Naura menghindari mobil box yang akan menabraknya tapi sayang Naura malah tergelincir dan menabrak pembatas jalan" sahut Albi dengan mata yang terus menatap naura

__ADS_1


" Begitu ya,cepatlah sadar Nau kami semua ada disini kau pasti kuat " ucap Bella menyemangati


Tak berapa lama Naura pun tersadar..


" Eemmmhh... dia mana ini apa aku sudah mati dan berada di alam lain.tapi,tunggu..aku mencium bau obat,ahhh astaga ini pasti rumah sakit " gumam Naura dalam hatinya.ia membuka matanya menatap langit-langit berwarna putih Naura mengedarkan matanya ke sekeliling ia melihat ada ibu nya yang sedang duduk disampingnya dan yang lainnya ada di sofa


" Ibu... " panggil Naura pada ibunya


" Iya... Naura kau sadar sayang " sahut ibu Maya merasa senang karna Naura sadar.


mendengar Naura sadar yang lain pun menghampiri naura begitu pun dengan albi yang juga ikut senang karna akhirnya Naura sadar kehawatirannay pun terlah berkurang.


" Sayang akhirnya kau sadar juga.akan ku panggilkan dokter " lalu Albi memencet tombol memangil dokter


Tak berapa lama dokter pun masuk untuk memeriksa keadaan Naura


" Keadaan nona berangsur membaik tuan.tinggal pemulihan mungkin akan butuh waktu dua tiga hari untuk pemulihan " dokter menjelaskan keadaan Naura pada Albi dan ibunya.


" Syukurlah dokter anak saya tidak mengalami hal yang buruk.terimaksih dokter " ibu Maya mengungkapkan rasa syukurnya dan berterimakasih


" Itu sudah menjadi kewajiban kami nyonya.kalau begitu saya pamit untuk mengecek pasien yang lain " sahut dokter itu.lalu berpamitan untuk memeriksa pasien lain


......................


Hari pun berganti malam satu persatu orang berpamitan pulang Bella dan Verel sudah lebih du?lu pung tinggal dara sebelum pulang dara menghampiri Albi


" Eemmhh " Naura berdem untuk mengalihkan rasa panas yang


" Sayang,apa kau mau minum " Albi menghampiri Naura.


" Iya kak,aku haus tolong ambilkan air " bohong naura beralasan haus padahal Naura ingin Albi tak terlalu dekat dengan dara.


" Nau,gw pulang dulu ya cepet sembuh lo.besok gw kesini lagi " dara berpamitan pulang


" Iya Ra,hati-hati lo di jalan jangan sampai kaya gw " sahut Naura mengingatkan


" Iya bay bay "


Setelah dara pulang entah mengapa Naura merasa lega.naura merasa ada sesuatu yang dara sembunyikan darinya.saat sedang memikirkan dara Albi memangilnya


" Sayang...sayang..Naura ." pangil Albi berkali-kali


" I iya kak,apa? "


" Kau itu sedang melamun kan apa sih? kakak perhatikan dari waktu di lampu merah samai kamu jatoh kamu itu melamun terus " sahut Albi mulai merasa curiga


" Benarkah,kok kakak tahu ?"

__ADS_1


" Jelas kakak tahu karna kakak ada disitu malah mobil kakak di samping motor kamu.cobo kamu cerita apa yang sedang mengganggu pikiranmu?" Albi meminta penjelasan


" Tanya sendiri pada diri kakak " dengan ketus Naura menjawab.


" Kenapa jadi kakak?" pura pura gak tahu


" Pake tanya segala gak nyadar gituh dengan sikap sendiri yang tiba-tiba aneh siapa coba yang gak bakalan kepikiran " balas Naura dengan sangat


" Itu karna kau duluan yang memulai " dengan ragu Albi menyahut


" Duluan?? apa maksudnya aku tidak melakukan apapun.kalau kakak tak nyaman lagi dengan ku ya sudah sana cari perempuan lain seperti tadi kakak menikmati di perhatikan dara " menutup mulutnya karna ia merasa terlalu banyak berbicara mengeluarkan unek-uneknya


" Kenapa jadi bawa-bawa dara sih.oke bukankah kau pun menikmati pujian dari pria itu si empel itu "


" Rafael namanya Rafael bukan empel " Naura memotong ucapan Albi


" Iya itu namanya,pokonya siapapun namanya kau senang kan di puji Rafael ?" Sahut Albi dengan kekesalannya


" Si siapa bilang aku menikmatinya aku memang senang tapi aku biasa aja " sahut Naura dengan gugup


" Sudahlah lupakan saja lebih baik kak Al pulang saja sana sekalian cari perempuan lain " sindir naura


" Naura apa yang kau katakan.tunggu.. tunggu.. apa kau sedang cemburu " tanya Albi


" Cemburu uuntuk apa aku cemburu " sahut Naura dengan terbata-bataa


" Hehehe... " Albi tertawa Karan baru menyadari sikap Naura terhadapnya kalau Naura sedang cemburu melihat kedekatan Albi dan dara.


" Kenapa kak Al malah ketawa.tapi tunggu apa jangan-jangan kakak.. jangan bilang kak Al juga cemburu " sambil menatap albi.mereka Sam-sama terdiam namun detik kemudian


" Hahaha..."


" Hahaha..."


Albi dan Naura tertawa bersama Karan baru menyadari sikap mereka masing-masing dikarnakan cemburu..


🍁


🍁


🍁


Cemburu itu bumbunya cinta iya gak sih??😋😋😋.


Jangan lupa tinggalkan jejaknya Like


like,komen,vote

__ADS_1


happy reading 😘😘😘


__ADS_2