
Pagi hari....
"Sudah siap sayang?" Tanya yudha ke bunga yang sedang diriasi makeUp.
"Habis ini..."Jawab Bunga dengan memasang anting Yang telah dipilih oleh yudha.
Yudha tersenyum dan berjalan mendekati bunga yang masih dandan.
"Kalian semua boleh pergi" Perintah yudha dan duduk di samping bunga.bunga menoleh dan tersenyum ke arah yudha yang membuat yudha gemas dan menoel pipinya.
"Ishhh...Jangan gitu donk...nanti Makeup rusak" Kesal bunga dengan mengerucutkan bibirnya.
Cup...
"iihhh yudha!!!" Teriak bunga yang melihat Yudha langsung lari setelah mencium bibirnya.
"Hahaha...Ayo sayangg...."Ajak yudha dan kembali mendekati bunga.
"Gendonggg" ranjuk bunga dengan melentarkan kedua tangannya.
__ADS_1
Yudha pun mengangguk dan mengendong bunga menuju Acara pernikahannya.
Semua para tamu hadir satu persatu membuat suasana yang tadi masih sepi menjadi ramai.dan suara-suara perbincangan,anak-anak membuat yudha dan bunga mengingat Satria dan Ratu yang tidak kunjung datang.bunga pun menoleh kearah yudha seakan bertanya dimana keberadaan kedua sahabat mereka,Tanpa basa-basi yudha langsung menelpon satria untuk menanyakan kabarnya dan kesibukannya yang apa sudah selesai.
Namun tidak ada jawaban dan penghulu pun menghampiri mereka memberi informasi bahwa acaranya harus segera di laksanakan ,bunga dan yudha dengan berat hati,mau tidak mau harus melaksanakan acara pernikahannya agar para tamu tidak menunggu terlalu lama.
"Mungkin ini adalah balasan..karena dulu aku tidak hadir di acara pernikahannya satria dan ratu..lalu sekarang kini bergantian mereka yang tidak datang" Ucap Bunga di sela pelaksanaan pernikahan nya,yudha menepuk bahu bunga dengan pelan dan mengusap kepala bunga untuk memberi ketenangan.
Waktu terus berjalan seiringannya pernikahannya Yudha dan bunga.tanpa hadirnya Satria dan ratu acara mereka tetap berjalan dengan Sempurna namun tetap saja itu membuat bunga sangat cemas dan khawatir tentang keadaan mereka.namun lagi-lagi yudha memberi ketenangan untuk bunga.
***
"Satria...."Tangan ratu bergerak membuat satria yang sedang tidur terbangun karna merasa ada sesuatu yang telah membangunkannya.
Istri yang ia rindukan akhirnya bangun dari tidurnya.Satria benar-benar sangat menyayangi Ratu dan sangat trauma dengan kejadian masalalu yang menimpanya.
"Sayangg...iyaa aku disini...aku disini...."Ucap satria penuh semangat.
Perlahan kedua mata ratu terbuka dan tangannya yang ikutan bergerak makin membuat satria bersemangat.
__ADS_1
"Satria..." Panggil ratu dengan suara yang masih lemah.
"Sayangg..." Satria langsung memeluk tubuh mungil ratu dan meneteskan air matanya karna sangking bahagianya dia melihat istrinya yang sekarang bisa membuka matanya.
"Uchh...sakittt" rengek ratu di tengah-tengah kerinduan satria.satria pun melepas pelukannya dan mencium daerah wajah ratu dari pipi,mata,kening,bibir,dan hidung.ia kembali memeluk ratu.
"Aaa..."Ratu merasa sakit saat mengangkat lengan kirinya yang terluka.satria yang mendengar nya pun langsung melepas dan menatap ratu.
"Maaf..." Ucap satria menunduk.
Ratu hanya tersenyum dan mengacak asal rambut satria karna gemas.
"Sayang...lihat daddymu...Dia minta maaf sangat lucu." ratu memegang perutnya yang ia sangka anaknya masih hidup.jelas saja melihat Ratu seperti itu membuat satrio merasakan sakit di dadanya.
"Sayang...cepet sembuh ya aku kangen bersetubuh denganmu"Ucap satria membelai lembut wajah ratu.
"Ih apaan si..kan disini ada anak kamu juga nanti dia merasa sesak gimana.." sahut ratu merona.
"Tidak akan sayang....Aku mohon ya.." Satria memelas dengan memasang wajah seimut mungkin yang membuat Ratu gemas dan mencubit perut satria.
__ADS_1
"Maafkan aku sayang...aku tidak bisa beritahu kamu kalau anak kita yang di kandunganmu sudah tiada...Dan aku akan membuat hamil anak kita lagi,krna dokter bilang kamu masih bisa hamil...semoga kamu kuat setelah keluar rumah sakit ini,karna aku akan membuatmu lelah di ranjang" Ucap satria dalam hati.
Bersambung...