Pacar Dadakan

Pacar Dadakan
Bab 28


__ADS_3

Setelah puas memandangi sunset pasangan yang lagi senang senangnya itu pun ingin mengakhiri momen menikmati senja bersama. karna hari sudah berganti malam.Albi membawa Naura pergi dari taman menuju pulang ke rumah Naura karna mereka sudah tak sabar ingin berbagi kebahagiaan mereka pada keluarga.mereka harus segera tahu kalo sekarang hubungan mereka sudah bertambah level dari pacaran jadi tunangan.dan mereka ingin pertunangan itu segera di resmikan


Albi sudah tak ingin menunda2 lagi ingin segera menghalalkan Naura menjadi istrinya.tapi untuk menuju ke arah situ terlebih dahulu Albi harus menyelesaikan tugas2 yang ada di kantor setelah selesai baru Albi mengarah fokus menuju misi menghalalkan Naura.


Naura dan Albi sekarang mereka sudah sampai di rumah Naura ingin menemui ibu Maya yang sudah menunggu mereka setelah sebelumnya Naura mengabari kalo Albi ingin membicarakan sesuatu padanya.


" kak Al ayo kita masuk ibu sudah menunggu kita" ajak Naura menarik tangan Albi masuk ke halaman rumahnya


" Assalamu'alaikum Bu.. ibu... Naura pulang "


" Wa'alaikum salam Iya sayang, sini ibu ada di belakang " jawab ibu maya


Naura pun menghampiri ibunya yang ada di halaman belakang.


" Ibu sedang apa " tanya Naura sambil menyalami ibunya


" Ini ibu sedang memberi makan ikan mu Naura, tadi sore ibu lupa " sambil menunjukan makanan ikan.


" Kita masuk yu Bu ada kak Al di depan ada yang mau kita ceritain sama ibu "


" Oh ya sudah ayo kita temui nak Albi ibu penasaran apa yang mau kalian ceritakan "


Sesampainya di ruang tamu Albi menghampiri ibu Maya ia menyapa tak lupa menyalaminya


" Assalamu'alaikum ibu apa kabar " tanya Albi


" walaukum salam,ibu baik alhamdullah nak Albi apa kabar bagai mana kabar bunda dan ayah mu"


" Alhamdullah Bu,kabar Bunda dan ayah juga sehat " jawab Albi


" Katanya kalian mau cerita.mau menceritakan apa ibu sudah tidak sabar ingin mendengarnya"

__ADS_1


" Iya Bu kami ingin berbagi kebahagiaan."


" Kebahagian apa?"


" Naura di lamar kak Al Bu" menunjukan tangan yang tersemat cicin pemberian kak Al


" MasyaAllah sayang benarkah ini " menlihat kerah Albi


" Iya Bu " sambil mengangguk


Ibu Maya memeluk Naura dengan diiringi tangis bahagia ia tak menyangka anaknya akan di lamar Albi dan mau menerimanya itu artinya Naura sudah memaafkan ayahnya dan mempercayai laki laki.


" Sayang ibu bahagia akhirnya kamu mampu dan mau mempercayai nak Albi " mengecup kening Naura


" Iya Bu,Naura mampu melawannya Naura mau memaafkan ayah meski belum sepenuhnya" sambil menunduk


" Tidak apa sayang pelan pelan saja" kembali memeluk naura


melihat kebahagian dua wanita berbeda jaman itu Albi ikut terharu hampir meneteskan air matanya tapi dengan cepat Albi menetralkan lagi emosinya agar tak terlihat oleh dua wanita di hadapannya.


Sedang di tempat lain Dara sedang duduk terdiam di sebuah cafe ia sedang memikirkan ucapan Verel kata kata Verel terus terngiang di telinga dara yang membuat dara tak mengerti dan bertanya2 pastinya siap yang di maksud Verel


" Siap yang dimaksud verel.kenapa gw jadi kepikiran sih " sambil mengacak rambutnya karna kesal tak menemukan jawaban


" Elo kebiasaan Verel suka ngegantungin ucapan gw penasar kan" terus mengupat Verel


Sedang Verel sendiri dia pun sama merenung kesal karna dara.dara yang tidak pernah mau mendengarkan ucapannya setiap kali Verel memberi tahukannya kalo dara sudah mulai keluar batas pasti dara tak pernah mau mendengar.


" Kenapa sih Rasa Lo itu gak pernah sadar Lo itu gak perlu susah2 cari cowo di luaran sana ada gw di sini.tapi Lo seolah buta dan tak mau ngangep gw" lirih verel berucap


Setelah mengantar pulang Naura dan memberi tahu kabar bahagia atas lamaran nya pada naura.Albi pun pamit pulang Karan sekarang giliran orangtuanya yang harus ia beritahu atas lamarannya.setelah sampai di rumah utama milik orangtuanya Albi turun dari mobilnya dengan langkah lebar Albi masuk mencari2 bundanya sambil memangil bundanya

__ADS_1


" Bun... bundaaa... " memangil2 bunda Naumi


" Apa sih Al teriak teriak berisik tau ini itu rumah bukan hut..." belum selesai bunda Naumi bicara Albi sudah terlebih dulu memeluk bundanya karna bahagia.


" sayang kamu kenapa Al apa kamu sakit"


" Bunda Al sedang bahagia sekali Naura Nerima lamaran Al Bun" sambil memeluk mengangkat bundanya dan berputar


" Allll turunin bundaaa pusing Al"


" Maaf bunda Al terlalu senang "


" Apa tadi kamu bilang Al Naura Nerima lamaran kamu,kapan kamu melamar Naura Al kok bunda dan ayah tidak kamu kasih tahu" menjewer tilinga Albi.


" Bunda lepasin sakit iya Al memang melamar Naura tapi itu belum resmi itu tadi Al cuma ngasih kejutan dan mengutarakan isi hati Al. resminya ya nanti kalo ayah sama bunda yang datang ke rumah Naura dan memintanya untuk Al "


" Ohh begitu kiraain bunda kamu udah lupa sama orangtua sendiri"


" Enggak lah Bun, Al kan bukan anak kaya gitu Al itu kan anak laki laki ayah dan bunda satu2nya masa begitu.biasanya ayah dan bunda menerima menantu tapi sekarang ayah dan bunda akan meminta menantu masa iya Al lupa sama orangtua terus siap yang akan meminta Naura menjadi mantu di rumah ini" menyedekahkan tangan di dadanya dan membelakangi bundanya merajuk.


Albi adalah anak bungsu dari tiga bersaudara dan juga anak laki laki satu2nya di keluarga Anggara.dua kakak perempuannya sudah pada menikah dan lebih memilih ikut suami mereka masing2.Anita Kaka pertama menetap di Amerika dan memiliki 2 pasang anak.sedang Anisa Kaka keduanya ikut suaminya di Surabaya karna perusahan suaminya ada disana Anisa baru punya satu anak laki laki.sedang sekarang tinggal Albi lah yang belum memberikan cucu untuk keluarga anggara.ayah dan bundanya selalu kesepian karna mereka jarang sekali bertemu cucu2nya karna kesibukan orangtua tapi meski begitu ayah dan bundanya tak pernah menuntut anak dan menantunya mereka mengerti akan keadaan anak dan menantunya oleh karena itu Albi lah harapan satu2nya untuk memberikannya kecerian dan kehangatan di rumah utama milik orangtuanya.


" Al kamu itu sudah besar bukan anak2 lagi jangan suka merengek gitu dong malu sama umur" sambil terkekeh mengejek Al yang sedang merajuk


" Bundaa ihhh bukannya di bujuk malah di ajek Al itu anak bunda atau bukan sih" sambil duduk masih merajuk


bunda Naumi menghela nafasnya sambil memutar bola matanya merasa jengah dengan kelakuan anak bungsunya


" Al sudah dong iya maafin bunda.bundakan cuma bercanda kamu mah baperan " menahan tawa


" Bundaa... !!"

__ADS_1


"Iya iya maaf.sini bunda peluk "


DASAR ANAK BUNDA MANJA DI DEPAN NAURA AJA SOK COOL GILIRAN SAMA BUNDANYA MANJANYA MINTA AMPUN...🤦🏼‍♀️🤦🏼‍♀️🤭🤭🤭


__ADS_2